MALANG — Setelah sukses dengan program Qaryah Sakinah yang mendapatkan apresiasi dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang kembali melakukan gebrakan dengan meluncurkan program Premium. Program ini merupakan singkatan dari Pemberdayaan Ekonomi dan Bina Ruhani Ummat, sebuah inisiatif yang memperluas jangkauan dakwah melalui pemberdayaan ekonomi.
Kolaborasi Strategis untuk Umat
Program Premium merupakan hasil kolaborasi erat antara Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Kota Malang, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang, dan lembaga-lembaga amil zakat yang tergabung dalam Forum Organisasi Zakat (FOZ).
Pada Rabu (27/8), sebanyak 45 peserta yang terdiri dari perwakilan Baznas, LAZ se-Malang Raya, dan operator wakaf dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan di Kota Malang, mengikuti bimtek ini.
Kepala Kemenag Kota Malang, Gus Shampton, menegaskan bahwa Si Jaka adalah instrumen krusial untuk modernisasi tata kelola zakat dan wakaf. “Si Jaka memudahkan LAZ dan operator wakaf dalam melaporkan data, sekaligus membantu Kemenag melakukan pendataan dan monitoring.
Gus Shampton menambahkan, aplikasi ini telah terintegrasi dengan aplikasi Senyum milik Kemenag Kota Malang, membuat aksesnya lebih sederhana. Ia menekankan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam pelaporan. “Pelaporan zakat dan wakaf tidak boleh mandek. Harus ringkas, transparan, dan efisien. Inilah wajah baru birokrasi pelayanan umat,” tegasnya.
Dengan Bimbingan Teknis ini, Kemenag Kota Malang menegaskan komitmennya untuk membangun akuntabilitas dan kepercayaan umat. Program Premium dan penggunaan Si Jaka diharapkan dapat menjadi gebrakan nyata dalam menciptakan sistem pengelolaan zakat dan wakaf yang lebih transparan, efisien, dan berdampak luas bagi kemandirian ekonomi umat di Kota Malang.

