Langsung ke konten
Rabu, 12 Agustus 2026
Headline 3 Pilihan Target John Herdman Bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Daerah

KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 02 Dorong Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Solusi Berkelanjutan di Desa Kedungmegarih, Dihadiri Rektorat dan Jajaran LPPM UPN Veteran Jawa Timur

 

Dokumentasi Kegiatan KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 02 Dorong Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Solusi Berkelanjutan di Desa Kedungmegarih, Dihadiri Rektorat dan Jajaran LPPM UPN Veteran Jawa Timur

LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM : Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok
02 Desa Kedungmegarih, Kecamatan Kembangbahu,
Kabupaten Lamongan, melaksanakan rangkaian kegiatan sosialisasi dan workshop
yang berfokus pada pemanfaatan potensi serta pengelolaan limbah pertanian di tingkat masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi
bagian dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan solusi yang aplikatif
dan sesuai dengan kondisi serta potensi lokal Desa Kedungmegarih.

Dua kegiatan
utama yang dilaksanakan yaitu Workshop Pembuatan Briket dari Sekam
Padi dan sosialisasi
“Mengolah Limbah Organik Menjadi Solusi Pupuk untuk Pertanian”. Kedua kegiatan
tersebut mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya
dalam pengelolaan limbah pertanian dan peningkatan kualitas pertanian secara berkelanjutan.

Mengubah
Sekam Padi Menjadi
Energi Bernilai Guna

Melalui
Workshop Pembuatan Briket dari Sekam Padi, mahasiswa KKN Kelompok 02
memperkenalkan pemanfaatan sekam
dan jerami padi yang selama
ini berpotensi menjadi limbah menjadi bahan bakar alternatif
berupa briket.

Dalam materi
workshop dijelaskan bahwa sekam padi merupakan kulit terluar yang terpisah
dalam proses penggilingan gabah. Jumlahnya dapat mencapai sekitar 20–30 persen
dari berat gabah dan memiliki karakteristik berupa kandungan karbon yang cukup
tinggi, mudah terbakar, serta tersedia melimpah
setiap musim panen. Kondisi tersebut
menunjukkan bahwa sekam padi
memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi biomassa.

Permasalahan muncul
ketika limbah pertanian seperti sekam dan jerami masih
dibakar secara terbuka atau
dibiarkan menumpuk tanpa pemanfaatan optimal. Praktik tersebut dapat
menimbulkan pencemaran udara, meningkatkan emisi gas rumah kaca, berpotensi
menyebabkan kebakaran dan gangguan kesehatan, sekaligus menghilangkan peluang
untuk mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui workshop
tersebut, masyarakat diperkenalkan pada konsep briket
sebagai bahan bakar padat yang dibuat dari arang hasil
karbonisasi limbah organik, seperti sekam dan jerami padi, yang kemudian
dicampur dengan perekat dan dicetak.

Tidak berhenti
pada aspek lingkungan, pemanfaatan sekam padi menjadi briket
juga memiliki potensi
ekonomi. Materi workshop menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku yang
melimpah, proses produksi yang relatif sederhana, serta adanya kebutuhan
terhadap bahan bakar ramah lingkungan membuka peluang pengembangan usaha
masyarakat. Potensi pasarnya mencakup rumah tangga, UMKM kuliner, pedagang sate
dan BBQ, industri kecil hingga kebutuhan pasar ekspor.

Kegiatan
ini turut dihadiri oleh Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur beserta jajaran Wakil
Rektor dan jajaran LPPM, sehingga menjadi salah satu momentum penting yang
menunjukkan dukungan perguruan tinggi
terhadap pengembangan potensi
masyarakat desa melalui
program KKN.

Limbah Organik
Menjadi Solusi bagi Pertanian

Selain mengembangkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai energi alternatif, Kelompok 02 juga
menghadirkan sosialisasi “Mengolah Limbah Organik Menjadi Solusi Pupuk untuk Pertanian.”

Kegiatan
ini berangkat dari pentingnya bahan organik dalam menjaga kesuburan tanah.
Tanaman membutuhkan unsur
hara makro seperti
nitrogen, fosfor, dan kalium serta
unsur mikro secara seimbang.
Dalam prosesnya, mikroorganisme berperan menguraikan limbah organik menjadi
unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman. Bahan organik juga berperan dalam
membuat tanah lebih gembur, meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air, dan
mendukung penyerapan unsur hara oleh akar.

Sosialisasi juga memberikan pemahaman mengenai dampak penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus tanpa diimbangi
penambahan bahan organik. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas
tanah, antara lain tanah menjadi lebih padat dan keras, berkurangnya
mikroorganisme tanah, serta menurunnya pH tanah.

Sebagai
bentuk penerapan, mahasiswa memperkenalkan pengolahan limbah organik menjadi
kompos dengan metode komposter ember
bertumpuk. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai ciri kompos yang
berhasil, yaitu berwarna coklat kehitaman, berbau seperti tanah, memiliki
tekstur gembur dan remah, mudah hancur ketika diremas, serta memiliki suhu yang
telah sama dengan suhu lingkungan.

Hasil pengolahan tersebut tidak hanya
menghasilkan kompos padat.
Air lindi yang dihasilkan
juga dapat dimanfaatkan setelah melalui
proses fermentasi. Dalam
materi sosialisasi, air lindi
atau POC difermentasi dalam botol tertutup selama 1–2 minggu hingga matang,
kemudian diencerkan menggunakan air bersih dengan perbandingan 1:10 sebelum
diaplikasikan pada tanah atau pangkal tanaman secara berkala.

KKN sebagai Upaya Mengubah Potensi
Menjadi Solusi

Rangkaian
kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok
02 Desa Kedungmegarih tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada upaya membangun
kesadaran masyarakat terhadap potensi yang berada di lingkungan sekitar.

Sekam dan jerami yang sebelumnya dipandang sebagai limbah diperkenalkan sebagai bahan baku
energi alternatif yang berpotensi memiliki nilai ekonomi. Sementara itu, limbah
organik rumah tangga dan pertanian diarahkan untuk kembali dimanfaatkan sebagai
sumber bahan organik yang dapat mendukung kesuburan tanah.

Dengan
demikian, kedua workshop tersebut memiliki satu benang merah: mengubah limbah
menjadi nilai guna. Pengelolaan sekam
padi diarahkan pada pemanfaatan energi
alternatif dan peluang
ekonomi masyarakat, sedangkan pengolahan limbah organik diarahkan untuk
mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, KKN Kelompok
02 Desa Kedungmegarih berupaya menghadirkan
gagasan bahwa persoalan lingkungan dan pertanian tidak selalu harus
diselesaikan dengan sesuatu yang baru dari luar desa. Sebaliknya, potensi yang
telah tersedia di desa dapat diolah menjadi solusi apabila dikelola dengan
pengetahuan, teknologi sederhana, dan pendampingan yang tepat.

Pada akhirnya,
keberadaan mahasiswa KKN di Desa Kedungmegarih diharapkan tidak berhenti pada
pelaksanaan kegiatan selama masa pengabdian. Lebih jauh, kegiatan tersebut
menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat agar mampu melihat limbah bukan
sekadar sesuatu yang harus
dibuang, melainkan sebagai
sumber daya yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, pertanian, dan perekonomian masyarakat
desa.

Penulis :  Kelompok 2 KKN Lamongan 2026 UPN “Veteran” Jawa Timur