Langsung ke konten
Rabu, 23 September 2026
Headline Self Awareness dalam Islam: Ketika Ilmu Menjadi Pembenaran Diri
Daerah

UIN Malang Kukuhkan Tujuh Guru Besar, Prof Ilfi Dorong Dampak Riset hingga Reputasi Global

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menambah tujuh guru besar baru melalui Sidang Terbuka Senat UIN Malang, Rabu, 23 September 2026. Pengukuhan tersebut dipimpin langsung Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., dan diarahkan sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik kampus menuju reputasi yang lebih luas.

Ketujuh profesor yang dikukuhkan berasal dari beragam bidang keilmuan, yakni Prof. Dr. H. Bisri Mustofa, M.A. dalam bidang Pendidikan Bahasa Arab; Prof. Dr. M. Syamsul Hady, M.Ag. dalam bidang Pemikiran Islam Modern; Prof. Dr. Bakhruddin Fannani, M.A. dalam bidang Sosiologi Gerakan Islam; Prof. Dr. Zaenul Mahmudi, M.A. dalam bidang Hukum Kewarisan Islam; Prof. Dr. Nurhadi, M.A. dalam bidang Strategi Pembelajaran Bahasa Arab; Prof. Dr. Mamluatul Hasanah, S.Ag., M.Pd. dalam bidang Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab; serta Prof. Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag. dalam bidang Inovasi Pendidikan Islam.

Bagi Prof. Ilfi, bertambahnya guru besar tidak berhenti sebagai capaian individual. Kehadiran profesor diharapkan memberikan dampak terhadap produktivitas riset, publikasi, kolaborasi akademik, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Semakin banyak guru besar, otomatis akan semakin berdampak pada kampus kita,” ujar Prof. Ilfi seusai pengukuhan.

Menurut Prof. Ilfi, guru besar memiliki posisi penting dalam membangun kekuatan akademik perguruan tinggi. Selain menghasilkan karya ilmiah, profesor diharapkan membuka ruang kolaborasi dan memperluas jejaring akademik sehingga penelitian yang dihasilkan memiliki jangkauan lebih luas.

Ia mengaitkan penguatan sumber daya profesor tersebut dengan agenda UIN Malang menuju reputasi internasional. Menurutnya, kualitas dan produktivitas riset dapat berkontribusi terhadap visibilitas akademik perguruan tinggi, antara lain melalui publikasi, sitasi, kolaborasi internasional, dan pengakuan akademik.

“Kalau riset kita bisa masuk ke dunia internasional, nama kampus juga akan semakin dikenal,” katanya.

Lektor Kepala Dipersiapkan Menuju Guru Besar

Penguatan jumlah profesor juga disiapkan melalui regenerasi akademik. UIN Malang memetakan dosen dengan jabatan lektor kepala yang telah memenuhi atau mendekati persyaratan untuk mengajukan jabatan profesor.

Para dosen tersebut akan mendapatkan pendampingan agar proses pengajuan guru besar dapat dipersiapkan lebih sistematis.

“Dosen-dosen yang sudah lektor kepala kita coach untuk segera punya syarat mengajukan guru besar,” jelas Prof. Ilfi.

Iklan

Pendampingan tersebut dilengkapi dukungan pembiayaan dan skema penghargaan melalui remunerasi terhadap karya akademik dosen. Menurut Prof. Ilfi, dukungan diperlukan karena proses menuju jabatan profesor membutuhkan persiapan, terutama dalam pemenuhan luaran publikasi ilmiah.

Salah satu tantangan yang dihadapi dosen adalah waktu tunggu publikasi jurnal. Karena itu, proses pengembangan rekam jejak akademik perlu dimulai sebelum dosen memasuki tahap pengajuan jabatan profesor.

Guru Besar Didorong Membina Regenerasi Akademik

Prof. Ilfi juga menempatkan profesor sebagai bagian dari proses regenerasi akademik. Guru besar tidak hanya diharapkan menghasilkan penelitian secara mandiri, tetapi juga membimbing dosen yang berada pada tahap awal karier akademik.

UIN Malang memberikan dukungan awal bagi sekitar 300 dosen yang belum memperoleh pendanaan penelitian dari lembaga lain. Dukungan tersebut diarahkan untuk memberi pengalaman penelitian dan publikasi, termasuk pada jurnal nasional terindeks Sinta.

“Jangan melihat nominalnya, tetapi semangatnya. Output dari anggaran itu yang kita lihat,” kata Prof. Ilfi.

Menurutnya, pengalaman penelitian dan publikasi sejak awal karier akan membantu dosen membangun rekam jejak akademik secara bertahap sebelum memasuki jenjang jabatan akademik berikutnya.

Reputasi Internasional Diikuti Pengabdian

Penguatan reputasi akademik juga diarahkan agar menghasilkan manfaat di luar lingkungan kampus. Prof. Ilfi mendorong profesor dan dosen menggunakan bidang keilmuannya untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Salah satu arah pengembangan hingga 2029 adalah penguatan pengabdian berbasis madrasah dan pesantren. Dosen dan guru besar didorong membawa kompetensi keilmuan masing-masing untuk mendukung kebutuhan lembaga pendidikan dan masyarakat.

“Dakwah sekarang tidak hanya dalam bidang agama, tetapi melalui sains sesuai bidang keilmuan,” tegasnya.

Dengan bertambahnya tujuh guru besar, UIN Malang kini memiliki tambahan kekuatan akademik lintas bidang. Bagi Prof. Ilfi, penguatan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam peningkatan riset, publikasi, pembinaan akademisi muda, kolaborasi, dan pengabdian agar pertumbuhan jumlah profesor beriringan dengan peningkatan kontribusi universitas.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.