MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – SMA Negeri 1 Turen meluncurkan inovasi teknologi cerdas karya siswa berupa platform website deteksi dini perundungan (bullying), sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
Inovasi yang menjadi sorotan adalah sebuah platform website deteksi dini bullying, sebuah proposal OPSI karya Eartha Aurellya Elhariziah kelas XI-A dan Keisya Ling Lizabeth kelas XI-A yang lolos seleksi dan akan maju ke tahap seleksi nasional merupakan prestasi gemilang yang membuktikan kualitas, orisinalitas, dan dampak potensial dari penelitian mereka di bidang psikologi dan pendidikan.
Prestasi ini tidak hanya menegaskan kedalaman analisis yang mereka terapkan, tetapi juga menempatkan mereka sebagai bagian dari segelintir peneliti di Indonesia yang karyanya memiliki kontribusi signifikan bagi kemajuan ilmu pengetahuan.
Keberhasilan melampaui tahap seleksi yang ketat dan bersaing dengan peneliti muda lainnya menjadikan pencapaian ini sebagai bukti nyata dedikasi, kecerdasan, dan potensi besar.
Platform yang diberi nama “SMANERE” ini dirancang sebagai wadah bagi siswa untuk melaporkan bullying yang dialami.
Inovasi SMANERE adalah platform digital yang dirancang untuk menjadi sistem deteksi dini dan pencegahan bullying di SMAN 1 Turen.
Fitur uniknya adalah penggunaan gamifikasi dan game edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa. Dalam game, siswa bisa berperan sebagai korban, pelaku, atau saksi bullying dan dihadapkan pada berbagai skenario.
Mereka harus memilih dalam situasi tersebut. Dengan cara ini, game mengajarkan konsekuensi dari tindakan mereka dalam lingkungan yang aman dan interaktif. Game ini juga dirancang untuk mengukur kecenderungan perilaku empati dan agresivitas siswa melalui struktur scoring psikososial.
Adanya inovasi ini membantu dalam permasalahan yang akhir-akhir ini sangat marak terjadi serta membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Selain game, SMANERE juga memiliki mekanisme pelaporan terenkripsi yang menjamin kerahasiaan identitas baik korban, pelaku, maupun saksi.
Tujuannya adalah mengatasi ketakutan siswa untuk melapor, di mana 60% siswa enggan melapor karena takut diidentifikasi atau dibalas oleh pelaku.
Laporan yang masuk akan diterima dan ditindaklanjuti oleh guru Bimbingan Konseling (BK). Guru BK juga terbantu dengan adanya database digital yang dapat mengklasifikasikan laporan berdasarkan urgensi, waktu, dan tempat, sehingga penanganan kasus menjadi lebih efisien dibandingkan metode manual.
Dengan menganalisis hasil permainan, platform dapat mengidentifikasi siswa yang berpotensi menjadi pelaku atau korban, sehingga memungkinkan intervensi pencegahan dilakukan lebih awal oleh pihak sekolah.
Dukungan juga datang dari Guru Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Turen, Ade Nur Maulidia Fachrisya, S.Pd.
“Keberadaan platform ini sangat membantu kami. Laporan dapat terkirim dan terkoneksi dengan cepat, sehingga intervensi dan pendampingan untuk korban maupun pelaku bisa ditangani tepat waktu. Ini adalah alat yang efektif untuk memutus mata rantai perundungan di sekolah,” tuturnya.
Inovasi baru berupa website ini sungguh luar biasa. Digagas oleh Generasi Z yang tentunya menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, inovasi yang dikembangkan oleh Tim Riset SMANERE ini sangat unik.
Tim ini mendeteksi perilaku perundungan bullying, namun dikemas dalam bentuk permainan game. Ide ini sangat kreatif, bukan?
Kolaborasi antara pencegahan dan teknologi diharapkan dapat diterima oleh berbagai generasi, khususnya Gen Z.
Pengguna nantinya akan merasa nyaman dan tertantang saat menyelesaikan misi tanpa ada paksaan. Platform “SMANERE” menyediakan berbagai fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Kolaborasi antara teknologi dan penanganan masalah psikologis ini merupakan terobosan yang tepat. Dirancang sebagai saluran pelaporan kasus perundungan (bullying) dan kekerasan di sekolah secara daring dan anonym. Platform yang dikembangkan oleh dua siswanya, Eartha dan Keisya, ini menargetkan terciptanya keamanan tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikologis.
“Melalui website ini, korban atau saksi bisa melaporkan insiden dengan lebih berani tanpa takut diidentifikasi. Laporan akan langsung masuk ke sistem kami di unit BK,” jelas Keisya.
“Kami ingin menciptakan lingkungan yang responsif terhadap keadaan darurat. Dengan adanya website ini, membantu meminimalisir terjadinya bullying di satuan pendidikan,” jelas Eartha Aurellya, ketua tim riset SMA Negeri 1 Turen.
Inovasi Smart Technology yang diluncurkan oleh SMANERE bukan sekadar pencapaian teknis semata, melainkan sebuah pernyataan tegas tentang masa depan pendidikan Indonesia.
Melalui karya nyata ini, Tim Riset SMANERE telah berhasil menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh civitas akademika, memberikan contoh konkret bahwa sekolah bisa menjadi tempat lahirnya inovator.
Pada akhirnya, terobosan ini adalah sebuah investasi yang tidak hanya membentengi sekolah dengan teknologi, tetapi juga membentengi masa depan bangsa dengan talenta-talenta digital yang unggul dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Pengembangan inovasi-inovasi luar biasa ini bukti menuju generasi emas tahun 2045 dengan perkembangan teknologi yang canggih serta didukung oleh generasi- generasi muda yang kritis. ***
Disusun oleh Eartha Aurellya Elhariziah (SMAN 1 TUREN)
Editor: YAN


Komentar Pembaca
Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.