Langsung ke konten
Rabu, 21 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Debat Terbuka Calon Ketua OSIS dan MPK SMAN 6 Malang Fokus pada Gagasan Solutif

Ajang Demokrasi Sekolah Tanpa Adu Argumen MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Suasana lapangan SMA Negeri 6 Kota Malang tampak berbeda dari hari-hari biasanya pada

Ratusan siswa SMAN 6 Kota Malang memadati area lapangan sekolah untuk mengikuti jalannya debat terbuka calon Ketua OSIS dan MPK

Ratusan siswa SMAN 6 Kota Malang memadati area lapangan sekolah untuk mengikuti jalannya debat terbuka calon Ketua OSIS dan MPK (Foto: Humas SMAN 6 Kota Malang)

Ajang Demokrasi Sekolah Tanpa Adu Argumen

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Suasana lapangan SMA Negeri 6 Kota Malang tampak berbeda dari hari-hari biasanya pada Selasa, 20 Oktober 2026. Ratusan siswa memadati area sekolah guna menyaksikan secara langsung jalannya debat terbuka calon Ketua OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) periode 2026–2027. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai ruang strategis bagi para kandidat untuk memaparkan visi, misi, serta program kerja unggulan mereka sebelum pemilihan umum tingkat sekolah dilangsungkan.

Menariknya, format debat yang diusung tahun ini terbilang unik karena tidak menghadirkan sesi saling serang atau adu argumen antar-kandidat. Pihak panitia sengaja menerapkan metode tanya jawab terarah, di mana para peserta diberi kesempatan penuh untuk menjawab pertanyaan mendalam yang datang langsung dari jajaran dewan guru, perwakilan siswa, serta pengurus OSIS dan MPK demisioner.

Baca juga: Gilas Pesaing Se-Jawa-Bali, Siswa SMAN 6 Kota Malang Sabet Medali Silver Kejuaraan Barongsai

Baca juga: Banggakan SMAN 6 Kota Malang, Nabilla Putri Natasya Sabet Medali Perunggu Olimpiade Matematika Nasional

Salah satu panitia penyelenggara, Fawwaz, menjelaskan bahwa pemilihan format tersebut bertujuan agar setiap kandidat dapat menyampaikan gagasan secara utuh dan substansial.

“Format ini kami pilih agar setiap kandidat bisa menyampaikan gagasannya secara utuh tanpa terjebak pada saling serang argumentasi. Fokusnya pada kualitas ide dan kesiapan mereka memimpin organisasi,” ujar Fawwaz di sela-sela kegiatan.

Suasana para kandidat saat memaparkan gagasan dan program kerja dalam forum debat tanpa adu argumen
Suasana para kandidat saat memaparkan gagasan dan program kerja dalam forum debat tanpa adu argumen (Foto: Humas SMAN 6 Kota Malang)

Deretan Kandidat dan Ragam Isu Strategis Organisasi

Pesta demokrasi sekolah kali ini diikuti oleh enam kandidat potensial yang terbagi kedalam bursa calon Ketua OSIS dan Ketua MPK. Untuk posisi calon Ketua OSIS, nomor urut 1 diisi oleh Nathania Dewi dari kelas XI-4, disusul Bima Riski dari kelas X-3 pada nomor urut 2, serta Talita dari kelas XI-7 di nomor urut 3. Sementara itu, bursa calon Ketua MPK diramaikan oleh Gita Amalia (XI-10) dengan nomor urut 1, Fatha (X-10) di nomor urut 2, dan Aimar Fadila (XI-5) pada nomor urut 3.

Dalam sesi tanya jawab, berbagai isu krusial mengemuka ke permukaan, mulai dari strategi konkret dalam meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, tata kelola anggaran organisasi yang transparan, hingga cara membangun komunikasi yang harmonis antara pengurus organisasi dan pihak sekolah. Para siswa terlihat sangat antusias melontarkan pertanyaan kritis, khususnya mengenai transparansi program kerja serta bentuk responsivitas para calon terhadap aspirasi dari setiap kelas.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 6 Kota Malang, Ucik Agusti, yang turut hadir memantau jalannya acara, memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan debat terbuka tersebut. Menurutnya, ajang ini merupakan sarana pembelajaran politik dan demokrasi yang sangat ideal bagi para siswa di lingkungan sekolah.

Iklan

“Melalui forum ini, siswa belajar bagaimana proses demokrasi berjalan, bagaimana menyampaikan aspirasi, dan bagaimana memilih pemimpin yang tepat. Kami berharap para kandidat mampu menjawab tantangan ini dengan gagasan yang matang,” ungkap Ucik Agusti.

Komitmen Melahirkan Generasi Pemimpin

Berintegritas
Para kandidat tampak memanfaatkan durasi forum dengan sangat optimal untuk meyakinkan para calon pemilih. Mayoritas dari mereka menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara OSIS dan MPK, keterbukaan akses informasi publik di lingkup sekolah, serta perumusan program kerja yang benar-benar berpihak pada kebutuhan riil siswa. Beberapa kandidat bahkan mengusulkan pembuatan kanal digital khusus serta forum diskusi rutin guna memudahkan penyaluran aspirasi siswa.

Setelah rangkaian debat terbuka ini selesai, seluruh kandidat dijadwalkan untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan hingga puncaknya pada agenda pemungutan suara yang melibatkan seluruh warga SMAN 6 Kota Malang. Pihak panitia menargetkan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi sebagai tolok ukur utama keberhasilan pendidikan demokrasi di sekolah.

“Kami ingin pemilihan tahun ini tidak hanya menjadi ajang mencari suara, tetapi juga momentum bagi seluruh siswa untuk terlibat aktif dalam kehidupan sekolah,” pungkas anggota panitia tersebut.

Melalui suasana kegiatan yang berlangsung tertib, kondusif, dan penuh semangat kekeluargaan, SMAN 6 Kota Malang kembali membuktikan komitmen nyatanya dalam mencetak generasi muda yang kritis, berintegritas tinggi, serta siap menjadi pemimpin masa depan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.