Langsung ke konten
Senin, 28 September 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Warga RW III Lontar Bangkitkan UMKM Lewat Digitalisasi Pemasaran Bersama Mahasiswa KKN UPN Kelompok 94

 

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM – Upaya pemberdayaan untuk UMKM terus dilakukan di tengah
tantangan perkembangan zaman. Warga RW III Kelurahan Lontar, Kecamatan
Sambikerep, Surabaya, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas
Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Kelompok 94, mendorong program
digitalisasi pemasaran guna untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal.

Program ini menjadi salah satu bentuk kerja sama antara
warga dan mahasiswa untuk mengembangkan UMKM yang selama ini masih bergantung
pada cara promosi secara langsung. Mahasiswa KKN UPN Kelompok 94 membantu warga
dengan membuat titik lokasi digital toko-toko UMKM menggunakan platform peta
digital seperti Google Maps.

“Dengan adanya titik lokasi digital ini, kami ingin
membantu pelaku UMKM agar lebih mudah ditemukan oleh konsumen, terutama di era
digital seperti sekarang,” ungkap Penanggung Jawab dalam Program Kerja
Kelompok 94, Aliyya Nisaul Jannah, dalam kegiatan sosialisasi program, Selasa,
08 Juli 2025

Iklan

Selain pembuatan titik lokasi toko, mahasiswa juga
memberikan pelatihan singkat tentang cara memanfaatkan media sosial dan
platform digital lainnya untuk mendukung promosi dan penjualan produk UMKM.
Beberapa UMKM merasa terbantu karena kini bisnis mereka bisa diakses oleh
pembeli dengan lebih mudah melalui pencarian online.

“Biasanya pembeli hanya datang kalau tahu tempatnya dari
mulut ke mulut. Sekarang, cukup ketik nama usaha atau jenis produk di Google
Maps, lokasi toko saya langsung muncul,” ujar Bu Eni, salah satu pelaku UMKM di
RW III yang menjual produk makanan ringan.

Tak hanya itu, mahasiswa juga melakukan sosialisasi mengenai
penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode
pembayaran digital yang praktis dan aman. Pelaku UMKM dikenalkan cara membuat
dan menggunakan QRIS agar bisa melayani pembayaran non-tunai dari konsumen,
terutama generasi muda yang lebih terbiasa dengan transaksi digital.

Program ini disambut baik oleh Ketua RW III dan warga
setempat karena dianggap selaras dengan semangat kemandirian ekonomi warga.
Harapannya, dengan digitalisasi, UMKM di RW III Lontar bisa menjangkau pasar
yang lebih luas dan beradaptasi dengan tren pemasaran modern.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa
dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi pengembangan ekonomi lokal.

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.