Langsung ke konten
Selasa, 13 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Sinergi Bappeda dan Statistika UB Petakan Potensi Ekraf 5 Kecamatan di Kota Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: paya memperkuat sektor ekonomi kreatif (Ekraf) di Kota Malang terus digenjot melalui kolaborasi lintas sektor.

foto bersama jajaran Bidang Litbang Bappeda Kota Malang dan tim akademisi UB.

foto bersama jajaran Bidang Litbang Bappeda Kota Malang dan tim akademisi UB. (Foto: Istimewa)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif (Ekraf) di Kota Malang terus digenjot melalui kolaborasi lintas sektor. Departemen Statistika Universitas Brawijaya (UB) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang baru saja memaparkan hasil riset mendalam terkait analisis pemetaan klaster spasial Ekraf. Pemaparan ini dilangsungkan di kantor Bappeda Kota Malang.

Kolaborasi Akademik dan Pemerintah untuk Pembangunan Kota Malang

Suasana diskusi interaktif pemetaan klaster Ekraf antara Bappeda Kota Malang dan Departemen Statistika UB.
Suasana diskusi interaktif pemetaan klaster Ekraf antara Bappeda Kota Malang dan Departemen Statistika UB. (Foto: Istimewa)

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh tujuh perwakilan dari Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Kota Malang serta lima delegasi dari Departemen Statistika UB yang terdiri atas empat dosen dan satu mahasiswa. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Litbang Bappeda Kota Malang, Yogi Handoyo Waseso, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, Yogi menyampaikan apresiasi dan pandangan positifnya terhadap keterlibatan aktif institusi pendidikan tinggi.

“Kami sangat menyambut positif kontribusi aktif perguruan tinggi dalam memberikan masukan berbasis riset ilmiah bagi penyusunan kebijakan publik di Kota Malang,” ujar Yogi saat membuka diskusi.

Baca juga: Selaraskan Visi dan Misi, SMAN 6 Kota Malang Perkuat Arah Pengembangan Sekolah

Baca juga: Kolaborasi UB dan BRIN Dorong Pengembangan Material Fungsional Berkelanjutan Berbasis Biomassa

Senada dengan hal tersebut, Statistisi Muda Bappeda Kota Malang, Riza Saadiah, S.Si., M.Si., mengungkapkan bahwa sektor Ekraf memegang peranan krusial sebagai penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Ia menyebutkan bahwa sektor ini menjadi salah satu indikator kinerja utama Wali Kota Malang. Saat ini, Bappeda dan BPS Kota Malang juga tengah berkolaborasi melalui Program Kelurahan Cantik (Kelurahan Cinta Statistik) dengan menggandeng mahasiswa UB dan UM untuk menghimpun data kuesioner perhitungan PDRB Ekraf.

“Saat ini hasil Perhitungan PDRB Ekraf Kota Malang masih dalam tahap penyusunan laporan akhir. Kami berharap penelitian bersama dosen Departemen Statistika ini dapat memperkaya analisis hasil lapangan terkait Ekraf di Kota Malang,” tutur Riza.

Pemetaan Klaster Spasial Ekonomi Kreatif Berbasis Riset

Pemaparan hasil analisis spasial lima kecamatan di Kota Malang.
Pemaparan hasil analisis spasial lima kecamatan di Kota Malang. (Foto: Istimewa)

Memasuki sesi inti, perwakilan dosen Departemen Statistika UB, Rahma Fitriani, S.Si., M.Sc., Ph.D., memaparkan hasil riset pemetaan wilayah yang mencakup lima kecamatan di Kota Malang selama kurun waktu empat tahun (2022–2025). Berdasarkan analisis spasial tersebut, wilayah Kota Malang dikelompokkan ke dalam dua klaster utama yang saling melengkapi.

“Klaster 1 meliputi Kecamatan Klojen dan Lowokwaru yang merupakan pusat kampus dan industri. Sedangkan Klaster 2 mencakup Blimbing, Kedungkandang, dan Sukun yang masih membutuhkan penguatan kapasitas industri,” jelas Rahma di hadapan para peserta rapat.

Iklan

Pihak Bappeda menilai hasil riset ini sangat akurat dan merefleksikan kondisi riil di lapangan serta karakteristik 17 subsektor Ekraf yang ada. Klaster 1 diidentifikasi sebagai kawasan pusat aktivitas ekonomi digital—termasuk pengembang aplikasi dan gim—serta didominasi oleh sektor kuliner. Sementara itu, untuk wilayah Kedungkandang di Klaster 2, Rahma menambahkan bahwa kawasan tersebut memiliki modal besar berupa ketersediaan lahan dan potensi sumber daya manusia yang siap dikembangkan guna menopang kegiatan industri kreatif.

Tantangan Dinamika Data dan Penguatan Keberlanjutan Program (SDGs)

Penjelasan detail pembagian klaster wilayah pendukung ekonomi kreatif.
Penjelasan detail pembagian klaster wilayah pendukung ekonomi kreatif. (Foto: Istimewa)

Di tengah pemaparan, diskusi juga menyoroti tantangan di lapangan, terutama terkait dinamika pelaku usaha yang tinggi serta adanya sebagian pelaku Ekraf yang sudah tidak aktif beroperasi. Guna mengatasi hambatan tersebut, mahasiswa Sains Data UB yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Bappeda Kota Malang turut dilibatkan untuk memetakan ulang persebaran data mentah (raw data) hasil riset Bappeda tahun 2025 agar informasi yang disajikan tetap mutakhir.

Menanggapi pentingnya pembaruan data secara berkelanjutan, Zakaria, S.AP., M.AP., selaku Perencana Muda Subkoor Inovasi dan Daya Saing Daerah Bappeda, mengusulkan agar analisis spasial Ekraf ini diagendakan secara berkala. Ia juga menyarankan pembentukan forum khusus guna mendiskusikan temuan-temuan riset secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, pemetaan potensi Ekraf ini dinilai selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pendekatan wilayah yang diusung mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 11 mengenai Kota dan Permukiman Berkelanjutan. Sinergi erat antara pemerintah daerah, akademisi, dan mahasiswa ini juga menjadi wujud nyata implementasi SDG 17 terkait Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Diskusi ditutup secara resmi oleh Yogi Handoyo Waseso yang menegaskan komitmen Bappeda Kota Malang dalam membuka diri terhadap hasil riset perguruan tinggi maupun masukan dari mahasiswa PKL. Ia berharap kolaborasi berkelanjutan ini mampu melahirkan kebijakan yang tepat sasaran demi memajukan ekonomi kreatif dan pembangunan Kota Malang ke depan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.