MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kabupaten Malang menyatakan kesiapan untuk berkontribusi penuh dalam berbagai program Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, khususnya dalam penguatan gerakan Al-Qur’an.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua JQHNU Kabupaten Malang, Abdul Aziz, menyusul adanya dorongan agar JQHNU memperoleh ruang ekspresi yang lebih luas dalam berbagai kegiatan PCNU.
Dorongan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Kerja (Musker) III dan Rapat Pleno PCNU Kabupaten Malang Tahun 2026. Dalam forum tersebut, KH. Khmamim Cholili mendorong agar JQHNU lebih banyak dilibatkan dalam berbagai kegiatan NU, termasuk mengambil peran dalam penyediaan qari untuk agenda-agenda organisasi.
Baca juga: Royoan Moh, Konferensi JQHNU Kabupaten Malang Hasilkan Ketua dan Rois Majelis Ilmi Baru
Baca juga: KH Said Aqil Al Munawar dalam Pelantikan dan Raker PC JQHNU Kabupaten Malang
Menurut Abdul Aziz, ruang yang diberikan kepada JQHNU bukan sekadar kesempatan untuk tampil dalam kegiatan NU. Lebih dari itu, hal tersebut menjadi bagian dari upaya menguatkan gerakan Al-Qur’an sebagai salah satu bentuk khidmah kepada Nahdlatul Ulama dan masyarakat.
“Memberikan ruang kepada Jam’iyyah Nahdlatul Ulama sebagai bagian dari harokah NU dalam bidang pergerakan Al-Qur’an,” ujar Abdul Aziz dalam wawancara khusus beberapa hari sesudah Muskercab III, Rabu 7/10/2026.
Ia menilai dukungan dari seluruh elemen NU akan membuat keberadaan JQHNU semakin dikenal. Dengan demikian, potensi para qari, qariah, hafizh dan hafizhah di lingkungan NU dapat semakin dioptimalkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Dengan support dari semua elemen, JQHNU akan menjadi lebih dikenal oleh masyarakat,” katanya.
Siap Ambil Peran dalam Program PCNU
Abdul Aziz menegaskan JQHNU tidak ingin hanya menjadi pelengkap dalam berbagai kegiatan organisasi. JQHNU siap mengambil bagian secara aktif sesuai dengan kapasitas dan bidang pengabdiannya.
Menurutnya, gerakan Al-Qur’an melalui JQHNU dapat menjadi salah satu kekuatan yang ikut mendukung program-program PCNU Kabupaten Malang.
“Al-Qur’an melalui bendera Nahdlatul Ulama akan semakin bisa dirasakan untuk memberikan kontribusi positif dalam rangka mengemban amanah yang dikembangkan oleh PCNU,” tuturnya.
Kesiapan tersebut sekaligus menjadi respons atas dorongan agar lembaga-lembaga dan badan otonom di lingkungan NU tidak hanya memiliki struktur organisasi, tetapi juga aktif menjalankan fungsi serta potensinya di tengah masyarakat.
JQHNU Didorong Mendapat Panggung Ekspresi
Diketahui, pada Konferensi Cabang III Ketu PCNU Kabupaten Malang KH. Khmamim Cholili menyampaikan bahwa JQHNU sebenarnya telah melakukan berbagai gerakan di bidang Al-Qur’an. Namun, keberadaannya masih perlu diperkenalkan secara lebih luas kepada struktur dan warga NU.
“JQHNU sudah melakukan gerakan, tetapi ada beberapa MWCNU yang menanyakan JQHNU itu apa?” ungkapnya.
Karena itu, menurutnya, kegiatan-kegiatan PCNU dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan sekaligus mengoptimalkan peran JQHNU.
Salah satunya melalui keterlibatan qari dan qariah JQHNU dalam berbagai agenda organisasi NU.
“Diusulkan agar setiap kegiatan diambil dari JQHNU untuk qari,” katanya.
Menurut KH. Khmamim, langkah tersebut juga penting karena JQHNU Kabupaten Malang membutuhkan ruang atau panggung untuk mengekspresikan potensi para kadernya.
“Sementara sekarang PC JQHNU belum memiliki panggung untuk berekspresi,” ujarnya.
Dorongan tersebut mendapat respons positif dari Abdul Aziz. Ia memastikan JQHNU siap memanfaatkan ruang yang diberikan PCNU dengan menghadirkan kontribusi nyata melalui berbagai kegiatan berbasis Al-Qur’an.
Al-Qur’an Menjadi Bagian dari Khidmah NU
Bagi JQHNU, keterlibatan dalam program PCNU tidak sebatas persoalan tampil dalam sebuah kegiatan. Ruang tersebut diharapkan menjadi pintu untuk memperluas syiar Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
JQHNU memiliki potensi untuk berkontribusi melalui seni baca Al-Qur’an, pembinaan qari dan qariah, tahfiz, pengembangan kader, hingga berbagai kegiatan lain yang mendukung penguatan tradisi Qur’ani di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Dengan dukungan PCNU, MWCNU hingga ranting, keberadaan JQHNU diharapkan semakin dikenal dan mudah diakses masyarakat.
Hal itu sekaligus membuka ruang lebih luas bagi kader-kader JQHNU untuk tampil dan memberikan manfaat dalam berbagai kegiatan NU, baik di tingkat cabang maupun kecamatan dan ranting.
Sejalan dengan Semangat Musker III
Dorongan agar JQHNU memperoleh ruang ekspresi juga sejalan dengan semangat Musker III PCNU Kabupaten Malang, yakni mendorong agar program organisasi tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar dapat diaplikasikan dan dirasakan masyarakat.
Dalam forum tersebut, berbagai lembaga dan badan otonom NU didorong untuk mengoptimalkan potensi masing-masing sehingga program organisasi dapat memberikan dampak yang lebih nyata.
JQHNU menjadi salah satu potensi yang dapat dioptimalkan, terutama dalam bidang pengembangan kegiatan Al-Qur’an.
Selain itu, kantor PCNU juga diharapkan dapat menjadi sentral kegiatan organisasi. Tidak hanya sebagai tempat administrasi, tetapi juga sebagai ruang koordinasi, kaderisasi, pengembangan program, serta tempat berkumpulnya para aktivis dan warga NU.
Mengoptimalkan Potensi Warga Nahdliyin
Musker III juga menjadi momentum untuk menguatkan kembali potensi besar yang dimiliki warga Nahdliyin.
Berbagai sumber daya tersebut mencakup sumber daya manusia, pesantren, madrasah, lembaga pendidikan, badan otonom, lembaga NU, akademisi, profesional, pengusaha hingga komunitas masyarakat.
Dalam konteks tersebut, JQHNU merupakan salah satu potensi yang dapat dioptimalkan PCNU, khususnya untuk memperkuat gerakan dan syiar Al-Qur’an.
Abdul Aziz pun menegaskan kesiapan JQHNU Kabupaten Malang untuk mengambil bagian dalam gerakan tersebut.
Dengan semakin terbukanya ruang ekspresi, JQHNU diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak karya dan kegiatan yang mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an.
Pada saat yang sama, keterlibatan tersebut diharapkan semakin memperkuat khidmah Nahdlatul Ulama, sehingga setiap lembaga dan badan otonom tidak sekadar memiliki struktur organisasi, tetapi benar-benar hadir melalui program, karya dan kontribusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.