PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Penguatan kapasitas kepemimpinan dan manajemen kelembagaan menjadi fokus pelatihan kepala madrasah yang digelar melalui program Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi), Sabtu (17/10/2026), di Pasuruan. Kegiatan ini menghadirkan Anggota DPR RI Komisi VIII H. Syaiful Nuri dan akademisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Nur Hidayah Hanifah, M.Pd., sebagai pemateri.
Pelatihan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Kepala Madrasah dalam Manajemen Kelembagaan Madrasah Unggul” tersebut merupakan bagian dari Program Peningkatan Mutu Pendidikan Islam yang bermitra dengan bidang Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK). Kegiatan berlangsung pukul 19.00–22.00 WIB.
Dua pemateri menghadirkan perspektif berbeda dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam. H. Syaiful Nuri membawa sudut pandang kebijakan dan kelembagaan dari lingkungan legislatif, sedangkan Nur Hidayah Hanifah berbagi perspektif pengelolaan layanan dan pengembangan hubungan kelembagaan melalui pengalamannya sebagai Ketua Unit International Office and Students Affairs UIN Malang.
Pelatihan ini menempatkan kepala madrasah sebagai aktor penting dalam peningkatan mutu lembaga. Kepala madrasah tidak hanya bertanggung jawab atas administrasi dan pelaksanaan program, tetapi juga dituntut mampu menyusun arah pengembangan, mengoptimalkan sumber daya, membangun budaya kerja kolaboratif, serta merespons perubahan kebutuhan masyarakat.
Penguatan manajemen kelembagaan juga mencakup kemampuan menyusun perencanaan strategis, membagi tugas secara proporsional, mengevaluasi program berdasarkan indikator yang terukur, dan mengembangkan potensi madrasah menjadi keunggulan yang relevan. Aspek tersebut menjadi penting agar peningkatan mutu tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi tercermin dalam kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan.
Keterlibatan FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam program ini merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan pendidikan Islam. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, penguatan kapasitas pengelola madrasah diharapkan dapat mendorong tata kelola lembaga yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada mutu.
Pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum berbagi pengetahuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan program pengembangan madrasah, peningkatan kompetensi pendidik, penguatan budaya mutu, dan evaluasi kelembagaan secara berkelanjutan.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.