Langsung ke konten
Kamis, 8 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Prof Mas’ud Tegaskan Website Bukan Sekadar Pajangan Tapi Wajah Perguruan Tinggi di Era Digital

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr.

Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma), Prof. Dr. H. M. Mas’ud Said, M.Si.

Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma), Prof. Dr. H. M. Mas’ud Said, M.Si. (Foto: Humas Unisma)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kualitas akademik untuk menarik minat masyarakat. Di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada informasi digital, keberadaan dan pengelolaan website menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. H. M. Mas’ud Said, M.Si., Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma), dalam wawancara pada Rabu (7/10/2026).

Menurut Prof. Mas’ud, website sebuah lembaga saat ini harus dipandang sebagai wajah institusi. Masyarakat yang ingin mengetahui program pendidikan, aktivitas maupun profil sebuah lembaga dapat terlebih dahulu melakukan pencarian melalui internet.

Baca juga: OSHIKA MABA Pascasarjana Unisma Sambut 810 Mahasiswa S2, S3 dan RPL, Prof Mas’ud Beberkan 4 Kunci Sukses

Baca juga: Universitas Brawijaya Kukuhkan Lima Profesor Baru Lintas Disiplin Keilmuan

“Website itu sama dengan disertasi. Kami menjadi universitas yang S3-nya satu program studi, tetapi paling banyak peminatnya,” kata Prof. Mas’ud.

Ia menegaskan, penguatan komunikasi digital menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan minat mahasiswa. Karena itu, promosi melalui kanal digital perlu dilakukan secara konsisten dan tidak berhenti pada sekadar membangun citra.

“Kalau branding itu jangka panjang. Sekarang sifatnya lebih promotif,” ujarnya.

Website Jadi Pintu Pertama Mengenal Lembaga

Prof. Mas’ud menilai, website memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu sumber informasi pertama yang dilihat masyarakat ketika ingin mengenal sebuah lembaga.

Menurutnya, lembaga pendidikan maupun organisasi yang serius membangun reputasi harus memastikan informasi di dalam website dapat diakses dan memberikan gambaran yang jelas mengenai lembaga tersebut.

“Website nomor satu. Memang paling bagus,” tegasnya.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan bagi perguruan tinggi. Kehadiran digital menjadi bagian dari strategi komunikasi kelembagaan, termasuk dalam menjangkau calon mahasiswa.

Bagi Pascasarjana Unisma, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan informasi sekaligus memperkenalkan berbagai program pendidikan kepada masyarakat.

Good Governance Menjadi Fondasi

Selain digitalisasi, Prof. Mas’ud juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik atau good governance dalam membangun institusi.

Menurutnya, prinsip good governance tidak hanya berlaku dalam pemerintahan, tetapi juga dapat diterapkan dalam pengelolaan perguruan tinggi maupun organisasi lainnya.

“Ketika kita datang dengan good governance, good corporate governance, itu namanya good university,” jelasnya.

Ia melihat pengalaman dalam berbagai organisasi menjadi modal penting untuk memahami bagaimana sebuah institusi dikelola. Dalam perjalanannya, Prof. Mas’ud menyebut pernah berkecimpung dalam sejumlah organisasi dan kelembagaan, termasuk di lingkungan kepemudaan, NU, PMI serta berbagai organisasi sosial lainnya.

Iklan

Pengalaman tersebut, menurutnya, memperkaya perspektif dalam membangun organisasi yang memiliki tata kelola sekaligus jejaring yang kuat.

“Good organization, social organization, competition dan dasar-dasar pemerintahan itu semua,” tuturnya.

Tidak Hanya Akademik, tetapi Juga Membangun Ekosistem

Dalam pandangannya, kemajuan sebuah institusi tidak dapat dilepaskan dari kemampuan membangun ekosistem yang saling mendukung.

Prof. Mas’ud menyinggung sejumlah lembaga yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan pendidikan, sosial, keagamaan dan pelayanan masyarakat.

Ia juga memberikan contoh pengelolaan Masjid Sabilillah Malang yang menurutnya menunjukkan bagaimana sebuah lembaga dapat membangun pelayanan sekaligus mendapatkan tingkat kepuasan yang baik dari jamaah.

“Kepuasan jamaah Sabilillah itu 4,8,” ungkapnya.

Menurut dia, ukuran keberhasilan lembaga pada akhirnya tidak hanya dilihat dari struktur organisasi, tetapi juga dari bagaimana masyarakat merasakan manfaat dan pelayanan yang diberikan.

Pascasarjana Unisma Dorong Penguatan Promosi

Prof. Mas’ud menegaskan, Pascasarjana Unisma akan terus memperkuat promosi untuk meningkatkan jumlah mahasiswa. Penguatan tersebut tidak hanya melalui kegiatan konvensional, tetapi juga memanfaatkan kanal digital.

Strategi itu dinilai penting karena persaingan perguruan tinggi semakin terbuka. Masyarakat memiliki banyak pilihan dan dapat membandingkan informasi berbagai perguruan tinggi melalui internet sebelum menentukan pilihan.

Karena itu, website, media digital, promosi dan tata kelola lembaga harus berjalan beriringan.

“Yang penting bagaimana lembaga ini terus berkembang,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, Pascasarjana Unisma diharapkan semakin mampu memperluas jangkauan informasi akademiknya sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Di era ketika informasi dapat diakses hanya melalui layar telepon genggam, website bukan lagi sekadar etalase digital. Ia menjadi salah satu pintu pertama bagi masyarakat untuk mengenal, menilai dan kemudian menentukan pilihan terhadap sebuah institusi pendidikan.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.