Langsung ke konten
Minggu, 11 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Awali Rangkaian Hari Santri 2026, MWC NU Lowokwaru Gelar Ziarah Muassis NU

Peserta berkumpul di titik kumpul Kantor MWC NU Lowokwaru, Jl. Candi Panggung No.

Suasana khidmat saat rombongan MWC NU Lowokwaru melaksanakan Ziarah Muassis NU ke maqbarah para perintis dakwah di Malang, Ahad (11/10/2026), sebagai rangkaian awal Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Suasana khidmat saat rombongan MWC NU Lowokwaru melaksanakan Ziarah Muassis NU ke maqbarah para perintis dakwah di Malang, Ahad (11/10/2026), sebagai rangkaian awal Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. (Foto: Istimewa)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Lowokwaru menggelar kegiatan Ziarah Muassis NU, Ahad (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian HSN tahun ini sebelum puncak Apel Akbar pada 22 Oktober mendatang.

Peserta berkumpul di titik kumpul Kantor MWC NU Lowokwaru, Jl. Candi Panggung No. 56, Pukul 07.00 WIB dengan dress code pakaian putih dan menggunakan kendaraan sepeda motor secara beriringan.

Rute ziarah tahun ini mengunjungi maqbarah tiga muassis NU Lowokwaru yang telah berjasa besar merintis dakwah NU di Malang:
1. KH. Mas’ud Ali di Maqbaroh Sudimoro
2. KH. Choirul Anam di Maqbaroh Tunjungsekar
3. Ustad M. Rosul Gunawan di Maqbaroh Sudimoro

Baca juga: Semarak HSN (Hari Santri Nasional) MWC NU Lowokwaru Kota Malang

Baca juga: Puluhan Nahdliyin Gowes Ziarah Makam Ulama NU Lowokwaru

Rombongan kemudian finish dan ramah tamah serta silaturahmi di Masjid Dwiga, Perum Dwiga Regency Blok A3 No.13.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Lowokwaru, KH. Zainal Arifin, dalam keterangannya menyampaikan bahwa ziarah muassis bukan sekadar ritual, tapi upaya menjaga sanad perjuangan.

Iklan

“Santri hari ini harus tahu dari mana NU Lowokwaru ini berdiri. Tanpa tirakat dan perjuangan para muassis, tidak ada MWC, tidak ada ranting, tidak ada masjid dan musholla yang makmur seperti sekarang,” ujarnya.

Tema dan Hikmah Ziarah Muassis:

Kegiatan ini selaras dengan tema besar HSN 2026 “Menguatkan Akar Tradisi, Menguatkan Keutuhan Negeri”.

Hikmahnya ada tiga:

1. Hikmah Sanad (Menguatkan Akar Tradisi): Ziarah adalah cara santri menjaga sambungan sanad keilmuan dan perjuangan. Mendoakan muassis adalah bentuk _birrul muassis_ dan wujud akhlak santri yang tidak melupakan jasa guru dan pendahulu. Tradisi ziarah adalah ciri khas Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

2. Hikmah Tirakat (Teladan Perjuangan): Dengan datang langsung ke maqbarah, generasi muda NU diajak merenungi tirakat para muassis yang dulu berdakwah dari nol, jalan kaki antar kampung, tanpa fasilitas. Menjadi pengingat agar pengurus NU sekarang tidak manja dan tetap istiqamah berkhidmah.

3. Hikmah Keutuhan (Memperkokoh Jam’iyah): Perjalanan bersama dengan sepeda motor, tahlil bersama, dan ramah tamah di Masjid Dwiga menjadi media mempererat ukhuwah antar pengurus MWC, Lembaga, Banom, dan 12 Ranting. Dari ziarah yang khusyuk, lahir semangat baru untuk merawat keutuhan organisasi dan keutuhan NKRI.

Panitia berharap seluruh pengurus, Lembaga, Banom (Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Banser, IPNU-IPPNU, Pagar Nusa) dan utusan ranting dapat mengikuti kegiatan ini dengan khidmat.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.