Sorotan
NGAWI | JATIMSATUNEWS.COM: Ning Ulum mengajak Mbak Yu Fatayat NU Widodaren Ngawi mencintai alam selain ngaji rutinan, sebagai wujud syukur bersama.
Sehingga ngaji dalam arti majemuk adalah berkontribusi untuk sosial kemasyarakatan serta keberlanjutan ekosistem.
Pengajian Rutin PAC Fatayat NU Widodaren Ngawi pun tergelar pada Minggu Kliwon (20/9) pagi di Masjid Miftahul Huda Crawuk Sidomakmur.
Ning Ulum: Seimbangkan Ibadah Mahdhah dan Majemuk
Menjalankan ibadah mahdhah seperti shalat, puasa, dan wirid merupakan benteng spiritual setiap muslim.
Namun, ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqarrub ilallah) tidak berhenti pada ritual individu belaka.
Umat diajak untuk melengkapinya dengan ibadah majemuk—ragam amal sosial dan kepedulian lingkungan yang dicontohkan langsung oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Pesan spiritual tersebut disampaikan oleh Ning Hj. Lum’atul Choirot, Lc., M.Pd. (Ning Ulum) dalam mauidhah hasanah.
Segmen ini di dalam kegiatan keagamaan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Widodaren yang berlangsung di Masjid Miftahul Huda, Dusun Crawuk, Desa Sidomakmur, Minggu Kliwon.
Dalam tausiyahnya, Ning Ulum mengajak para kader dan “Mbak Yu” Fatayat NU untuk tidak hanya berfokus pada ngaji rutinan.
Mereka juga perlu menaruh kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam serta mewaspadai fenomena brain root demi kelangsungan Sumber Daya Alam (SDA) dan terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
Ragam Jalan Menuju Ridha Allah
Ning Ulum menegaskan bahwa jalan menuju keridhaan Allah sangat luas dan beragam (dalan marek dateng Allah niku kathah).
Selain memperbanyak wirid atau shalat sunnah bagi yang mampu, kepedulian terhadap sesama dan alam sekitar merupakan wujud nyata kemajemukan ibadah.
“Menolong manusia lainnya itu banyak modelnya. Kita menanam pohon, membantu sesama, hingga membuang sampah pada tempatnya untuk mencegah kebanjiran. Gerakan semacam ini adalah bagian dari khidmah lingkungan,” tegas Ning Ulum.
Bagi masyarakat yang memiliki kelebihan rizki, shadaqah menjadi pintu amal tambahan.
Ning Ulum mengapresiasi inovasi kader Fatayat NU Widodaren yang tidak hanya berfokus pada dzikir rutin, tetapi juga aktif meluncurkan aksi nyata di lapangan:
• Kegiatan Santunan: Memberikan bantuan langsung bagi warga yang membutuhkan.
• Aksi Tanam Pohon: Menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian alam lokal.
• Pelatihan Pembuatan Bioenzim: Mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk berdaya guna seperti sabun pembersih alami.
Kehangatan Organisasi dan Apresiasi Kader
Suasana di Masjid Miftahul Huda berlangsung hangat dan penuh khidmat.
Ketua PAC Fatayat NU Widodaren, Siti Solekhah, menyampaikan rasa bangga dan cintanya kepada jemaah di Sidomakmur.
Begitu besarnya apresiasi terhadap antusiasme jemaah di tingkat ranting, beliau memilih hadir langsung di lokasi acara, ketimbang menghadiri agenda lain di tingkat Kabupaten atau PC Ngawi.
Selain itu, istri dari Nur Mahali tersebut turut memberikan apresiasi berupa uang tunai kepada ranting Sekaralas, karena datang paling awal dengan jumlah peserta terbanyak.
Menariknya, terdapat grup Hadrah tanpa nama yang menyemarakkan majelis.
Ketua PR Fatayat NU Sidomakmur, Khoirun Azizah menyampaikan rasa terimakasih kepada jamaah yang hadir dari Banom NU dan UPZIS Widodaren, serta GarfaNU yang senantiasa membersamai acara di Fatayat NU Widodaren Ngawi.
Seluruh rangkaian acara kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Warsi.
Melalui perpaduan ibadah ritual dan khidmah sosial-lingkungan ini, PAC Fatayat NU Widodaren terus berkomitmen membangun masyarakat yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga peduli, tanggap, dan adaptif dalam menjaga lingkungan sekitar.(QONY)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.