MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 346 siswa mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) 2026 yang diselenggarakan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs Al-Ittihad di halaman madrasah, Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, mengukir prestasi, sekaligus mempererat persaudaraan antarmadrasah.
Pembukaan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB tersebut dihadiri oleh banyak pihak.
Ada Pengawas Madrasah H. Miftahul Khoir, S.Pd., M.Pd.; Ketua KKM MTs Al-Ittihad sekaligus Kepala MTs Al-Ittihad, Hj. Nunuk Sugiarti, S.Sos., M.Pd.; jajaran kepala madrasah anggota KKM; wakil kepala madrasah bidang kesiswaan; serta para pendamping, ofisial, dan kontingen peserta.
Baca juga: Hari Santri 2026: MWCNU Poncokusumo Malang Gelar Gerak Jalan dan Festival
Sorotan
KKM MTs Al Ittihad Poncokusumo
Porseni 2026
Porseni tidak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk menumbuhkan sportivitas, kedisiplinan, kreativitas, dan kepercayaan diri.
Melalui olahraga dan seni, madrasah berupaya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
Menanamkan Sportivitas dan Karakter

Dalam sambutannya, H. Miftahul Khoir mengapresiasi penyelenggaraan Porseni sebagai upaya mendukung pengembangan bakat dan karakter siswa.
Olahraga dan seni, menurutnya, memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan berjiwa kompetitif.
Nilai penting kompetisi tidak hanya terletak pada hasil akhir, tetapi juga pada proses yang dijalani peserta.
Kejujuran saat bertanding, kedisiplinan mengikuti aturan, serta kemampuan menerima kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari pendidikan karakter.
Melalui kompetisi, siswa belajar menghadapi tantangan, menghargai kemampuan orang lain, dan menerima hasil pertandingan secara sportif.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti di arena perlombaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menyatukan Olahraga, Seni, dan Kebersamaan
Ketua KKM MTs Al-Ittihad, Hj. Nunuk Sugiarti, menegaskan bahwa olahraga dan seni memiliki nilai pendidikan yang saling melengkapi.
Olahraga mengajarkan kejujuran dan kedisiplinan, sedangkan seni menumbuhkan kreativitas serta kepekaan rasa.
“Dalam olahraga ada nilai kejujuran, dalam seni ada keindahan rasa. Porseni hadir bukan untuk memisahkan kita menjadi pemenang dan yang kalah, melainkan untuk menyatukan kita dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.
Nunuk juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, para wakil kepala madrasah bidang kesiswaan, guru pembina, ofisial, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap Porseni menjadi momentum untuk memperkuat semangat berprestasi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.
“Sebagaimana semangat Porseni Jawa Timur, kita ingin mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia,” tuturnya.
Enam Cabang Olahraga dan Beragam Lomba Seni
Suasana pembukaan berlangsung meriah ketika kontingen peserta berbaris di halaman madrasah.
Yel-yel Porseni 2026 menggema, membangkitkan semangat para siswa yang siap mengikuti berbagai perlombaan.
Ketua panitia, Ribut Iswanto, M.Pd., turut menyemangati peserta melalui seruan, “Porseni 2026, hebat! KKM MTs Al-Ittihad, jaya luar biasa!”

Ribut juga mengapresiasi keterlibatan para pembina OSIM, dewan guru, serta siswa OSIM-MPK dan Palang Merah Remaja (PMR) yang membantu pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kepanitiaan menjadi kesempatan untuk belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial.
Pengalaman tersebut diharapkan membentuk pribadi yang memiliki empati dan kepekaan terhadap lingkungan.
Porseni 2026 mempertandingkan enam cabang olahraga, yakni bulu tangkis, bola voli, futsal, tenis meja, atletik, dan catur.
Sementara itu, cabang seni dan keterampilan meliputi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), tahfiz, kaligrafi, pidato tiga bahasa, menyanyi (singer), pencak silat Pagar Nusa, dan vlog.
Keragaman cabang perlombaan memberikan ruang bagi siswa dengan minat dan kemampuan berbeda untuk menunjukkan potensi mereka.
Selain mengasah kemampuan fisik, kegiatan ini mendorong kreativitas, keterampilan berkomunikasi, dan kepercayaan diri.
Para ofisial dan wakil kepala madrasah bidang kesiswaan dari masing-masing madrasah turut mendampingi peserta untuk membantu menjaga kesiapan, kesehatan, dan kondisi fisik selama kompetisi berlangsung.
Menyiapkan Generasi Madrasah Berprestasi

Melalui Porseni 2026, KKM MTs Al-Ittihad berharap dapat menemukan dan mengembangkan bibit-bibit unggul yang mampu meraih prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Namun, keberhasilan kegiatan ini tidak semata-mata diukur dari jumlah medali atau siapa yang keluar sebagai juara.
Pengalaman berkompetisi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar menghadapi tantangan, menghargai proses, dan membangun hubungan yang sehat dengan sesama peserta.
Pendidikan tidak cukup hanya membekali siswa dengan pengetahuan akademik.
Pembentukan karakter, pengembangan kreativitas, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi masa depan.
Pembukaan Porseni KKM MTs Al-Ittihad 2026 ditandai dengan pemukulan gong, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama para tamu undangan, pengawas madrasah, kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kesiswaan, ofisial, dan perwakilan peserta.
Melalui kegiatan tersebut, KKM MTs Al-Ittihad berharap semangat berprestasi dan kebersamaan terus tumbuh di kalangan siswa.
Porseni diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga membentuk generasi yang menjunjung kejujuran, menghargai perbedaan, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.(ROF)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.