Langsung ke konten
Rabu, 26 Agustus 2026
Headline Officium Nobile Menuju Kepastian, Penyelesaian Problematika Definisi Advokat di Hadapan Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 
Daerah

TRIGOYUK, Cara Mahasiswa FITK UIN Malang Kemas Trigonometri dalam Petualangan Digital

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Trigonometri dikemas menjadi sebuah petualangan digital melalui TRIGOYUK, media pembelajaran inovatif yang dikembangkan mahasiswa Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Media tersebut menggunakan konsep “Ekspedisi Gunung Buthak” untuk membawa peserta didik mempelajari materi trigonometri melalui video pembelajaran dan serangkaian tantangan soal.

Dalam TRIGOYUK, peserta didik harus melewati 10 pos pemberhentian. Setiap pos memuat dua soal yang harus diselesaikan secara berurutan sebelum peserta didik dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

Konsep tersebut membuat soal tidak ditempatkan sekadar sebagai latihan, tetapi menjadi bagian dari alur permainan. Peserta didik diarahkan untuk memahami materi melalui video, membaca petunjuk, mengerjakan soal, kemudian melanjutkan ekspedisi setelah menyelesaikan tantangan.

TRIGOYUK memadukan materi trigonometri dengan teknologi digital, video edukatif, dan aktivitas berbasis tantangan. Pola tersebut dirancang untuk mendorong peserta didik belajar secara lebih aktif sekaligus memberi ruang untuk mencoba dan mengevaluasi pemahaman secara mandiri.

Bagi mahasiswa Tadris Matematika, pengembangan TRIGOYUK juga menunjukkan bahwa kompetensi calon guru matematika tidak berhenti pada penguasaan konsep dan rumus. Mahasiswa dituntut mampu menerjemahkan materi menjadi pengalaman belajar yang sesuai dengan karakter peserta didik dan perkembangan teknologi.

Melalui konsep ekspedisi, trigonometri yang selama ini kerap dipahami sebagai materi penuh rumus dan perhitungan dikemas menjadi aktivitas belajar yang melibatkan eksplorasi dan penyelesaian tantangan.

TRIGOYUK sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang pembelajaran dapat menjadi tempat lahirnya inovasi. Mahasiswa calon pendidik didorong tidak hanya bertanya apa yang harus diajarkan, tetapi juga bagaimana materi dapat dipelajari dengan lebih menarik, mudah dipahami, dan bermakna.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu merancang pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi peserta didik.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.