MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Upaya mempertemukan tradisi tahfidz Al-Qur’an dengan penguatan kemampuan bahasa Arab terus mendapat ruang di lingkungan akademik. Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Utrujah melakukan kunjungan edukatif ke Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (22/9/2026).
Kunjungan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Gedung Megawati Lantai 1 FTIK UIN Malang tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus pengenalan lingkungan akademik PBA kepada para peserta dari Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Utrujah.
Rombongan disambut Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FTIK UIN Malang bersama jajaran program studi. Pertemuan tersebut diisi dengan pengenalan PBA sekaligus dialog mengenai keterkaitan antara pembelajaran Al-Qur’an, tradisi menghafal, dan penguasaan bahasa Arab.
Dekan FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam arahannya menekankan eratnya hubungan antara tradisi menghafal Al-Qur’an dan Pendidikan Bahasa Arab. Menurutnya, Al-Qur’an yang menggunakan bahasa Arab menghadirkan ruang pembelajaran yang luas bagi para penghafal untuk tidak hanya menjaga hafalan, tetapi juga memperdalam pemahaman terhadap bahasa yang menjadi medium Al-Qur’an.
Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah penguasaan mufradat atau kosakata bahasa Arab. Bagi penghafal Al-Qur’an, penguasaan mufradat dapat menjadi bekal penting untuk memperkaya proses belajar sekaligus membantu memahami kandungan ayat yang dihafalkan.
Dengan demikian, aktivitas tahfidz tidak berhenti pada kemampuan mengingat dan melafalkan ayat, tetapi dapat dikembangkan menuju pemahaman bahasa dan makna. Sebaliknya, pembelajaran bahasa Arab juga dapat memperoleh sumber belajar yang kaya melalui kosakata dan struktur kebahasaan yang terdapat dalam Al-Qur’an.
Pertemuan tersebut sekaligus mempertemukan dua lingkungan pendidikan dengan karakter yang berbeda tetapi memiliki titik temu yang kuat, yakni pesantren tahfidz dan perguruan tinggi. Pesantren menghadirkan tradisi pembinaan Qur’ani, sementara perguruan tinggi menyediakan ruang akademik untuk mengembangkan pemahaman keilmuan dan kebahasaan.
Sinergi tersebut membuka peluang bagi pengembangan pembelajaran yang mengintegrasikan hafalan, pemahaman, dan penguasaan bahasa Arab. Bagi para santri, lingkungan akademik PBA juga dapat menjadi ruang untuk mengenal lebih dekat studi bahasa Arab serta berbagai kemungkinan pengembangan keilmuan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
Kunjungan Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Utrujah menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pembelajaran antara lembaga pendidikan Islam. Pertemuan tersebut menegaskan bahwa tradisi tahfidz dan Pendidikan Bahasa Arab memiliki ruang yang saling melengkapi: hafalan menjadi pintu awal, penguasaan bahasa menjadi instrumen pemahaman, dan kajian akademik menjadi ruang untuk memperluas kedalaman keilmuan Al-Qur’an.



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.