JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Hadir sebagai moderator di acara Halaqoh Internasional Gerakan Ayo Mondok jelang Pembukaan Muktamar NU Ke 35 di Jombang 27/8/2026 Pengurus Harian LP Ma’arif PBNU, Evi Ghozaly, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap berbagai terobosan yang dilakukan LP Ma’arif NU Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan saat wawancara khusus pada kesempatan lain 29/8/2026.
Menurut Ning Evi, kunjungan ke sekolah-sekolah Ma’arif di berbagai daerah selalu menjadi agenda yang ia upayakan ketika sedang berada di suatu wilayah termasuk ke wilayah Jawa Timur.
“Ketika saya berada di satu tempat, biasanya saya menyempatkan waktu untuk datang ke sekolah Ma’arif setempat dalam rangka silaturahmi dan pembinaan secara umum. Namun sesungguhnya saya justru banyak belajar dari para pejuang pendidikan Ma’arif di daerah yang luar biasa dedikasinya,” ujarnya.
Salah satu kunjungan yang membuat Ning Evi terkesan adalah ke kabupaten Malang. Program-program yang dijalankan Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang, Prof. AMKA beserta timnya luar biasa.
Menurutnya, berbagai kebijakan yang diterapkan menunjukkan keseriusan dalam membangun budaya mutu di lingkungan pendidikan Ma’arif.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah kebijakan bahwa calon kepala sekolah Ma’arif harus mengikuti dua pelatihan penting sebelum dilantik, yakni pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta penyusunan Rencana Strategis (Renstra).
“Ini terobosan yang luar biasa. Kepala sekolah sebelum dilantik harus sudah mengikuti pelatihan penjaminan mutu internal dan mampu menyusun Renstra. Kalau belum mengikuti kedua pelatihan itu, tidak dilantik. Menurut saya ini langkah yang sangat keren,” tegasnya.
Menurut Ning Evi, penguasaan standar mutu internal menjadi modal penting bagi sekolah untuk terus berkembang dan menghadapi proses akreditasi dengan lebih baik.
Tak hanya itu, LP Ma’arif Kabupaten Malang juga dinilai berhasil membangun budaya peningkatan kualitas melalui pelatihan daring yang dilakukan secara berkala. Program tersebut memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para pendidik dan pengelola sekolah terkait berbagai aspek mutu pendidikan.
“Pelatihan online yang dilakukan secara berkala ini sangat membantu sekolah-sekolah. Ketika nanti menghadapi akreditasi, mereka sudah siap karena budaya mutunya sudah dibangun sejak awal,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Evi juga mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan SMK Nusantara yang saat ini memiliki sekitar 1.600 siswa. Ia mengaku menerima profil sekolah tersebut dan merasa sangat terkesan dengan konsep pendidikan yang dikembangkan.
Menurutnya, SMK Nusantara tidak hanya fokus pada kemampuan akademik maupun keterampilan teknologi, tetapi juga berhasil mempertahankan nilai-nilai keislaman dan tradisi Aswaja.
“Tagline yang saya tangkap sangat menarik. Alumni SMK bukan hanya pintar coding dan unggul dalam bidang akademik sesuai jurusannya, tetapi juga mampu memimpin tahlil. Ini keren sekali. Nilai-nilai keaswajaan tetap dipertahankan,” ungkapnya.
Ning Evi menambahkan bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari jumlah siswa, tetapi juga dari kualitas pengelolaan, profesionalisme sumber daya manusia, dan sistem pembelajaran yang terukur.
Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada Kepala SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Kabupaten Malang (MK NU SA)Imron, yang dinilainya mampu menjelaskan berbagai strategi pengelolaan sekolah secara profesional dan terukur.
“Saya bertanya bagaimana membina 1.600 siswa dan menjaga kualitas lulusannya. Kepala sekolah menjawab dengan sangat baik. Profesional, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini menunjukkan manajemen sekolah yang matang,” tuturnya.
Lebih jauh, Ning Evi mengungkapkan kebanggaannya melihat perkembangan lembaga pendidikan Ma’arif di Jawa Timur. Sejumlah sekolah saat ini telah menguasai standar mutu internal dan mulai diarahkan menuju sertifikasi yang lebih tinggi.
“Kalau sekolah-sekolah sudah menguasai standar mutu internal, itu sudah sangat luar biasa. Bahkan sekarang ada yang mulai diusulkan menuju standar yang lebih tinggi. Sebagai pengurus harian Ma’arif pusat, saya bangga dan bahagia melihat perkembangan ini,” katanya.
Di akhir wawancara Ning Evi menyampaikan pesan khusus kepada seluruh pengelola dan pendidik LP Ma’arif di Jawa Timur. Menegaskan bahwa lembaga pendidikan Ma’arif merupakan medan perjuangan yang sangat strategis untuk dakwah sekaligus menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah kepada generasi muda.
“Ini adalah lahan perjuangan yang luar biasa untuk dakwah dan menebarkan nilai-nilai Aswaja. Karena itu, siapa pun yang diberi amanah menjadi pendidik di lingkungan Ma’arif harus terus belajar, mengembangkan diri, dan mensyukuri kesempatan tersebut dengan memberikan yang terbaik,” pesannya.
Ia menutup menyampaikan bahwa menjadi pendidik di lingkungan Ma’arif bukan sekadar profesi, melainkan sebuah panggilan perjuangan yang memiliki nilai pengabdian tinggi bagi umat dan bangsa.
“Terpilih menjadi pendidik di LP Ma’arif itu sesuatu yang luar biasa. Maka teruslah belajar dan berkembang demi kemajuan pendidikan umat,” ucap Ning Evi.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.