SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Berawal dari eksperimen di ruang kelas, mahasiswa dan dosen Program Studi Desain Interior, Fakultas Arsitektur dan Desain, UPN “Veteran” Jawa Timur, merintis KUBIC (Knowledge Unit for Interior Biomaterial Innovation & Collection), sebuah platform digital yang menghimpun koleksi material berbasis limbah untuk pengembangan aplikasi interior masa depan.
Dapat diakses melalui www.kubic.id, KUBIC dikembangkan sebagai digital library of waste-based material blocks for future interior application. Pada tahap awal, platform ini memuat koleksi material blok eksperimental yang memanfaatkan berbagai jenis limbah, mulai dari limbah konstruksi dan tekstil, sisa aktivitas pasar dan UMKM di sekitar kampus, hingga limbah yang dihasilkan dari aktivitas di lingkungan kampus.
Tim peneliti mengumpulkan bahan baku limbah, terutama dari wilayah dalam radius 10 kilometer dari kampus UPN “Veteran” Jawa Timur. Limbah tersebut melalui serangkaian proses, mulai dari pemilahan, pembersihan, pencacahan, pencampuran dengan bahan pengikat (binder), hingga pencetakan menjadi blok material berukuran 15 × 15 sentimeter dengan ketebalan 0,5 sentimeter. Bahan pengikat yang digunakan meliputi lem Rajawali, semen putih, serta resin dalam jumlah terbatas untuk formulasi tertentu. Pengembangan ini juga mendapat dukungan bahan perekat dari Rajawali.
Baca juga: FTAB UB dan BRIN Perkuat Riset Pangan Lokal, Labu Siam UB Forest Jadi Fokus Pengembangan
Proyek ini bermula dari Mata Kuliah Material Aplikasi Interior. Melalui berbagai eksperimen, mahasiswa mengeksplorasi potensi limbah sebagai bahan alternatif untuk kebutuhan desain interior. Hasil eksplorasi tersebut kemudian mendorong pengembangan KUBIC sebagai body of knowledge yang lebih sistematis, terdokumentasi, dan mudah diakses.,” ungkap Nabila Anindya, S.Ds., M.Ds., selaku perintis proyek KUBIC.
Inisiatif ini memperoleh validasi dari Asosiasi Program Studi Desain Interior Indonesia (APSDI), organisasi yang mewadahi program studi desain interior dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Berdasarkan hasil telaahnya, APSDI memvalidasi KUBIC sebagai perintis platform digital interior waste-based material library di Indonesia yang dikembangkan oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Desain Interior UPN “Veteran” Jawa Timur. Validasi tersebut menjadi landasan pengajuan rekor MURI dengan judul “Perintis Platform Digital Interior Waste-Based Material Library Pertama di Indonesia”.
Ke depan, KUBIC diharapkan berkembang menjadi ruang berbagi pengetahuan yang terbuka bagi berbagai kalangan. “Kami berharap KUBIC dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan yang dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, peneliti, pelaku industri, UMKM, serta masyarakat yang tertarik pada inovasi material berkelanjutan. Melalui akses digital, semakin banyak pihak dapat mempelajari, mengeksplorasi, dan mengembangkan material berbasis limbah sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing,” tambah Nabila.
Melalui dokumentasi digital yang terstruktur, KUBIC diharapkan dapat memperkaya pengetahuan tentang material daur ulang untuk aplikasi interior masa depan sekaligus membuka peluang eksperimen dan kolaborasi lintas disiplin. Inisiatif ini juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal, pengembangan produk bernilai tambah, serta penguatan ekonomi sirkular.
Dari limbah yang kerap dipandang sebagai sisa, KUBIC menghadirkan perspektif baru tentang masa depan desain interior: masa depan yang dibangun melalui eksplorasi material, keterbukaan pengetahuan, dan kolaborasi untuk menciptakan solusi desain yang lebih berkelanjutan.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.