MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kecerdasan buatan (AI) dapat memperluas kesempatan mahasiswa untuk berlatih bahasa Arab, mulai dari menyimak hingga menulis. Namun, teknologi tetap tidak dapat menggantikan latihan berkelanjutan, kemandirian belajar, dan kemampuan berpikir kritis. Pesan tersebut mengemuka dalam kuliah tamu Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kuliah tamu bertema “التعلم الذكي في عصر الذكاء الاصطناعي: بناء استراتيجيات فعالة لإتقان اللغة العربية” itu menghadirkan Dwi Khoirotun Nisa’, M.Pd.I., dosen PBA UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember sekaligus alumni PBA UIN Malang. Kegiatan berlangsung di Aula Microteaching Lantai 2 UIN Malang dengan fokus pada strategi menguasai bahasa Arab di tengah perkembangan teknologi.
Dalam pemaparannya, Dwi menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan empat keterampilan berbahasa Arab atau maharah lughawiyah, yakni istima’ (menyimak), kalam (berbicara), qira’ah (membaca), dan kitabah (menulis).
Pada keterampilan menyimak dan berbicara, teknologi dapat dimanfaatkan untuk menyediakan materi audio serta simulasi percakapan. Sementara dalam membaca dan menulis, AI dapat membantu mahasiswa memahami teks, mengenali kosakata, serta memperoleh masukan awal terkait struktur dan ketepatan kalimat.
Meski menawarkan kemudahan, hasil yang diberikan AI tetap perlu diperiksa. Terutama dalam pembelajaran bahasa Arab, mahasiswa harus memastikan ketepatan kaidah nahwu dan sharaf melalui sumber tepercaya maupun bimbingan dosen. Dengan demikian, teknologi berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti pemahaman kebahasaan.
Dwi juga menekankan lima strategi untuk membangun kebiasaan belajar bahasa Arab secara efektif. Strategi tersebut meliputi penetapan target belajar yang jelas, penggunaan sumber autentik, latihan berbahasa secara rutin, pemanfaatan AI untuk memperoleh umpan balik, serta refleksi berkala terhadap perkembangan kemampuan.
Menurut pendekatan tersebut, keberhasilan belajar tidak ditentukan oleh banyaknya aplikasi yang digunakan, melainkan oleh konsistensi mahasiswa dalam berlatih dan mengevaluasi kemampuannya. Mahasiswa juga perlu bersikap kritis terhadap informasi yang dihasilkan AI, termasuk menghindari penggunaan teknologi yang berujung pada plagiarisme atau ketergantungan dalam mengerjakan tugas akademik.
Selain strategi pembelajaran, kuliah tamu ini juga mengangkat peluang pengembangan kompetensi bahasa Arab di dunia profesional. Penguasaan bahasa yang dipadukan dengan literasi digital dapat membuka ruang karier di bidang pendidikan berbantuan AI, pengembangan media pembelajaran digital, produksi konten edukasi, penerjemahan, hingga evaluasi kualitas bahasa pada sistem kecerdasan buatan.
Perspektif tersebut memperlihatkan bahwa kompetensi bahasa Arab tidak hanya relevan untuk kebutuhan akademik dan pemahaman teks keislaman. Mahasiswa juga dapat mengembangkannya sebagai modal profesional yang dipadukan dengan kreativitas, teknologi, dan komunikasi lintas budaya.
Kehadiran Dwi sebagai narasumber sekaligus alumni PBA UIN Malang memberikan ruang berbagi pengalaman antara alumni dan mahasiswa. Kegiatan ini secara khusus diarahkan untuk membekali mahasiswa semester pertama dengan strategi belajar yang adaptif sejak awal perkuliahan.
Ketua Program Studi PBA, Dr. Ahmad Mubaligh, M.H.I., menegaskan bahwa kuliah tamu tersebut diharapkan mendorong mahasiswa memanfaatkan AI secara produktif dan bertanggung jawab. Pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk meningkatkan kompetensi bahasa Arab sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan kebutuhan akademik dan profesional.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga memiliki kemandirian, ketekunan, dan kecakapan kritis untuk mengembangkan kemampuan bahasa Arab secara berkelanjutan.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.