Langsung ke konten
Sabtu, 17 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Perkuat Ukhuwah, Fraksi PKS Diskusi Bareng PCNU Bahas Isu Sosial Kota Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Jajaran pengurus DPD PKS Kota Malang bersama Fraksi PKS DPRD Kota Malang melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kantor Pengurus

Jajaran pengurus DPD PKS dan Fraksi PKS Kota Malang berfoto bersama pengurus PCNU Kota Malang usai menggelar pertemuan silaturahmi.

Jajaran pengurus DPD PKS dan Fraksi PKS Kota Malang berfoto bersama pengurus PCNU Kota Malang usai menggelar pertemuan silaturahmi. (Foto: Istimewa)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Jajaran pengurus DPD PKS Kota Malang bersama Fraksi PKS DPRD Kota Malang melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Umama (PCNU) Kota Malang.

Pertemuan hangat ini digelar sebagai momentum penting untuk mempererat ukhuwah islamiyah, membangun komunikasi lintas elemen, serta memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai kompleksitas persoalan keumatan dan sosial yang tengah berkembang di Kota Malang.

Dorong Moratorium Minuman Beralkohol dan Soroti Isu Sosial

Diskusi hangat dan penyampaian pandangan keumatan oleh jajaran pengurus dalam kunjungan ke Kantor PCNU Kota Malang.
Diskusi hangat dan penyampaian pandangan keumatan oleh jajaran pengurus dalam kunjungan ke Kantor PCNU Kota Malang. (Foto: Istimewa)

Dalam sesi diskusi dan ramah tamah tersebut, rombongan Fraksi PKS dan pengurus DPD PKS menyampaikan pentingnya mendengarkan masukan serta dukungan moral dari para ulama terhadap berbagai kebijakan publik yang menyangkut hajat hidup masyarakat.

Salah satu isu krusial yang menjadi titik tekan pembahasan adalah desakan perlunya moratorium atau penghentian sementara pemberian izin baru bagi tempat penjualan minuman beralkohol.

PKS menilai bahwa jumlah tempat usaha yang sudah mengantongi izin saat ini perlu dievaluasi secara menyeluruh. Langkah peninjauan ini dinilai mendesak dengan mempertimbangkan aspek dampak sosial di tengah masyarakat, pemeliharaan ketertiban umum, serta upaya nyata dalam memberikan perlindungan bagi generasi muda dari bahaya minuman keras.

Baca juga: WCD Kota Malang Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi Pentahelix

Baca juga: Dukung Ngalam Rijik, RS Lavalette Berikan TSP kepada DLH Kota Malang

Selain persoalan peredaran minuman beralkohol, pihak PKS juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap fenomena sosial lainnya, termasuk maraknya isu penyimpangan seksual seperti LGBT.

Iklan

Menurut pandangan mereka, persoalan tersebut harus disikapi secara bijak melalui pendekatan yang edukatif, berlandaskan nilai-nilai agama, serta tetap menjunjung tinggi penghormatan terhadap martabat manusia.


Penanganan masalah pelik ini diyakini membutuhkan perhatian bersama yang berfokus pada penguatan ketahanan keluarga, peningkatan mutu pendidikan, pendampingan sosial yang intensif, hingga pembinaan akhlak di tengah masyarakat.

Harap Doa dan Arahan Kiai untuk Kemaslahatan Warga

Suasana pertemuan antara jajaran Fraksi PKS dan pengurus DPD PKS Kota Malang bersama para kiai dan pengurus PCNU Kota Malang.
Suasana pertemuan antara jajaran Fraksi PKS dan pengurus DPD PKS Kota Malang bersama para kiai dan pengurus PCNU Kota Malang. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, mengungkapkan bahwa agenda silaturahmi ke kantor PCNU ini bukan sekadar kunjungan kelembagaan formal belaka.

Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wujud ikhtiar politisi PKS dalam membangun komunikasi dan memohon nasihat langsung dari para alim ulama.

“Secara pribadi, saya memohon dukungan, doa, dan nasihat dari para kiai serta alim ulama NU agar kami yang mendapat amanah di DPRD dapat menjalankan tugas dengan baik, memperjuangkan aspirasi masyarakat, dan mengambil kebijakan yang membawa kemaslahatan bagi warga Kota Malang,” ujar Bayu saat menyampaikan pandangannya.

Bayu juga berharap agar komunikasi dan jalinan sinergi antara kader PKS dengan kalangan ulama NU dapat terus terjalin dengan baik ke depannya, terutama dalam merespons berbagai dinamika sosial kemasyarakatan yang membutuhkan perhatian serius.

Ia menegaskan komitmen lembaganya bahwa arah pembangunan Kota Malang tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata atau pertumbuhan ekonomi belaka.

“Pembangunan juga perlu memperhatikan nilai moral, ketahanan keluarga, serta kehidupan sosial yang harmonis. Kami berharap doa dan arahan para ulama menjadi penguat ikhtiar kami dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat dan kemaslahatan umat,” pungkasnya. (Ans)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.