Langsung ke konten
Sabtu, 22 Agustus 2026
Headline Relik Dmitry Donskoy Ditemukan Utuh di Kremlin, Putin Tinjau Makam
Daerah

196 Panitia Kawal PBAK FITK 2026, Naufal Sambut Ribuan Gatotkaca Muda

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebanyak 196 mahasiswa terlibat sebagai panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2026. Mereka telah mempersiapkan rangkaian kegiatan sejak akhir Mei untuk menyambut mahasiswa baru yang dalam PBAK tahun ini diperkenalkan dengan sebutan “Gatotkaca Muda.”

Hal tersebut disampaikan Ketua Pelaksana PBAK FITK 2026 unsur mahasiswa, Naufal Fatih Zahraan Arefah, dalam pembukaan PBAK FITK 2026 NIRWAKARSA – PELOPOR DUNIA di Gedung Soeharto/Sport Center Lantai 2 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (20/8/2026).

Di hadapan mahasiswa baru, Naufal menyampaikan apresiasi terhadap kerja ratusan panitia yang telah mempersiapkan kegiatan sejak beberapa bulan sebelum pelaksanaan.

Menurutnya, terselenggaranya PBAK tidak terlepas dari proses panjang yang melibatkan perencanaan, koordinasi, pembagian tugas, hingga pelaksanaan berbagai agenda. Keterlibatan 196 panitia menjadi bagian penting dari proses tersebut.

“Selamat datang di FITK UIN Malang,” ujar Naufal saat menyambut mahasiswa baru.

Ia menegaskan bahwa PBAK bukan sekadar agenda seremonial untuk menyambut mahasiswa baru. Kegiatan tersebut menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, kemahasiswaan, serta perjalanan pendidikan yang akan mereka jalani selama menjadi bagian dari FITK.

Mahasiswa baru, lanjut Naufal, akan menghadapi berbagai proses selama menempuh pendidikan, mulai dari pembelajaran di ruang kelas, diskusi, tugas, praktik, organisasi, hingga berbagai pengalaman yang membentuk kemampuan dan karakter.

Dalam kesempatan tersebut, Naufal juga mengingatkan mahasiswa baru mengenai identitas keilmuan FITK sebagai lingkungan pendidikan calon guru. Menurutnya, mahasiswa perlu menyadari bahwa proses yang mereka jalani di bangku kuliah pada akhirnya akan berkaitan dengan tanggung jawab mendidik generasi berikutnya.

“Di FITK, kalian akan menjadi seorang guru,” tegasnya.

Pesan tersebut, menurut Naufal, membawa konsekuensi bahwa mahasiswa tidak hanya perlu mengejar penguasaan materi akademik. Mereka juga harus membangun karakter, keterampilan, kemampuan beradaptasi, serta keberanian untuk mengambil peran sebagai pendidik.

Guru, lanjutnya, memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan generasi masa depan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di FITK nantinya akan menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia pendidikan.

Karena itu, mahasiswa baru diminta menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk terus bertumbuh. Mereka tidak dituntut langsung menjadi pribadi yang sempurna, tetapi perlu memiliki keberanian untuk memulai, belajar, mengevaluasi diri, dan berkembang.

Semangat tersebut sejalan dengan tema PBAK FITK 2026, “NIRWAKARSA – PELOPOR DUNIA.” Naufal mengajak mahasiswa baru untuk tidak hanya menjadi pengikut perubahan, tetapi berani mengambil inisiatif dan menciptakan perubahan melalui ilmu yang dimiliki.

Menjadi pelopor, menurutnya, dapat dimulai dari keberanian memiliki gagasan, menghasilkan karya, keluar dari zona nyaman, serta menggunakan pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Sebutan “Gatotkaca Muda” yang diberikan kepada mahasiswa baru juga menjadi bagian dari pesan tersebut. Mereka merupakan generasi yang sedang memulai perjalanan akademik dan memiliki waktu panjang untuk membangun kompetensi sebelum kelak menjalankan peran profesional di bidang pendidikan.

Naufal berharap semangat yang dibangun dalam PBAK tidak berhenti selama kegiatan berlangsung. Meski PBAK hanya menjadi bagian awal dari perjalanan mahasiswa di FITK, pengalaman dan nilai yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk menjalani proses akademik hingga menyelesaikan pendidikan.

Bagi Naufal, kerja 196 panitia sejak akhir Mei dan kehadiran mahasiswa baru dalam pembukaan PBAK menjadi dua bagian dari satu perjalanan: panitia mempersiapkan gerbangnya, sementara para Gatotkaca Muda kini memulai perjalanan mereka di FITK UIN Malang.

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.