MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Politeknik Negeri Malang (Polinema) secara resmi mengukuhkan 998 lulusan baru dalam gelaran Wisuda Tahap II atau Wisuda ke-74 Tahun 2026. Para wisudawan tersebut berasal dari 37 program studi lintas jenjang Magister Terapan, Sarjana Terapan, hingga Diploma, mencakup Kampus Utama maupun PSDKU Kediri, yang sekaligus menggenapkan jumlah lulusan Polinema sepanjang tahun 2026 menjadi 1.467 orang.
Dalam prosesi sakral tersebut, Direktur Polinema menegaskan bahwa agenda wisuda tidak boleh hanya dipandang sebagai seremoni rutin tahunan belaka. Baginya, momentum ini menandai selesainya fase pembelajaran di kampus sekaligus gerbang awal bagi para wisudawan untuk menguji kompetensi di dunia kerja nyata.
“Wisuda menjadi momentum bagi pimpinan Politeknik Negeri Malang untuk menyampaikan hasil pelaksanaan proses pembelajaran sekaligus berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pengembangan kampus dan perkembangan iklim dunia kerja,” tutur Direktur dalam sambutannya di hadapan para wisudawan dan wali mahasiswa.
Baca juga: Terjang Ombak Demi Kuliah, Pemuda Asal Pulau Kangean Jadi Wisudawan Terbaik FH UMM Ber-IPK 3,96
Ia melanjutkan bahwa beban perguruan tinggi masa kini tidak sekadar terfokus pada angka kelulusan, melainkan bagaimana eksistensi kampus mampu memberi dampak langsung bagi kemaslahatan masyarakat. Direktur menggarisbawahi bahwa institusi pendidikan pantang terjebak menjadi menara gading yang sibuk memproduksi wacana tanpa menyentuh realitas sosial.
“Perguruan tinggi mempunyai peran paling strategis dalam pembangunan bangsa. Dari perguruan tinggi akan lahir kaum cerdik cendekia dengan kapasitas keilmuan dan ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa dan negara,” tegasnya penuh semangat.
Guna mewujudkan hal tersebut, ia menjelaskan bahwa Polinema secara konsisten memperkuat model pendidikan vokasi berbasis kebutuhan dunia industri lewat pendekatan Project-Based Learning (PBL). Pola kurikulum ini dirancang agar mahasiswa tidak cuma berkutat pada penguasaan teori di ruang kelas, melainkan terlatih mengasah nalar kritis dalam menelurkan solusi konkret.
Menurutnya, riset kampus pun dipacu untuk menghasilkan hilirisasi teknologi yang langsung mengakar pada kebutuhan masyarakat, mulai dari pendampingan UMKM, industri rumah tangga, hingga digitalisasi pertanian dan ekonomi kreatif.
Direktur menambahkan bahwa langkah adaptif ini berselaras dengan program Diktisaintek Berdampak garapan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, di mana kemanfaatan nyata dijadikan tolak ukur utama kesuksesan sebuah perguruan tinggi vokasi. Ia memaparkan bahwa kolaborasi multipihak terus diperluas demi menjamin keterserapan lulusan, tidak hanya dengan dunia usaha dan industri, melainkan juga menggandeng pemangku kebijakan daerah serta jejaring kampus global.
Di akhir pesannya, Direktur mengingatkan para wisudawan bahwa lembar ijazah hanyalah tiket awal, sementara daya tahan adaptasi dan kapasitas penyelesaian masalah merupakan kunci sesungguhnya di lapangan kerja. Ia menekankan bahwa derajat keberhasilan para lulusan kelak tidak semata-mata diukur dari kilau jabatan yang disandang, melainkan seberapa besar kontribusi nyata yang mampu dihadirkan untuk meringankan persoalan keluarga, masyarakat, dan bangsa.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.