Mohammad Arul Sholehuddin Nursirot berhasil menerbitkan artikel ilmiah di Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika (JPPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025. Jurnal yang diterbitkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut terakreditasi SINTA 3.
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Mohammad Arul Sholehuddin Nursirot, berhasil menerbitkan artikel ilmiah di Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika (JPPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025. Jurnal yang diterbitkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut terakreditasi SINTA 3.
Artikel berjudul “Level Penalaran Aljabar Siswa dalam Menyelesaikan Soal Model PISA Ditinjau dari Gaya Kognitif Witkin” itu diterbitkan pada 13 Februari 2025 dan dimuat pada halaman 14–29. Arul tercatat sebagai penulis pertama bersama Ulfa Masamah dan Abdussakir, yang juga berafiliasi dengan Program Studi Tadris Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Baca juga: Melihat Langsung Pembelajaran ICP PBA, Mahasiswa UIN Walisongo Kunjungi Kelas FTIK UIN Malang
Penelitian tersebut mengkaji bagaimana siswa menggunakan penalaran aljabar ketika menyelesaikan soal model PISA dengan mempertimbangkan perbedaan gaya kognitif berdasarkan teori Witkin.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik penalaran antara siswa dengan gaya kognitif field dependent dan field independent.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Enam siswa kelas VIII MTsN Kota Batu menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, think aloud, wawancara berbasis tugas, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode constant comparative.
Pada kelompok siswa dengan gaya kognitif field dependent, penelitian menemukan bahwa siswa telah mampu mengidentifikasi pola dan keteraturan. Namun, mereka masih mengalami kesulitan ketika harus merancang variabel dan menyusun rumus sebagai bagian dari proses generalisasi. Kemampuan penalaran aljabar kelompok tersebut berada pada level 1.
Sementara itu, siswa dengan gaya kognitif field independent telah mampu melakukan simbolisasi matematis, generalisasi, dan menyusun rumus. Meski demikian, mereka masih belum konsisten dalam menentukan variabel serta belum memanfaatkan rumus yang diperoleh untuk menyelesaikan persoalan. Kelompok ini berada pada level 2 penalaran aljabar.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan matematika tidak hanya berkaitan dengan penguasaan rumus. Cara siswa membaca pola, menentukan variabel, melakukan generalisasi, hingga membangun strategi penyelesaian turut membentuk kualitas penalaran mereka.
Di sinilah penelitian Arul memiliki relevansi bagi pembelajaran matematika. Perbedaan gaya kognitif dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi pendidik dalam memahami proses berpikir peserta didik. Jawaban akhir yang benar atau salah belum sepenuhnya menggambarkan bagaimana seorang siswa memahami dan menyelesaikan persoalan matematika.
Bagi mahasiswa calon guru matematika, pengalaman tersebut juga mempertemukan dua sisi pembelajaran yang sering berjalan terpisah: penguasaan materi matematika dan pemahaman terhadap cara siswa berpikir. Melalui penelitian, mahasiswa belajar mengidentifikasi persoalan pembelajaran, mengumpulkan data, menganalisis proses berpikir siswa, hingga menyampaikan temuannya melalui publikasi ilmiah.
Publikasi Arul di jurnal terakreditasi SINTA 3 menjadi salah satu jejak akademik mahasiswa Tadris Matematika UIN Malang dalam menghasilkan karya ilmiah. Lebih dari capaian publikasi, penelitian tersebut membawa persoalan yang muncul di ruang kelas ke dalam percakapan akademik yang lebih luas: bagaimana siswa berpikir ketika berhadapan dengan matematika.
Artikel tersebut tercatat memiliki DOI 10.14421/jppm.2025.71.14-29 dan menjadi bagian dari JPPM Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.