Langsung ke konten
Minggu, 18 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Baiat 16 Santri Pagar Nusa Ampel Gading, Pengabdian Dimulai dari Akhlak

Baiat 16 santri Pagar Nusa Ampel Gading Tirtoyudo Malang, langkah pengabdian dimulai dari kekuatan akhlak.

Enam belas santri Pagar Nusa Ampel Gading dibaiat, Jumat (18/9) di Tirtoyudo, Malang./dok.ROF

Enam belas santri Pagar Nusa Ampel Gading dibaiat, Jumat (18/9) di Tirtoyudo, Malang./dok.ROF

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Menjadi pendekar bukan semata-mata tentang kekuatan fisik dan kemahiran menguasai jurus.

Ada adab yang harus dijaga, amanah yang harus ditunaikan, dan akhlak yang menjadi ukuran kemuliaan.

Nilai-nilai itulah yang mengemuka dalam pembaiatan 16 santri baru Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Ranting Ampel Gading di Pesanggrahan, Desa Ampel Gading, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jumat malam (18/9/2026).

Baca juga: Pagar Nusa Khidmah di Muskercab III NU Kabupaten Malang 2026

Baiat 16 Santri Pagar Nusa Ampel Gading Malang

Peneguhan Komitmen Santri

Enam belas santri Pagar Nusa Ampel Gading dibaiat, Jumat (18/9) di Tirtoyudo, Malang untuk memulai pengabdian dari segi akhlak./dok.ROF
Enam belas santri Pagar Nusa Ampel Gading dibaiat, Jumat (18/9) di Tirtoyudo, Malang untuk memulai pengabdian dari segi akhlak./dok.ROF

Didampingi orang tua masing-masing dan disaksikan ratusan anggota Pagar Nusa se-Kecamatan Tirtoyudo, prosesi yang dimulai pukul 19.00 WIB itu berlangsung khidmat.

Pembaiatan yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kecamatan Tirtoyudo tersebut menjadi momentum peneguhan komitmen para santri terhadap perjuangan Pagar Nusa, akidah Ahlussunnah wal Jamaah, serta pengabdian kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.

Hadir dalam kegiatan tersebut KH Abdul Kodir, pengasuh Pondok Pesantren Nur Al-Tauhid Tirtoyudo, Rosidi, serta para sesepuh dan pendekar senior Desa Ampel Gading.

Ketua PAC Pagar Nusa Kecamatan Tirtoyudo, KH Muhammad Romli Muar, M.H.I., menegaskan bahwa pembaiatan bukan sekadar pengukuhan keanggotaan, melainkan ikrar untuk menjaga ruh dan marwah perjuangan Pagar Nusa serta meneruskan amanah para muassis.

Menurutnya, setiap santri harus mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menjalankan tanggung jawab organisasi.

Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kesetiaan terhadap nilai perjuangan, penguatan akidah Ahlussunnah wal Jamaah, dan pengamalan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.

Pentingnya Pengendalian Diri

Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Malang, Saiful Anam, menekankan bahwa kemuliaan seorang pendekar tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bela diri.

Menurutnya, seorang pendekar juga ditentukan oleh kemampuannya untuk mengendalikan diri, menghormati sesama, dan menjaga kehormatan organisasi.

“Pembaiatan bukan sekadar pengukuhan anggota, melainkan ikrar pengabdian kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama,” ujar Saiful Anam.

Iklan

“Santri Pagar Nusa harus kuat dalam pencak silat, teguh dalam akidah Ahlussunnah wal Jamaah, dan luhur dalam akhlak,” lanjutnya.

“Pendekar sejati bukan hanya mampu mengalahkan lawan, tetapi juga mampu mengendalikan diri, menghormati sesama, dan menjaga marwah organisasi. Ilmu adalah kekuatan, akhlak adalah kemuliaan, dan pengabdian adalah bukti kesetiaan,” tegasnya.

Tanggung Jawab Moral

Kehadiran orang tua yang mendampingi ke-16 santri memberikan makna tersendiri dalam prosesi tersebut.

Di hadapan keluarga, guru, dan para sesepuh, pembaiatan menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang pendekar tidak berhenti pada penguasaan ilmu bela diri.

Ada tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan keluarga, memuliakan guru, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Latihan Bersama

Perkuat Pembinaan

Enam belas santri Pagar Nusa Ampel Gading dibaiat, Jumat (18/9) di Tirtoyudo, Malang untuk memulai pengabdian dari segi akhlak./dok.ROF
Enam belas santri Pagar Nusa Ampel Gading dibaiat, Jumat (18/9) di Tirtoyudo, Malang untuk memulai pengabdian dari segi akhlak./dok.ROF

Usai pembaiatan, kegiatan dilanjutkan dengan latihan bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Malang, Saiful Anam.

Latihan tersebut menjadi bagian dari pembinaan untuk memperkuat keterampilan, kedisiplinan, dan kebersamaan antarsantri.

Pelatih Pagar Nusa Kecamatan Tirtoyudo, Untung Cahyono, berharap kegiatan ini semakin memperkuat loyalitas santri sekaligus mendorong perkembangan organisasi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Menurutnya, pertumbuhan jumlah anggota harus diiringi pembinaan berkelanjutan agar para santri memiliki kemampuan bela diri, karakter, dan pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai perjuangan Pagar Nusa.

Pada akhirnya, pembaiatan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Ikrar yang diucapkan harus menemukan buktinya dalam perilaku sehari-hari: menjaga persaudaraan, menjunjung adab, mengendalikan diri, dan mengabdikan kemampuan untuk kemaslahatan.

Melalui kegiatan tersebut, PAC Pagar Nusa Kecamatan Tirtoyudo berharap para santri baru tumbuh menjadi kader yang tangguh dalam pencak silat, teguh dalam akidah Ahlussunnah wal Jamaah, serta luhur dalam akhlakul karimah.

Sebab, marwah Pagar Nusa tidak hanya dijaga melalui keberanian dan kekuatan, tetapi juga melalui akhlak dan pengabdian setiap anggotanya kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.(ROF)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.