NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM: Kemeriahan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Ngawi semakin lengkap dengan digelarnya Pentas Seni Kampus Modern oleh STKIP Modern Ngawi di Panggung Utama Hari Santri, Alun-Alun Ngawi, pada Minggu malam (25/10).
Festival ini sukses memukau ribuan pasang mata berkat ragam pertunjukan seni dan kreativitas mahasiswa dari berbagai program studi serta unit kegiatan.
Jajaran pimpinan kampus juga turut hadir dan mendukung acara ini, di antaranya Ketua STKIP Modern Sarwoto, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Yayasan Pendidikan Modern Istamar, S.Pd., M.Pd. Mereka hadir bersama unsur pimpinan daerah Kabupaten Ngawi.
Seluruh dosen dari berbagai prodi dan mahasiswa hadir menikmati pentas seni Hari Santri 2026 dan tak kalah penting adalah PJ Konten STKIP Modern Ngawi, Uci Ulfa Waka III yang secara khusus memberikan apresiasi terhadap sanggar tari milik mahasiswa prodi PGSD.
Baca juga: Puncak Dies Natalis ke-12 STKIP Modern Ngawi: Gelar Santunan Yatim Hingga Apresiasi Usaha Mahasiswa
Sorotan
Festival Hari Santri di STKIP Modern Ngawi
Panggung Kreativitas Lintas Talenta: Pencak Silat hingga Musik Akustik

Pentas seni malam itu menyuguhkan kolaborasi seni bela diri, tari tradisional, musikalisasi puisi, hingga penampilan band modern.
Pertunjukan Pencak Silat disajikan oleh HMPS Olahraga, Seni Tari oleh Sanggar Condro Sumirat, Musikalisasi Puisi oleh MJS.
Lalu, ada Jutjitsu x Kickboxing, Seni Tari oleh HMPS IPA, GMC (Gerakan Musik Cendekia / Gantari Modern Choir) dari UKM Musik dan Guest Star: Morastik, serta pertunjukan Band dari Modern Akustik 12 Band.

Aksi Memukau UKM GMC dengan Lagu Sarat Makna
Salah satu penampil yang paling dinanti dan mencuri perhatian penonton adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gerakan Musik Cendekia (GMC).
Tampil di urutan kedelapan, kelompok musik mahasiswa ini membawakan tiga lagu pilihan yang diaransemen khusus untuk meresapi semangat Hari Santri Nasional:
- “Doa Lamat-Lamat” — FSTVLST
- “Tobat Maksiat” — Wali
- “Si Udin Bertanya” — Wali
Catur Pribadi dari prodi PJKR 5A sekaligus Wakil Ketua UKM GMC mengungkapkan bahwa pemilihan lagu-lagu tersebut disesuaikan dengan tema Hari Santri, membawa pesan moral dan pengingat bagi pendengar untuk senantiasa menjadi hamba yang taat.
“Untuk persiapan, kebetulan kita sudah latihan dua minggu sebelum show ya, mulai dari pemilihan lagu, pertimbangan lagu, mengulik chord pada setiap lagu, hingga prepare alat,” ungkap Catur usai acara.
“Kesan malam ini senang sekali karena latihan yang kita lakukan tidak sia-sia, di mana malam ini benar-benar kesempatan bagi kita untuk menunjukkan bahwasanya UKM GMC bisa melakukan amanah dari Waka 3 agar setiap UKM/Ormawa bisa mempersembahkan pentas seni,” imbuhnya.
Meski sukses menghidupkan suasana malam itu, UKM GMC tetap melakukan evaluasi untuk tampil lebih maksimal ke depannya, termasuk rencana menambah personel agar formasi alat musik semakin lengkap tanpa harus bergantung pada backsound.
Sukses Persembahkan Karya Terbaik Kampus Modern

Secara keseluruhan, rangkaian Pentas Seni Kampus Modern ini tidak hanya menjadi wadah unjuk bakat bagi mahasiswa dari berbagai program studi dan sanggar seni di bawah naungan STKIP Modern Ngawi.
Acara ini juga sukses mempererat kebersamaan civitas akademika dengan masyarakat luas dalam balutan perayaan Hari Santri Nasional 2026.***
Jurnalis: Qony


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.