Langsung ke konten
Sabtu, 22 Agustus 2026
Headline Relik Dmitry Donskoy Ditemukan Utuh di Kremlin, Putin Tinjau Makam
Nasional

Sambut Maba Pascasarjana UB, Rektor Prof. Widodo: Kalian Kelompok Elite 0,5 Persen Bangsa

Pimpinan Universitas Brawijaya secara simbolis memukul gong yang menandai resminya pembukaan Upacara Orientasi Pendidikan bagi ribuan mahasiswa baru program Pascasarjana (S2 dan S3) Universitas Brawijaya.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Brawijaya (UB) secara resmi menyambut ribuan mahasiswa baru (maba) program Pascasarjana (S2 dan S3) melalui Upacara Orientasi Pendidikan. Ribuan maba ini hadir membawa warna tersendiri karena berasal dari latar belakang yang sangat beragam, mulai dari fresh graduate, praktisi profesional, pejabat pemerintahan, hingga jenderal perwira tinggi TNI/Polri berbintang tiga.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., dalam sambutannya memberikan pesan mendalam bagi para maba. Ia menegaskan bahwa mahasiswa S2 dan S3 adalah bagian dari kelompok terpelajar yang sangat terbatas di Indonesia.

“Populasi masyarakat Indonesia yang berkesempatan mengecap pendidikan S2 dan S3 saat ini berada di bawah angka 0,5 persen,” tegas Prof. Widodo.

Fakta ini otomatis menempatkan para maba Pascasarjana UB sebagai kelompok elite intelektual bangsa yang memiliki tanggung jawab besar terhadap kemajuan negara.

Bukan Sekadar Kuliah, Tapi Agen Perubahan

Menyandang status sebagai elite akademik tentu membawa konsekuensi moral dan ilmiah. Prof. Widodo menekankan bahwa maba Pascasarjana tidak boleh sekadar berorientasi menyelesaikan kelas. Lebih dari itu, mereka dituntut untuk:

  1. Menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
  2. Mengembangkan ilmu pengetahuan secara substantif.
  3. Menciptakan inovasi terapan yang solutif terhadap masalah sosial, ekonomi, dan teknologi.
  4. Mendukung visi tersebut, pihak UB berkomitmen penuh menghadirkan ekosistem akademik yang unggul.

Dengan bertemunya ragam latar belakang mahasiswa dalam satu wadah kampus, UB optimis akan tercipta kolaborasi riset lintas disiplin ilmu yang kuat, bereputasi internasional, dan berdampak langsung pada pembangunan nasional.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.