Langsung ke konten
Sabtu, 31 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Bupati Madiun Hadiri Apel Perhutani yang Siapkan 200 Juta Bibit, Antisipasi Dampak Karhutla dan El Nino

Kepada Bupati Madiun Hari Wuryanto, Perhutani ungkap penyiapan 200 juta bibit pemulihan, antisipasi bencana alam akibat karhutla dan El Nino.

Di hadapan Bupati Madiun Hari Wuryanto, Perhutani menyiapkan 200 juta bibit pemulihan dan antisipasi bencana alam akibat karhutla dan El Nino./dok.Galuh Ari-Kominfo

Di hadapan Bupati Madiun Hari Wuryanto, Perhutani menyiapkan 200 juta bibit pemulihan dan antisipasi bencana alam akibat karhutla dan El Nino./dok.Galuh Ari-Kominfo

MADIUN | JATIMSATUNEWS.COM: Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam dan Penanganan Pascakebakaran Hutan dan Lahan terlaksana di Wilayah Perum Perhutani, di lapangan Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jumat (30/10/2026).

Apel ini untuk memaparkan langkah antisipasi Perum Perhutani terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Nino yang menjadi perhatian serius.

Selain memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, langkah pemulihan kawasan hutan pascakebakaran juga diprioritaskan dengan lebih dari 200 juta bibit disiapkan.

Baca juga: Menuju Madiun Bebas Sampah, Wabup Purnomo Hadi Resmikan Oksinerator Suhu Tinggi

Pemkab Madiun Hadiri Apel Perhutani

200 Juta Bibit untuk Rehabilitasi Hutan

Ratusan juta bibit tersebut disiapkan untuk mendukung rehabilitasi hutan di seluruh Pulau Jawa termasuk Madiun.

Komitmen tersebut ditegaskan Direktur Utama Perum Perhutani Tio Handoko saat memimpin Apel, dan dihadiri langsung oleh Bupati Madiun H. Hari Wuryanto.

Selain Bupati Madiun, juga hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Madiun, Forkopimcam Gemarang, serta personel TNI, Polri, dan jajaran Perum Perhutani.

Kedatangan Tio Handoko dan Bupati Madiun disambut atraksi yel-yel Polisi Kehutanan (Polhut) sebelum kegiatan dilanjutkan dengan apel kesiapsiagaan.

Dalam arahannya, Tio menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh unsur untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus mengantisipasi berbagai potensi bencana.

Menurut dia, kondisi cuaca panas pada 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi para rimbawan, terutama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meluas.

“Inti dari kegiatan ini adalah bagaimana sinergi dan kolaborasi Polisi Kehutanan serta Perhutani dalam menjaga hutan tetap lestari. Ini menjadi tugas kita, jelas, sekaligus menjaga hutan dari para perusak,” tegasnya.

Tio juga menyebut, pemulihan kawasan hutan yang terdampak kebakaran menjadi salah satu prioritas.

Iklan

Perum Perhutani telah menyiapkan lebih dari 200 juta bibit yang akan ditanam di berbagai wilayah di Pulau Jawa dengan menyesuaikan kondisi dan datangnya musim hujan.

Baca juga: Pemkab Madiun Percepat Penurunan Stunting di Saradan, Bupati: Jangan Tunggu Anak Sudah Terindikasi

Sinergi Semua Pihak dalam Proses Rehabilitasi

Pada prosesnya, seluruh jajaran diminta mengamankan kawasan pascakebakaran agar proses rehabilitasi berjalan optimal.

Selain penanaman kembali, Perhutani diminta mengidentifikasi kawasan lindung, membersihkan sisa-sisa material kebakaran, serta memastikan aliran air di sungai dan anak sungai tidak terhambat.

Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi ancaman longsor dan banjir bandang saat musim hujan tiba.

Khusus di Kabupaten Madiun, Tio mendorong penguatan koordinasi antara Perhutani, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah daerah hingga tingkat desa.

Masyarakat sekitar hutan juga perlu dilibatkan dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memanfaatkan sumber daya hutan secara bertanggung jawab.

“Patriotik saja tidak cukup, gigih saja tidak cukup kalau empatinya tidak hadir. Hadirkan empati kepada sesama. Gaji boleh kecil, tetapi welas asih harus besar,” pesannya kepada seluruh jajaran Perhutani.

Baca juga: 2 Kasus Kebakaran Hutan Padam Berkat Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Ponorogo

Peninjauan Alat Pemadam Kebakaran dan Pemberian Sembako

Usai apel, Tio Handoko bersama Bupati Madiun dan Forkopimda meninjau sejumlah peralatan yang digunakan untuk memadamkan kebakaran di kawasan hutan.

Selain itu juga diisi dengan penyerahan bibit tanaman campuran dan bantuan sembako kepada warga mitra Perhutani yang mengelola lahan hutan.***

Jurnalis: Galuh Ari/Kominfo

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.