Langsung ke konten
Minggu, 27 September 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Pelantikan PC IPNU-IPPNU Ngawi, PW IPPNU Jatim Dorong Khidmah yang Berkarakter dan Berdampak

NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM: Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Rekanita Aprilia Nur Azizah, menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni pengukuhan

Suasana hangat pasca pelantikan PC IPNU IPPNU Ngawi, di mana para tokoh PCNU, pejabat daerah seperti Wakil Bupati Ngawi dan Kapolres Ngawi, serta perwakilan PW IPNU IPPNU Jatim berfoto bersama pengurus yang baru dilantik.

Suasana hangat pasca pelantikan PC IPNU IPPNU Ngawi, di mana para tokoh PCNU, pejabat daerah seperti Wakil Bupati Ngawi dan Kapolres Ngawi, serta perwakilan PW IPNU IPPNU Jatim berfoto bersama pengurus yang baru dilantik.

NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM: Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Rekanita Aprilia Nur Azizah, menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni pengukuhan jabatan, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen dalam membangun ekosistem pelajar putri yang berkarakter, berilmu, dan berdampak.

Pesan tersebut disampaikan Aprilia sebelum prosesi pengucapan janji pelantikan PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Ngawi, Sabtu (26/9/2026), dalam rangkaian Pelantikan dan Konser Amal PC IPNU-IPPNU Kabupaten Ngawi di Alun-Alun Tengah Ngawi.

“Sebelum mengucapkan janji pelantikan, mari kita pahami bahwa yang kita ikrarkan hari ini bukan sekadar kesediaan memegang jabatan, tetapi komitmen membangun ekosistem pelajar putri Jawa Timur yang berkarakter, berilmu, dan berdampak,” tutur Aprilia.

Baca juga: PW IPPNU Jatim Warnai Konfercab Sampang, Tekankan Gerakan dari Akar Rumput

Baca juga: Sinergi PW IPPNU dan Ketua DPRD Jatim, Buka Ruang Kebijakan bagi Pelajar Putri

Ia menekankan tiga nilai penting yang perlu menjadi pijakan kader dalam menjalankan amanah organisasi, yakni belajar, berjuang, dan bertakwa.

“Belajar bukan tentang seberapa cepat kita paham, tapi seberapa tekun kita bertahan,” ujarnya.

Menurutnya, perjuangan juga bukan mengenai siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang mampu bertahan dan teguh menghadapi berbagai rintangan.

“Berjuang bukan soal siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling teguh menghadapi rintangan,” lanjutnya.

Sementara itu, dalam aspek ketakwaan, Aprilia mengingatkan bahwa nilai tersebut tidak berhenti pada ucapan. Ketakwaan harus tercermin dalam keselarasan hati, pikiran, dan perbuatan dengan kehendak Ilahi Rabbi.

Pesan tersebut menjadi bagian dari penguatan nilai khidmah yang dibawa PW IPPNU Jawa Timur kepada kader di tingkat cabang. Amanah organisasi, menurut pesan tersebut, perlu diterjemahkan dalam kerja nyata dan kebermanfaatan bagi pelajar.

Toto, Tatag, Tutug sebagai Arah Gerak

Sejalan dengan pesan tersebut, Ketua PC IPNU Kabupaten Ngawi, Wahyu Yoga Ari Respati, menjelaskan makna tema pelantikan “Toto, Tatag, Tutug”.

Iklan

Menurutnya, tema tersebut tidak hanya menjadi slogan pelantikan, tetapi mengandung nilai yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi maupun organisasi.

Toto dimaknai sebagai menata, baik menata kehidupan maupun organisasi. Di dalamnya terdapat proses perencanaan serta pertimbangan terhadap sebab dan akibat.

Kemudian Tatag dimaknai sebagai keberanian. Setelah memiliki perencanaan yang tertata, kader diharapkan berani mengambil langkah dan menghadapi risiko tanpa rasa waswas.

Adapun Tutug menjadi tujuan akhir, yakni sampai pada tujuan dan cita-cita bersama.

“Harapan kami IPNU maupun IPPNU ke depan akan jauh lebih tertata mulai dari internal, program maupun kaderisasi. Tatag setiap langkah tanpa ragu dan tidak dalam jalur yang keliru, hingga harus tutug mengemban amanah hingga akhir jabatan,” jelas Wahyu.

Ketua PC IPPNU Kabupaten Ngawi, Yuliani Purwaningsih, juga berharap kepengurusan baru mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pelajar di luar lingkungan IPNU & IPPNU.

“Setelah ini harapannya dari PC Ngawi dapat memberikan beberapa kegiatan yang bisa menjaring pelajar di luar atau eksternal IPNU & IPPNU untuk bisa bersinergi bersama IPNU & IPPNU Ngawi,” ungkapnya.

Khidmah sebagai Amanah

Pesan tentang khidmah juga disampaikan Muhammad Rafli Rifki Reza (Ketua PW IPNU Jawa Timur). Ia mengingatkan bahwa kesempatan untuk berkhidmah dan menerima amanah merupakan sesuatu yang patut disyukuri.

Tidak semua pemuda mendapatkan kesempatan untuk menjalankan amanah organisasi. Karena itu, perjuangan yang telah dimulai perlu dilabuhkan hingga mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Khidmah, menurutnya, juga dapat menjadi momentum pengabdian yang meninggalkan manfaat sekaligus kenangan bagi generasi mendatang.

Ia mengingatkan agar IPNU dan IPPNU mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh dalam menghadapi perjalanan organisasi ke depan.

Iklan

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Ngawi, H. Rudi Tri Wahid, mengingatkan bahwa rekan dan rekanita merupakan orang-orang yang mendapatkan kesempatan untuk berkhidmah.

Ia meminta pengurus menjaga niat dan tetap istiqamah dalam menjalankan amanah.

“Berkhidmat sungguh-sungguh, insyaallah kompensasi di dunia dan akhirat akan mengikuti. Asalkan jaga niat dan tidak berbelok,” pesannya.

Ia juga mendorong pengurus menjaga semangat Toto, Tatag, tutug membangun strategi melalui sinergi dengan berbagai elemen di Kabupaten Ngawi, khususnya pemerintah dan masyarakat.

Dorong Sinergi dan Digitalisasi

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menilai organisasi merupakan ruang yang dinamis dan terus bergerak. Karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu mengukir sejarah yang baik selama menjalankan amanah.

Ia juga mendorong IPNU-IPPNU untuk membangun sinergi dengan berbagai organisasi yang ada di Kabupaten Ngawi.

Pemerintah, lanjutnya, mengapresiasi peran IPNU-IPPNU sebagai salah satu motor penggerak dalam menghimpun pelajar di Kabupaten Ngawi.

Selain membangun sinergi, pengurus juga didorong menjadi dinamisator dengan memanfaatkan digitalisasi secara positif sehingga memberikan manfaat bagi organisasi dan pelajar.

Pelantikan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Ngawi tersebut menjadi bagian dari perjalanan khidmah kader pelajar di tingkat cabang. Bagi PW IPPNU Jawa Timur, momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk terus meneguhkan nilai kaderisasi: belajar dengan tekun, berjuang dengan teguh, bertakwa dalam tindakan, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.