Langsung ke konten
Jumat, 4 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Batu

Solusi Inovatif Atasi Bau Kandang Maggot Berbasis SDGs: Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur Perkenalkan Teknologi Biofilter di Desa Giripurno

 

Gambar 1. Proses Sosialisasi Biofilter kepada Warga Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Batu | JATIMSATUNEWS.COM – Budidaya maggot Black Soldier Fly
(BSF) atau Hermetia illucens di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota
Batu kian berkembang sebagai salah satu solusi pengolahan sampah organik
sekaligus sumber pakan ternak alternatif yang bernilai ekonomi tinggi. Namun,
satu kendala utama yang kerap dihadapi para peternak maggot adalah bau tidak
sedap yang muncul dari kandang akibat proses fermentasi bahan organik dan
aktivitas larva. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa UPN “Veteran” Jawa
Timur melalui program Bina Desa memperkenalkan teknologi biofilter
sederhana namun efektif kepada warga setempat.

Biofilter
merupakan teknologi pengolahan udara berbasis media biologis yang memanfaatkan
kombinasi bahan penyerap bau secara alami, seperti arang aktif, zeolit, dan
serbuk sabut kelapa (cocopeat), untuk menyaring senyawa berbau seperti
amonia (NH₃), hidrogen sulfida (H₂S), dan senyawa organik volatil lainnya yang
dihasilkan kandang maggot. Berbeda dengan pengharum kimia atau kapur yang hanya
menutup bau sementara, biofilter bekerja dengan cara mengadsorpsi dan
mendegradasi senyawa penyebab bau secara berkelanjutan. Salah satu mahasiswa
UPN “Veteran” Jawa Timur, Andriyan Ahmad Yudistira, menjelaskan bahwa prinsip
kerja alat ini cukup sederhana, yakni udara dari dalam kandang dialirkan
melalui lapisan media biofilter sehingga senyawa berbau tersaring sebelum
dilepas ke lingkungan sekitar.

Dalam
sosialisasi yang digelar di TPS (Tempat Penampungan Sementara) Dusun Kedung, Andriyan
memaparkan secara detail tahapan pembuatan biofilter mulai dari pemilihan bahan
media, penyusunan lapisan filter, pemasangan pada lubang ventilasi kandang,
hingga cara perawatan dan penggantian media secara berkala. Seluruh bahan yang
digunakan dipilih karena mudah ditemukan di sekitar Desa Giripurno dan memiliki
harga terjangkau, sehingga program ini dapat diterapkan secara mandiri oleh
peternak tanpa memerlukan investasi besar. Kegiatan ini selaras dengan semangat
Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan
Sehat dan Sejahtera, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan,
serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan melalui pengelolaan lingkungan yang
bertanggung jawab.

Gambar 2. Alat Biofilter untuk mengurangi bau tidak sedap dari kandang maggot.

Antusiasme warga
terlihat ketika mereka mengamati proses penyusunan lapisan media dan mengetahui
perbedaan kualitas udara sebelum dan sesudah melewati biofilter. Dimana warga juga
menyambut kegiatan ini karena memberikan solusi konkret yang selama ini belum
terjawab. Penerapan biofilter diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan
lingkungan sekitar kandang, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha budidaya
maggot sebagai penggerak ekonomi lokal yang lebih kompetitif. Melalui sinergi
antara perguruan tinggi dan masyarakat desa, program Bina Desa ini membuktikan
bahwa teknologi tepat guna berbasis kearifan lokal mampu memberikan dampak
nyata dan berkelanjutan bagi kesehatan lingkungan serta kesejahteraan
masyarakat Desa Giripurno.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.