MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dibekali kemampuan merancang school plan sekaligus membangun strategi branding madrasah dan pesantren. Kompetensi tersebut diasah melalui Pelatihan School Plan: Sinergi School Plan dan Jurnalistik bertema “Branding Madrasah dan Pesantren Modern” yang digelar pada 18–20 September 2026 di Gedung Megawati Lantai 2 UIN Malang.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Pembinaan Prestasi Mahasiswa MPI 2026 tersebut menghadirkan M. Khoilur Rohman, M.Pd., content strategist sekaligus dosen UIN Malang, sebagai narasumber. Pelatihan diarahkan untuk mempertemukan kemampuan perencanaan pendidikan dengan keterampilan komunikasi dan publikasi lembaga.
Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa tidak hanya diajak memahami school plan sebagai instrumen perencanaan, tetapi juga belajar membaca potensi lembaga dan menerjemahkannya menjadi gagasan, program, serta informasi yang dapat dikomunikasikan kepada masyarakat.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FTIK UIN Malang, Dr. Muh. Yunus, M.Si., turut hadir sebagai bentuk dukungan pimpinan fakultas terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa. Sementara Ketua Program Studi MPI, Ulfah Muhayani, MPP, Ph.D., turut mengawal pelaksanaan kegiatan.
Tema “Branding Madrasah dan Pesantren Modern” menempatkan kemampuan mengelola lembaga dan mengomunikasikan identitas lembaga sebagai dua kompetensi yang saling berkaitan. Lembaga pendidikan tidak cukup hanya memiliki program yang baik, tetapi juga perlu mampu menjelaskan identitas, keunggulan, inovasi, dan dampaknya kepada masyarakat secara tepat.
Dalam konteks tersebut, school plan berfungsi sebagai kerangka untuk membaca kondisi, menentukan arah, merancang program, dan mengembangkan strategi lembaga. Sementara jurnalistik menjadi salah satu instrumen untuk mengomunikasikan berbagai program dan capaian tersebut kepada publik.
Mahasiswa juga dilatih mengembangkan kemampuan menulis berita, menyusun narasi, mengenali potensi lembaga, serta merancang strategi komunikasi. Kompetensi tersebut relevan dengan kebutuhan pengelola pendidikan Islam yang semakin berhadapan dengan ekosistem komunikasi digital dan tuntutan transparansi informasi.
Bagi Program Studi MPI FTIK UIN Malang, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa agar tidak berhenti pada penguasaan konsep manajemen pendidikan. Mahasiswa juga diarahkan untuk mampu menerjemahkan konsep tersebut menjadi strategi pengelolaan dan komunikasi lembaga yang dapat diterapkan dalam konteks nyata.
Perpaduan school plan dan jurnalistik juga memperkenalkan perspektif bahwa branding pendidikan bukan sekadar aktivitas promosi. Branding perlu bertumpu pada identitas, program, nilai, dan keunggulan yang benar-benar dimiliki lembaga, kemudian dikomunikasikan secara kreatif dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa MPI dipersiapkan memiliki kompetensi yang lebih utuh sebagai calon pengelola lembaga pendidikan Islam: mampu membaca potensi lembaga, merancang arah pengembangan, menyusun program, sekaligus mengomunikasikan keunggulan madrasah dan pesantren kepada masyarakat.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.