PEKALONGAN | JATIMSATUNEWS.COM: Atmosfer kompetisi memanas di Kampus II UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Kamis (10/9/2026). Kontingen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi turun gelanggang untuk adu gagasan dan kemampuan melawan 17 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa dan Madura dalam ajang bergengsi tingkat mahasiswa.
Dalam lawatan kompetitif kali ini, UIN Malang menargetkan prestasi gemilang di sejumlah cabang perlombaan akademik. Pihak delegasi memastikan bahwa kontingen andalan mereka diturunkan untuk bertarung habis-habisan di cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Debat Konstitusi, hingga Peradilan Semu atau Mootcourt. Ajang ini diyakini menjadi ruang pembuktian yang tepat untuk mengasah nalar kritis, ketajaman argumentasi, serta insting hukum para mahasiswa.
Fokus perhatian salah satunya tertuju pada cabang KTIQ, di mana delegasi UIN Malang diwakili oleh tiga mahasiswa tangguh, yakni Ahmad Royhan Firdaus, Najma Fadiyah, dan Ardiansyah Bagus Ramadhan. Ketiganya membawa misi besar dari kampus, bukan sekadar untuk menjadi penggembira, melainkan untuk menaklukkan panggung kompetisi dan membawa pulang trofi kemenangan demi almamater.
Baca juga: FITK UIN Malang Gelar Koordinasi Bersama Pimpinan ORMAWA Bahas Agenda Strategis Kemahasiswaan
Baca juga: Guru Besar UIN Malang Jadi Narasumber Seminar Nasional di UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Kesiapan mental dan fisik para peserta ini mendapat pengawalan langsung dari Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni Fakultas Syariah UIN Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H. Ia terus memantau dinamika kontingen di lapangan. “Alhamdulillah, anak-anak yang tampil hari ini semuanya dalam kondisi sehat dan memiliki motivasi kuat untuk menjadi yang terbaik,” tegasnya saat mendampingi para mahasiswa.
Pria yang juga bertindak selaku pelatih cabang KTIQ tersebut menambahkan bahwa sejak hari pertama perlombaan dimulai, seluruh anggota kontingen UIN Malang telah memperlihatkan semangat juang yang luar biasa. Ia secara intensif terus memberikan pendampingan agar ritme fokus para peserta tidak goyah di tengah ketatnya persaingan. Menurutnya, kesiapan fisik dan ketahanan mental adalah kunci krusial, sehingga ia tiada henti memotivasi mahasiswanya untuk merawat kepercayaan diri demi performa yang maksimal.
Lebih jauh, Dr. H. Miftahul Huda menilai bahwa jam terbang dalam kompetisi semacam ini adalah kawah candradimuka untuk mencetak mahasiswa unggul yang berani, disiplin, dan bermental juara sejati. “Kami berharap seluruh kontingen dapat terus menjaga semangat hingga seluruh rangkaian lomba selesai. Semoga ikhtiar, doa, dan kerja keras teman-teman UIN Malang berbuah prestasi terbaik,” pungkasnya dengan nada optimis.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.