MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pembentukan karakter peserta didik merupakan salah satu aspek penting yang terus menjadi perhatian dalam dunia pendidikan. Di tengah beragam tantangan yang dihadapi sekolah, perilaku perundungan (bullying) dan intoleransi perlu diantisipasi melalui langkah-langkah preventif. Salah satunya dengan menanamkan nilai-nilai keislaman, membangun sikap terbuka terhadap keberagaman, serta membiasakan perilaku saling menghormati.
Peran Strategis Pendidikan Islam Multikultural
Persoalan tersebut menjadi pokok bahasan dalam Seminar Nasional Kandidat Doktor Mengabdi yang diinisiasi oleh Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam Multikultural, Universitas Islam Malang (UNISMA). Seminar yang mengangkat tema “Penguatan Pendidikan Islam Multikultural untuk Pencegahan Bullying dan Intoleransi” ini diselenggarakan pada Jumat, 16 Oktober 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, bertempat di SMK Nasional Malang, Jalan Raya Langsep No. 43, Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Tema yang diusung mencerminkan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mampu menerima perbedaan. Pendidikan Islam multikultural diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehidupan yang perlu disikapi dengan bijaksana. Dengan demikian, perbedaan tidak menjadi pemicu diskriminasi, tetapi justru menjadi sarana untuk membangun sikap saling memahami dan menghargai.
Baca juga: Mengawali Langkah dari Kota Proklamator: MPLS SMK Nasional Malang untuk Generasi Berkarakter
Baca juga: Kepala SMAN 6 Malang: Jumat Bersih Itu Pembentukan Karakter Siswa
Untuk memperkaya pembahasan, seminar ini menghadirkan lima narasumber dengan latar belakang keahlian dan pengalaman profesional yang beragam, yakni Drs. Rusdi, M.Si., M.Pd., H. Abubakar, S.Pd.I., M.Pd.I., Fatiha Aulia Riska, S.H.I., S.H., M.H., Qoidy Hilman Handami, M.Pd., dan Mistria Harmonis, M.Pd. Kehadiran para narasumber diharapkan memberikan wawasan yang lebih luas mengenai pendekatan dan strategi pencegahan perundungan serta intoleransi di lingkungan pendidikan.
Sinergi Kampus dan Sekolah dalam Membangun Karakter
Penyelenggaraan seminar nasional di SMK Nasional Malang menjadi salah satu wujud pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai ruang berbagi pengetahuan dan bertukar gagasan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga berperan sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan kalangan akademisi dengan praktisi pendidikan untuk membahas berbagai persoalan aktual.
Dengan melibatkan siswa dan guru SMK Nasional Malang sebagai peserta, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus memperluas pemahaman mengenai pentingnya pendidikan karakter. Seminar ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat budaya sekolah yang mengedepankan toleransi, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap sesama.
Penanaman nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya SMK Nasional Malang dalam membina karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan pendidikan. Pembentukan karakter tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui kegiatan yang mendorong siswa untuk memahami persoalan sosial, mengembangkan empati, serta menerapkan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, harmonis, dan terbebas dari perundungan maupun tindakan intoleran. Manfaatnya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh warga SMK Nasional Malang, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan pendidikan yang lebih luas.
Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi langkah strategis untuk menghubungkan pemikiran akademis dengan kebutuhan nyata di lapangan. Melalui kolaborasi semacam ini, penguatan karakter diharapkan tidak sekadar menjadi konsep, melainkan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari untuk membentuk generasi yang berintegritas, memiliki empati, dan mampu menghargai keberagaman.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.