Sorotan
SEOUL | JATIMSATUNEWS.COM: Kolaborasi perguruan tinggi Indonesia dan Korea Selatan memasuki babak baru.
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bersama Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang memperkuat jejaring akademik dengan Cyber Hankuk University of Foreign Studies (HUFS).
Jejaring ini terbangun melalui kerja sama yang diarahkan pada pengembangan pengalaman belajar mahasiswa di tingkat internasional.
Baca juga: Revitalisasi Kurikulum dan Perkuat Visi Keilmuan, Libatkan Pakar Indonesia-Thailand
Kolaborasi Kampus Jatim dengan Korea Selatan
Pertemuan yang berlangsung di Cyber Hankuk University of Foreign Studies pada 15 September 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas ruang kolaborasi akademik antara institusi pendidikan tinggi dari dua negara.
Dari Unesa, kerja sama ini dihadiri oleh Dr. Resdianto Permata Raharjo, M.Pd., Koordinator Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni.
Kehadiran perwakilan program studi menjadi bagian dari upaya mendorong internasionalisasi pembelajaran sekaligus memperluas kesempatan mahasiswa untuk berinteraksi dengan lingkungan akademik global.
Bukan Sekadar Kerja Sama di Atas Kertas
Kerja sama antara ketiga perguruan tinggi tersebut diarahkan pada kegiatan yang dapat dirasakan secara langsung oleh mahasiswa.
Dua bentuk implementasi yang menjadi perhatian adalah kuliah tamu internasional dan pertukaran pelajar.
Kuliah tamu internasional menjadi salah satu sarana untuk menghadirkan perspektif akademik lintas negara.
Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar dari akademisi dengan latar belakang pendidikan dan budaya yang berbeda.
Sementara itu, program pertukaran pelajar membuka peluang bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer akademik di negara mitra.
Pengalaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran, tetapi juga memperkenalkan mahasiswa pada lingkungan sosial dan budaya Korea Selatan.
Bagi Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNESA, kerja sama tersebut memiliki arti strategis.
Bidang bahasa dan sastra memiliki hubungan erat dengan kebudayaan dan komunikasi. Karena itu, pengalaman akademik lintas budaya menjadi salah satu ruang pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa.
Baca juga: Megawati Hangestri Ulang Tahun ke-27, Pemain Daejeon Red Sparks Jadi yang Pertama Mengucapkan
Mahasiswa Jadi Bagian Penting
Internasionalisasi perguruan tinggi selama ini kerap dipahami dalam konteks kerja sama kelembagaan.
Namun, implementasi melalui kuliah tamu dan pertukaran pelajar membuat kerja sama tersebut memiliki ruang yang lebih dekat dengan mahasiswa.
Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima materi pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga berkesempatan membangun pengalaman komunikasi lintas budaya.
Dalam konteks tersebut, kerja sama Unesa, Unhasy, dan Cyber Hankuk University of Foreign Studies membuka peluang terbentuknya jejaring akademik yang lebih luas antara Indonesia dan Korea Selatan.
Dr. Resdianto Permata Raharjo, M.Pd. menegaskan pentingnya memastikan kerja sama internasional memiliki implementasi yang konkret dan memberikan manfaat bagi sivitas akademika.
“Kerja sama internasional perlu diwujudkan dalam kegiatan akademik yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dan dosen.
“Kuliah tamu internasional serta pertukaran pelajar menjadi salah satu bentuk implementasi yang dapat memperluas wawasan dan pengalaman akademik,” ujar Resdianto dalam keterangan resmi, Senin (21/9).
Membangun Jembatan Akademik Indonesia–Korea
Pertemuan di Korea Selatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun jembatan akademik antara perguruan tinggi Indonesia dan Korea Selatan.
Unesa dan Unhasy membawa pengalaman pendidikan tinggi Indonesia, sementara Cyber Hankuk University of Foreign Studies menjadi mitra dari lingkungan akademik Korea Selatan.
Kerja sama ini diharapkan berkembang secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan akademik yang melibatkan dosen dan mahasiswa.
Bagi mahasiswa, kolaborasi tersebut menghadirkan sebuah pesan sederhana: ruang belajar tidak lagi terbatas pada batas negara.
Dari Surabaya dan Jombang menuju Korea Selatan, kerja sama ini menjadi langkah untuk mempertemukan pengetahuan, bahasa, budaya, dan pengalaman akademik dalam satu ruang kolaborasi internasional.(WAF)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.