PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM : Keprihatinan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang mewarnai Podcast JAWARA (Jagongan Wakil Rakyat) Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan di Kafe Tawatu, Pandaan, Minggu (18/10/2026).
Berlangsung pagi di bawah pohon durian, dialog podcast jawara dengan JatimSatuNews menjadi ruang bagi para wakil rakyat untuk menyuarakan kepedulian terhadap keselamatan relawan dan dampak kebakaran bagi masyarakat, serta pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam penanganan bencana.
Tiga anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiyanto, Laili Qomariyah, dan Eko Suryono, menyampaikan keprihatinan atas kebakaran yang melanda kawasan Arjuno-Welirang.
Baca juga: Podcast JAWARA: Solusi Irigasi Kabupaten Pasuruan dari Komisi III DPRD
Ketiganya mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat dan relawan yang berjuang memadamkan api, sekaligus meminta pemerintah daerah segera memperkuat dukungan penanganan di lapangan.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiyanto, mengungkapkan bahwa sebelum berangkat podcast dirinya telah memberangkatkan sekitar 200 orang ke lokasi Karhutla Arjuno Welirang berupaya pemadaman kebakaran.
Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari masyarakat Ledug kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan, Masyarakat Peduli Api, petugas Taman Hutan Raya (Tahura), tokoh masyarakat, pengurus RW dan RT, hingga para relawan.
Sugiyanto mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang secara sukarela turun membantu pemadaman. Namun, ia menilai upaya tersebut membutuhkan dukungan yang lebih kuat dari pemerintah daerah agar penanganan kebakaran dapat berjalan optimal.
“Saya berharap Bupati Kabupaten Pasuruan melalui dinas terkait dan BPBD mengutus personelnya untuk bersama-sama memadamkan api. Dampak kebakaran ini luar biasa,” ungkap Sugiyanto.
Ia menyoroti dampak kebakaran yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen. Sejumlah pipa jaringan air bersih dilaporkan mengalami kerusakan akibat terpapar kobaran api, sehingga mengganggu distribusi air kepada warga.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena jaringan tersebut merupakan bagian penting dari pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Menurut Sugiyanto, kebakaran hutan tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kehidupan warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
“Kalau selama ini alam sudah menyediakan oksigen dan air dari sumber mata air alami untuk kita nikmati, sekarang hutan kita sedang menangis. Karena itu, masyarakat harus turut serta dalam upaya pemadaman,” tuturnya.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh elemen terkait untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan.
Senada anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Laili Qomariyah mengaku sedih melihat bencana kebakaran hutan, terlebih setelah adanya kabar korban jiwa dalam peristiwa karhutla di kawasan Gunung Bromo.
“Saya merasakan sedih, sampai rasanya ingin menangis. Semoga api bisa segera dipadamkan dan para relawan yang bertugas diberikan keselamatan. Jangan sampai ada korban lagi seperti yang terjadi di Gunung Bromo,” ungkap Laili.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla senantiasa mengutamakan keselamatan. Perjuangan para relawan yang berada di garis depan, menurutnya, perlu mendapatkan dukungan dan perhatian dari semua pihak.
Ning Laili juga berharap upaya pemadaman berjalan lancar sehingga kebakaran tidak semakin meluas dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan lingkungan yang lebih besar.
Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Eko Suryono, menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dalam kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo juga di belahan lain Indonesia.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam terhadap korban karhutla Bromo juga daerah lain Indonesia , seperti Sumatera Kalimantan,” ujarnya
Khusus untuk relawan yang berangkat hari ini ke Arjuno Welirang Eko Suryono menyampaikan doa
“Semoga penanganan kebakaran di Arjuno-Welirang berjalan lancar, api segera bisa dipadamkan, dan seluruh petugas maupun relawan diberikan keselamatan,” ujar Eko.
Eko juga berharap pihaknya dapat melihat langsung kondisi di lapangan dalam waktu dekat, apabila situasi memungkinkan. Menurutnya, kebakaran hutan bukan persoalan baru sehingga diperlukan langkah mitigasi yang lebih terencana dan berkelanjutan.
“Ini bukan hal baru. Semoga kita bisa melakukan mitigasi bencai, memetakan persoalan agar tidak ada lagi Karhutla. Dalam hal ini, kami menyampaikan duka cita untuk Republik Indonesia,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya evaluasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi karhutla agar penanganan pada masa mendatang dapat dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, serta mampu meminimalkan risiko bagi petugas dan masyarakat.
Bagi Eko Suryono Peristiwa tersebut mengingatkan bahwa kelestarian hutan berkaitan erat dengan keselamatan manusia, ketersediaan air bersih, serta keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Melalui dialog tersebut, Sugiyanto, Laili Qomariyah, dan Eko Suryono menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Pasuruan segera memperkuat keterlibatan dalam penanganan karhutla melalui perangkat daerah terkait, BPBD, petugas kehutanan, relawan, dan masyarakat.
Mereka juga menekankan pentingnya memastikan keselamatan seluruh personel yang bertugas, melindungi jaringan air bersih warga, serta mencegah kebakaran meluas.
Bagi para anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan perjuangan relawan. Diperlukan sinergi dan langkah nyata seluruh pihak agar kebakaran segera terkendali, masyarakat terlindungi, dan kelestarian hutan Arjuno-Welirang tetap terjaga.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.