TANGERANG SELATAN | JATIMSATUNEWS.COM: Air merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai aktivitas masyarakat membutuhkan air dengan kualitas yang baik, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga kegiatan industri. Namun, kualitas air dapat terganggu oleh berbagai jenis pencemar, salah satunya limbah yang mengandung zat warna. Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan lingkungan yang mendorong berbagai upaya untuk mencari alternatif pengolahan limbah secara berkelanjutan.
Salah satu metode yang banyak dikaji dalam pengolahan limbah adalah adsorpsi. Secara sederhana, adsorpsi merupakan proses penjerapan suatu zat pada material tertentu. Material yang digunakan sebagai adsorben memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan zat pencemar sehingga berpotensi membantu mengurangi kandungan pencemar dalam suatu larutan.
Hal tersebut menjadi topik penelitian yang dipelajari dalam kegiatan magang di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Siti Fadhilah Nur Cahyani (NPM 24037010028), mahasiswa Program Studi Fisika, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, turut terlibat dalam kegiatan riset di lingkungan BRIN selama enam bulan, terhitung sejak 18 Agustus 2026 hingga 11 Januari 2027. Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Pardi Sampe Tola, Ph.D. selaku pembimbing lapangan dan Nailul Hasan, Ph.D. selaku dosen pembimbing.
Selama pelaksanaan magang, kegiatan yang dilakukan tidak hanya berkaitan dengan proses di laboratorium. Penulis juga mempelajari literatur, memahami prosedur penelitian, menyiapkan bahan, melakukan berbagai perlakuan terhadap sampel, serta mencatat setiap tahapan kegiatan. Rangkaian tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana sebuah penelitian dikembangkan secara bertahap dengan memperhatikan ketelitian pada setiap prosesnya.

Mengenal Potensi Material dalam Menangkap Polutan
Dalam proses adsorpsi, pemilihan bahan menjadi salah satu bagian penting. Setiap bahan memiliki sifat yang berbeda sehingga kemampuan dalam menyerap zat pencemar juga dapat berbeda. Karena itu, berbagai bahan penyerap terus dikaji untuk melihat potensinya dalam membantu mengolah limbah.
Bagi penulis, keterlibatan dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman untuk melihat secara langsung bagaimana konsep yang sebelumnya dipelajari melalui perkuliahan diterapkan dalam lingkungan penelitian. Proses di laboratorium juga menunjukkan bahwa penelitian tidak hanya berbicara mengenai hasil akhir, tetapi merupakan rangkaian proses yang membutuhkan ketelitian agar setiap tahapan dapat dilakukan dengan baik dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Pardi Sampe Tola, Ph.D. selaku pembimbing lapangan berharap riset ini tidak berhenti pada tahap penelitian di laboratorium, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi dalam mencari alternatif pengolahan limbah yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Kami berharap riset ini tidak berhenti pada tahap penelitian di laboratorium, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi dalam mencari alternatif pengolahan limbah yang lebih baik dan berkelanjutan. ” ujarnya.
Riset mengenai bahan penyerap tersebut memiliki keterkaitan dengan persoalan pencemaran air. Meskipun masih berada pada tahap penelitian, kajian ini menjadi salah satu upaya untuk melihat potensi bahan dalam mendukung pengolahan limbah. Penerapannya tetap membutuhkan pengujian dan pengembangan lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas, keamanan, serta kemungkinan penggunaannya dalam kondisi nyata.
Kajian tersebut juga sejalan dengan SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, terutama dalam upaya mendukung peningkatan kualitas air dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Di sisi lain, kegiatan magang di BRIN turut mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas karena memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lingkungan penelitian. Selain menambah pengetahuan mengenai bahan dan proses adsorpsi, kegiatan ini juga melatih ketelitian, kedisiplinan, kemampuan mengikuti prosedur, serta tanggung jawab dalam menjalankan penelitian.
Bagi penulis, kegiatan magang di BRIN menjadi pengalaman berharga untuk mengenal dunia riset secara lebih dekat sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Ke depan, kajian mengenai bahan penyerap diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga membuka peluang bagi teknologi pengolahan limbah yang bermanfaat bagi lingkungan.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya Pardi Sampe Tola, Ph.D. selaku pembimbing lapangan dan Nailul Hasan, Ph.D. selaku dosen pembimbing, atas arahan, ilmu, dan kesempatan yang diberikan selama kegiatan magang.
Penulis: Siti Fadhilah Nur Cahyani


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.