Langsung ke konten
Jumat, 14 Agustus 2026
Headline Ketua Perbasi Sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini Persiapkan Atlet Hadapi Popda 2026, Target Juara
Nasional

Gebrakan Mahasiswa KKN FBiPK UB: UMKM Carang Mas Desa Punten Naik Kelas Lewat Rebranding dan Inovasi Rasa

Pendampingan Digitalisasi Pemasaran Melalui Marketplace Shopee

BATU | JATIMSATUNEWS.COM: Jajanan tradisional kini tak lagi ketinggalan zaman. Lewat tangan dingin mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan, Universitas Brawijaya (FBiPK UB), UMKM AAA Carang Mas di Desa Punten, Kota Batu, berhasil melakukan transformasi besar melalui program rebranding, perluasan pemasaran digital, hingga inovasi varian rasa baru.

Program pendampingan yang mencapai puncaknya pada Minggu (26/7/2026) ini menyasar AAA Carang Mas, sebuah usaha camilan tradisional berbahan dasar ubi dan gula merah yang selama ini menjadi ciri khas Desa Punten. Berdasarkan hasil pemetaan masalah di lapangan, penjualan UMKM ini sebelumnya hanya terbatas pada transaksi lokal secara langsung. Selain itu, konsumen sulit mengakses informasi detail mengenai produk, kemasan yang masih tergolong sederhana, dan hanya mengandalkan satu varian rasa.

Kondisi inilah yang memicu mahasiswa KKN FBiPK UB untuk merancang solusi komprehensif agar UMKM lokal ini memiliki daya saing yang lebih kuat di era modern. Dosen pendamping kegiatan, Imaniar Ilmi Pariasa, S.P., M.P., menegaskan bahwa penguatan UMKM lokal harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh.

“Potensi produk lokal seperti Carang Mas sebenarnya sangat besar karena memiliki kekhasan. Tantangannya adalah bagaimana produk tersebut mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar. Oleh karena itu, pendampingan mahasiswa diarahkan pada penguatan identitas usaha, pemasaran digital, dan inovasi agar UMKM memiliki daya saing yang lebih baik,” jelas Imaniar.

Untuk memperluas jangkauan pasar, tim KKN FBiPK UB membawa AAA Carang Mas masuk ke dalam ekosistem marketplace Shopee. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembuatan akun, pengaturan etalase toko, hingga pelatihan manajemen pesanan dan pengemasan untuk pengiriman ke luar daerah.Tak hanya digitalisasi, wajah produk pun dirombak. Mahasiswa mendesain ulang stiker kemasan dan banner agar tampil lebih modern, informatif, dan profesional. Strategi branding ini turut diperkuat dengan pembuatan flyer promosi dan kartu nama bisnis yang memudahkan konsumen untuk melakukan pemesanan ulang (repeat order).

Langkah paling menarik dari pendampingan ini adalah lahirnya AAA Carang Mas Rasa Jeruk. Inovasi ini secara cerdas mengawinkan camilan ubi tradisional dengan komoditas jeruk yang menjadi identitas kuat kawasan pertanian Desa Punten, Kota Batu.Setelah melalui berbagai tahap uji coba formulasi demi menyeimbangkan cita rasa jeruk tanpa menghilangkan tekstur renyah khas Carang Mas, resep final dan sampel produk diserahkan langsung kepada pemilik UMKM.

Menurut Imaniar, inovasi ini membuktikan bahwa KKN merupakan jembatan pengaplikasian ilmu akademik ke permasalahan nyata di masyarakat. “Ketika digitalisasi, branding, dan inovasi produk dapat dikelola secara mandiri oleh UMKM setelah program selesai, di situlah keberlanjutan sebuah kegiatan pengabdian menjadi penting,” tambahnya.

Seluruh luaran program, mulai dari akun toko daring, atribut branding baru, hingga resep inovasi rasa, telah resmi diserahterimakan pada 26 Juli 2026 lalu dan menuai apresiasi tinggi dari pemilik UMKM serta perangkat desa setempat.Langkah konkret mahasiswa KKN FBiPK UB ini sekaligus menjadi wujud nyata penerapan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).Kini, dari sebuah usaha rumahan di Desa Punten, Carang Mas tak sekadar menawarkan manisnya cita rasa tradisional, tetapi bersiap melangkah jauh merangkul konsumen modern yang lebih luas.

#UniversitasBrawijaya_SDG4 #UniversitasBrawijaya_SDG17