Langsung ke konten
Minggu, 4 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Bekali Mahasiswa Tembus Program Internasional, UIN Malang Gelar Sharing Session YSEALI

Pesan tersebut mengemuka dalam Sharing Session “Bridging Futures: YSEALI – US Mobility Mentoring Program” yang digelar Universitas Islam Negeri Maulana Malik

Dokumentasi bersama, Aula Ged. C UIN Malang

Dokumentasi bersama, Aula Ged. C UIN Malang (Foto: Humas UIN Malang)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Peluang mengikuti program internasional tidak cukup hanya dengan mengetahui informasi pendaftaran. Mahasiswa perlu memiliki profil, pengalaman, kemampuan komunikasi, serta strategi aplikasi yang mampu menunjukkan kesiapan mereka bersaing di tingkat global.

Pesan tersebut mengemuka dalam Sharing Session “Bridging Futures: YSEALI – US Mobility Mentoring Program” yang digelar Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Jumat, 3 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat peluang mobilitas internasional, khususnya program yang membuka akses pengalaman dan jejaring di Amerika Serikat.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Prof. Dr. H. Trio Supriyatno. Turut hadir Wakil Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Dr. Begum Fauziyah, Kepala International Office UIN Malang, Faridatun Nikmah, M.Pd., serta Kepala Career Development Center (CDC), Dr. Ahmad Ghozi.

Baca juga: FTIK UIN Malang Perkuat Internasionalisasi, Sambut Delegasi Universiti Malaya dalam International Program

Baca juga: Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UIN Malang Tampil di Borneo International Academic Forum 2026, Raih Dua Penghargaan

Sharing session tersebut menghadirkan Barry A., dari United In Diversity Civic Engagement YSEALI AFP–University of Nebraska, dan Kauna Bismie Abargiel, YSEALI AFP–Northern Arizona University, yang berbagi pengalaman mengenai program kepemudaan dan mobilitas internasional.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI), sebuah inisiatif yang memberikan ruang bagi generasi muda Asia Tenggara untuk mengembangkan kepemimpinan, membangun jejaring, serta memperoleh pengalaman melalui berbagai program pengembangan kapasitas.

Namun, pembahasan tidak berhenti pada pengenalan program.

Para narasumber juga mengajak mahasiswa memahami hal-hal yang perlu dipersiapkan jauh sebelum mengirimkan aplikasi. Mulai dari membangun profil diri, memperkuat pengalaman organisasi dan kegiatan sosial, meningkatkan kemampuan komunikasi, hingga menyusun aplikasi yang mampu memperlihatkan relevansi pengalaman dengan program yang dituju.

Iklan

Pengalaman para narasumber menjadi bagian penting dalam sesi mentoring tersebut. Mahasiswa mendapatkan gambaran bahwa kesiapan mengikuti program internasional tidak dibangun secara instan ketika pendaftaran dibuka, melainkan melalui proses panjang dalam mengembangkan kompetensi, pengalaman, jejaring, dan kemampuan mengenali potensi diri.

Bagi UIN Malang, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas akses mahasiswa terhadap informasi dan kesempatan pengembangan diri di tingkat internasional.

Kolaborasi antara International Office, fakultas, dan Career Development Center (CDC) menjadi salah satu upaya untuk membangun dukungan yang lebih terintegrasi, sehingga mahasiswa tidak hanya mengetahui adanya peluang internasional, tetapi juga memperoleh bekal untuk mempersiapkan diri secara lebih terarah.

Melalui Sharing Session “Bridging Futures”, mahasiswa UIN Malang didorong untuk mulai membangun rekam pengalaman dan kompetensi global sejak di bangku kuliah. Sebab, kesempatan internasional tidak hanya membutuhkan keberanian untuk mendaftar, tetapi juga kesiapan untuk menunjukkan siapa diri mereka, pengalaman yang dimiliki, dan kontribusi yang dapat diberikan.

Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan semakin siap memanfaatkan berbagai peluang akademik, kepemudaan, mobilitas, dan pengembangan kapasitas internasional sekaligus membawa pengalaman global tersebut kembali untuk memberi kontribusi bagi kampus dan masyarakat.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.