Langsung ke konten
Minggu, 6 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

Hadirkan Kebahagiaan Warga Bangajang, UM BBM Kebonwaris Gelar Berbagai Lomba

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM : Tawa riang anak-anak memecah keheningan Dusun Bangajang, Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Bukan tanpa sebab, kebahagian itu lahir dari berbagai macam rangkaian lomba yang direncanakan oleh mahasiswa UM BBM 2026 sebagai salah satu program kerja mereka di desa tersebut. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk perlombaan ini bukan hanya sekadar ajang hiburan semata, melainkan wadah bagi mahasiswa untuk merajut kedekatan dengan Masyarakat sekaligus mengasah jiwa sosial Dusun Bangajang, khususnya generasi muda. Sambutan hangat pun mengalir dari warga sekitar yang antusias dalam menyambut kehadiran program kerja ini di tengah-tengah mereka.

Rangkaian perlombaan resmi dibuka dengan lomba lari yang dilaksanakan pada 1 Juli 2026. Sebanyak 19 anak Dusun Bangajang turut serta, berlomba adu cepat menyusuri lintasan dengan semangat yang membara di jiwa mudanya. Agar persaingan berjalan dengan adil, panitia membagi peserta ke dalam dua kategori berdasarkan tinggi badan, yakni kategori 112- 137 cm dan kategori 141 – 155 cm. Dari kedua kategori tersebut, terpilihlah juara I,II, dan III yang kemudian diberikan hadiah sebagai bentuk aspirasi atas kerja keras dan semangat pantang menyerah mereka selama berlomba. Sorak -sorai dan tepuk tangan mengiringi setiap momen ketika para pemenang maju untuk diberikan hadiah, seolah menjadi bukti bahwa kebahagiaan dan kegembiraan ini tidak mengenal usia. 

Gairah semangat anak-anak Dusun bangajang rupanya semakin membara. Berbekal desakan dan rasa antusiasme yang tinggi, anak-anak Dusun Bangajang meminta agar mahasiswa UM BBM Kembali menggelar lomba lanjutan. Permintaan itu pun disambut baik dengan dihadirkannya dua permainan tradisional sekaligus, yakni bola beracun dan gobak sodor.

Berbeda dengan lomba lari, kali ini antusiasme warga tampak semakin membludak. Empat kelompok pun terbentuk, dengan masing- masing kelompok beranggotakan lima anak. Sistem pertandingan digelar secara bertahap, di mana seluruh kelompok lebih dulu diadu dalam permainan bola beracun, sebelum para finalis yang lolos Kembali diuji ketangkasan lewat gobak sodor hingga akhirnya melahirkan tiga kelompok terbaik. 

Iklan

Riuh tawa dan teriakan semangat mewarnai setiap sesi permainan, anak-anak berlarian menghindari lemparan bola, berkelit lincah ke sana kemari, sembari sesekali terjatuh dan Kembali bangkit dengan tawa lebar. Suasana malam itu benar-benar menjelma menjadi panggung kebahagiaan sederhana bagi warga Dusun Bangajang.

Melalui rangkaian lomba ini, mahasiswa UM BBM tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga turut melestarikan permainan rakyat yang kian jarang dijumpai di tengah gempuran gawai. Program ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kegembiraan bisa lahir dari hal-hal sederhana, asal dikemas dengan ketulusan dan kepedulian terhadap Masyarakat. Kegiatan ini pun menjadi salah satu jejak manis pengabdian mahasiswa UM di Dusun Bangajang, yang diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong serta mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan warga desa.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.