MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang serta Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang menggelar pelatihan literasi dan deteksi hoaks bagi guru Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sabtu, 19 September 2026.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru dalam memilah, memverifikasi, dan menyikapi informasi yang beredar di ruang digital. Hal ini dinilai penting seiring semakin cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat.
Dalam pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai literasi informasi, karakteristik dan jenis hoaks, serta teknik memeriksa kebenaran sebuah informasi. Guru diperkenalkan pada sejumlah langkah verifikasi, mulai dari memeriksa sumber informasi, membandingkan pemberitaan dari sejumlah media terpercaya, hingga memanfaatkan situs dan perangkat pemeriksa fakta.
Materi tidak hanya disampaikan secara teoritis. Peserta juga mengikuti diskusi dan praktik langsung untuk menguji informasi yang beredar di ruang digital. Pendekatan tersebut memungkinkan guru menerapkan keterampilan verifikasi informasi dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Kolaborasi FTIK UIN Malang, LP2M, dan Kemenag Kabupaten Malang sekaligus mempertemukan peran perguruan tinggi dan lembaga pendidikan madrasah dalam penguatan kompetensi guru. LP2M mendukung kegiatan sebagai bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, sementara Kemenag Kabupaten Malang memfasilitasi keterlibatan guru MTs sebagai mitra kegiatan.
Kemampuan guru dalam memverifikasi informasi dinilai memiliki dampak langsung terhadap pembelajaran. Selain dapat membantu guru menyaring informasi yang digunakan sebagai bahan ajar, keterampilan tersebut dapat ditularkan kepada peserta didik agar lebih kritis dalam menerima informasi digital.
Para peserta menyambut baik pelatihan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Penguatan literasi informasi bagi guru diharapkan tidak berhenti pada kemampuan mengenali hoaks, tetapi berkembang menjadi kebiasaan memeriksa sumber dan memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Melalui kegiatan ini, FTIK UIN Malang bersama LP2M dan Kemenag Kabupaten Malang menempatkan literasi informasi sebagai bagian dari penguatan kapasitas pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.