MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (FEB UM) kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat posisi di kancah akademik internasional. Komitmen tersebut diwujudkan lewat perhelatan akbar The 6th International Conference on Business, Economics, and Sustainability Science (BESS) 2026 yang berlangsung di Gedung D7 FEB UM, Malang. Mengusung tema Green Innovation and Sustainable Economic Transformation for Achieving the Sustainable Development Goals, agenda ini mempertemukan kalangan akademisi, peneliti, praktisi, hingga mahasiswa lintas negara guna merumuskan arah masa depan ekonomi berkelanjutan.
Ketua Panitia BESS 2026, Bagus Shandy Narmaditya, Ph.D., menyampaikan bahwa forum ilmiah bergengsi ini dirancang menjadi wadah produktif untuk memperluas jejaring sekaligus membedah persoalan pembangunan mutakhir dengan pendekatan saintifik yang teruji. Bagus menuturkan bahwa para peserta juga mendapatkan ruang untuk mempresentasikan hasil karya riset mereka melalui parallel session, serta berinteraksi langsung dalam sesi meet the editor bersama para pengelola jurnal internasional bereputasi.
Pentingnya agenda tahunan ini ditegaskan langsung oleh Wakil Dekan III FEB UM, Prof. Imam Mukhlis, yang memandang BESS 2026 sebagai lokomotif utama internasionalisasi fakultas.
“Ini merupakan ajang internasionalisasi Departemen Ekonomi Pembangunan dan juga Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk memperluas jejaring sesama peneliti, kemudian juga praktisi, dan juga bagi Bapak/Ibu dosen dan mahasiswa,” ujar Prof. Imam Mukhlis.
Baca juga: Wujudkan Kampus Hijau, Rektor UMM Dorong Mahasiswa Jadi Pelopor Lingkungan Berkelanjutan
Lebih lanjut, Prof. Imam berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial seminar semata, melainkan menjadi pijakan konkret untuk melahirkan kolaborasi riset bersama mitra luar negeri dan memperkuat publikasi karya ilmiah dosen di jurnal bereputasi tinggi. Beliau menambahkan bahwa sinergi antara peneliti UM dengan mitra mancanegara diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat dunia.
Daya tarik internasional konferensi ini kian kuat dengan hadirnya sederet pembicara dari kampus ternama Asia, mulai dari Guangzhou University (Tiongkok), Universiti Kebangsaan Malaysia, hingga Chiang Mai University (Thailand). Kolaborasi lintas batas ini sekaligus mendukung target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), utamanya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 terkait Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Antusiasme juga datang dari kalangan mahasiswa yang memanfaatkan ajang ini untuk unjuk kemampuan akademik. Mahasiswa S-2 Pendidikan Ekonomi UM, Izzatul Rahmani Nintyas, memaparkan hasil penelitiannya mengenai status sosial ekonomi siswa berbasis analisis bibliometri Scopus dan Systematic Literature Review. Sementara itu, Gema Aulia, mahasiswa S-1 Pendidikan Ekonomi angkatan 2024, mengaku bangga bisa menimba ilmu langsung dari pakar dunia.
“Ini cukup memberikan wawasan yang lebih luas. Kita belajar dari guru-guru atau dosen-dosen yang bahkan dari kancah internasional,” tutur Gema.
Melalui BESS 2026, FEB UM kian memantapkan langkahnya sebagai motor penggerak pendidikan dan riset bertaraf global yang adaptif terhadap isu keberlanjutan masa depan.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.