MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Realisasi pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kota Malang tidak hanya dipacu dari ketuntasan fisik semata, melainkan wajib diimbangi dengan ketertiban tata kelola administrasi. Demi menjamin seluruh tahapan program berjalan transparan dan sesuai regulasi yang berlaku, Tim Inspektorat Kodam (Itdam) V/Brawijaya turun langsung melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan ke Kodim 0833/Kota Malang, Selasa (29/9).
Kunjungan kerja pengawasan ini difokuskan untuk mengecek secara faktual keberadaan serta mutu fisik jembatan di lapangan, sekaligus meneliti kelengkapan berkas dokumen pendukung program. Pemeriksaan komprehensif tersebut dilakukan sebagai bagian dari mekanisme kontrol berkala agar seluruh alokasi kegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.
Kasdim 0833/Kota Malang, Mayor Arh Gunarko, yang mendampingi langsung jalannya peninjauan tim pemeriksa menyampaikan bahwa pengawasan internal merupakan instrumen penting guna memastikan setiap program terlaksana secara tertib, terbuka, dan tepat sasaran.
Baca juga: Ikuti Program LSDP, DLH Kota Malang Siapkan Dokumen Administrasi
“Kami menyambut baik kegiatan pengecekan ini. Pengawasan menjadi bagian penting agar pelaksanaan Jembatan Perintis Garuda, baik secara fisik maupun administrasi, dapat berjalan tertib dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Mayor Gunarko di sela-sela pengecekan lokasi.
Lebih lanjut, Mayor Gunarko menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda sejatinya mengemban misi kemanusiaan dan mobilitas warga, bukan sekadar proyek fisik semata. Ia menuturkan bahwa infrastruktur penyeberangan ini dirancang khusus untuk mempermudah akses harian serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
Oleh karena itu, standar kualitas pengerjaan, ketertiban administrasi pelaporan, dan sinergi antarunsur terkait menjadi satu kesatuan yang tidak boleh diabaikan.
Pihak Kodim 0833/Kota Malang berkomitmen penuh membuka akses seluas-luasnya dalam proses audit dan evaluasi ini. Langkah tersebut menjadi wujud nyata transparansi jajaran TNI AD agar hasil pembangunan infrastruktur perintis benar-benar kokoh, aman, serta memberi kemanfaatan jangka panjang bagi masyarakat luas. (Ans)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.