Langsung ke konten
Selasa, 15 September 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
kecamatan Prigen kabupaten Pasuruan

Seratus Kreator Sidoarjo Raya Berburu Konten dan Perluas Kolaborasi di Taman Safari Prigen

JATIMSATUNEWS.COM, PRIGEN – Sekitar 100 social media enthusiast dan content creator dari Sidoarjo Raya memanfaatkan akhir pekan dengan cara berbeda. Mereka bertolak menuju Taman Safari Indonesia Prigen untuk mengeksplorasi destinasi, berburu ide, serta menghasilkan foto dan video dalam kegiatan Sidoarjo Social Media Meetup 2026, Minggu (13/9).

Kegiatan tersebut menjadi ajang pertemuan komunitas media sosial Sidoarjo Raya yang digelar melalui kolaborasi RSI Siti Hajar Sidoarjo dan Taman Safari Indonesia Prigen. Kegiatan sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap rangkaian International Animal Photo Video Competition (IAPVC) Roadshow Prigen 2026.

Berbeda dengan meetup yang umumnya berfokus pada diskusi dan networking, Sidoarjo Social Media Meetup 2026 mengusung konsep experience-based meetup. Peserta tidak hanya bertemu dan membangun jejaring, tetapi juga diajak merasakan langsung pengalaman di destinasi sekaligus mengolahnya menjadi konten.

Kegiatan diawali dari RSI Siti Hajar Sidoarjo. Setelah registrasi dan persiapan, para peserta kemudian bergerak bersama menuju Taman Safari Indonesia Prigen. Setibanya di lokasi, kamera dan smartphone langsung menjadi perangkat utama para kreator.

Berbagai aktivitas di kawasan Taman Safari dimanfaatkan sebagai bahan produksi konten, mulai dari satwa, lanskap, aktivitas peserta, hingga pengalaman selama berwisata. Koordinator kegiatan, Fahmi Adimara, mengatakan konsep tersebut sengaja dirancang agar meetup tidak berhenti pada pertemuan dan networking, tetapi memiliki hasil yang lebih nyata.

“Kami ingin mengubah pola meetup dari sekadar bertemu menjadi bertemu lalu menghasilkan sesuatu. Teman-teman creator punya ruang untuk mengeksplorasi, mengambil gambar, membuat video, dan membagikan pengalaman mereka masing-masing.”

Menurut Fahmi, model kegiatan berbasis pengalaman juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara komunitas kreator dengan berbagai sektor, termasuk brand dan destinasi wisata.

“Ketika creator datang langsung ke sebuah tempat, mereka punya pengalaman sendiri. Itu yang kemudian menjadi cerita. Bagi brand atau destinasi, cerita yang lahir dari pengalaman creator jauh lebih natural daripada sekadar promosi satu arah,” ujarnya.

Tak Sekadar NetworkingAntusiasme peserta terlihat dari keterlibatan berbagai komunitas dan latar belakang. Salah satunya Gading dari Minutes of Manager yang menilai kegiatan tersebut memberikan ruang untuk bertemu sesama kreator sekaligus menemukan perspektif baru dalam membuat konten.

Iklan

“Yang menarik adalah kita tidak hanya duduk dalam satu ruangan. Di sini kita langsung punya banyak objek untuk dieksplorasi. Selain mendapatkan konten, kita juga bisa bertemu dengan creator lain dan saling membuka peluang kolaborasi ke depannya,” katanya.

Konsep experience-based meetup membuat interaksi antarpeserta berlangsung lebih cair. Peserta tidak harus berada di satu ruangan sepanjang acara, melainkan tersebar di berbagai area Taman Safari untuk mengeksplorasi lokasi, mengambil gambar, dan bertukar pengalaman.

Satu lokasi pun dapat menghasilkan cerita yang berbeda karena setiap kreator memiliki sudut pandang dan cara masing-masing dalam menerjemahkan pengalaman ke dalam konten. Perluas Gaung IAPVC Roadshow PrigenKegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap IAPVC Roadshow Prigen 2026.

Kehadiran komunitas media sosial memberikan ruang tambahan untuk memperluas cerita dan jangkauan informasi mengenai rangkaian kegiatan tersebut.Abid, panitia Roadshow IAPVC 2026, menyebut komunitas digital menjadi salah satu elemen penting dalam membangun gaung sebuah kegiatan.

“Creator punya cara sendiri dalam menyampaikan sebuah pengalaman. Ketika banyak creator hadir dan membuat cerita dari perspektif masing-masing, informasi tentang kegiatan bisa menjangkau audiens yang lebih luas.”

Kolaborasi dengan komunitas kreator memungkinkan sebuah event tidak hanya dikomunikasikan melalui kanal resmi penyelenggara. Pengalaman peserta dapat berkembang menjadi beragam bentuk cerita di media sosial, sesuai dengan karakter dan audiens masing-masing kreator.Kreator Ikut Promosikan Potensi DaerahBagi Feqa dari Discover Sidoarjo, kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa promosi daerah semakin membutuhkan pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Potensi Jawa Timur sangat besar, tetapi harus ada yang menceritakan. Teman-teman social media ini adalah bagian dari ekosistem yang bisa membantu memperkenalkan destinasi, kegiatan, maupun potensi daerah dengan bahasa yang dekat dengan audiens.”

Menurut Feqa, kekuatan komunitas digital tidak semata-mata terletak pada jumlah pengikut, tetapi juga pada kemampuan membangun cerita berdasarkan pengalaman langsung.Ketika kreator hadir, melihat, dan mengalami sendiri sebuah destinasi atau kegiatan, konten yang dihasilkan memiliki konteks personal sehingga terasa lebih dekat dengan audiens.

Iklan

RSI Siti Hajar Buka Ruang KolaborasiDari sisi RSI Siti Hajar Sidoarjo, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan komunitas dan masyarakat.

Kepala Unit Pemasaran RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr. Silvy, mengatakan rumah sakit memiliki ruang yang luas untuk berkolaborasi dengan masyarakat di luar konteks pelayanan kesehatan.«“Kami ingin RSI Siti Hajar tidak hanya dikenal sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai institusi yang terbuka untuk kolaborasi dengan komunitas.

Kegiatan seperti ini memberi kesempatan kepada kami untuk bertemu langsung dengan masyarakat dalam suasana yang lebih santai dan positif.”»Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu cara untuk membangun engagement dengan masyarakat secara lebih natural.

Kolaborasi ke depan dapat dikembangkan tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga edukasi, kreativitas, lingkungan, hingga kegiatan sosial.Satu Kegiatan, Banyak ManfaatSeharian berada di Taman Safari Indonesia Prigen membuat kegiatan berlangsung dalam suasana yang lebih cair dan interaktif.

Para peserta bebas mengeksplorasi lokasi, mengambil foto dan video, sekaligus berinteraksi dengan sesama kreator.Bagi sebagian peserta, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan. Bagi peserta lainnya, perjalanan ini menjadi momentum mendapatkan stok konten baru.

Sementara bagi penyelenggara, Sidoarjo Social Media Meetup 2026 menjadi bukti bahwa sebuah meetup dapat dirancang tidak sekadar sebagai ruang pertemuan, tetapi juga menjadi wadah eksplorasi, produksi konten, promosi destinasi, serta membuka peluang kolaborasi bagi berbagai pihak.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.