Langsung ke konten
Rabu, 19 Agustus 2026
Headline KAI Daop 7 Madiun Tambah Kapasitas Rangkaian, Akomodir Lonjakan Penumpang Libur Panjang HUT ke-81 RI
Nasional

Dari Limbah Menjadi Produk Bernilai, Teknik Kimia Polinema Dampingi PKK Desa Pajaran Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

Kelompok PKK Desa Pajaran foto bersama Produk Lilin Aromaterapi Pasca Pelaksanaan Bimtek

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga ternyata dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai guna. Hal tersebut diperkenalkan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang (Polinema) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi sebagai Upaya Minimalisir Pencemaran Air di Desa Pajaran, Kabupaten Malang, 8 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menggandeng Ibu-ibu PKK Desa Pajaran sebagai mitra. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan masyarakat dalam mengelola minyak jelantah agar tidak langsung dibuang ke lingkungan, sekaligus mengubahnya menjadi produk rumah tangga yang memiliki nilai tambah.Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen Jurusan Teknik Kimia Polinema yang terdiri atas Dr. Ade Sonya Suryandari, S.T., M.T., M.Sc., Dr. Windi Zamrudy, B.TECH., M.Pd., Lintang Alivia Anggerta, S.T., M.T., Dr. Heny Dewajani, S.T., M.T., Ria Lusiyani, S.Pd., M.A., dan Dr. Eng. Haris Puspito Buwono, S.T., M.T.

Melalui kegiatan PKM tersebut, tim dosen menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna yang dapat diadaptasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Materi diberikan secara bertahap, mulai dari pengenalan karakteristik minyak jelantah hingga pemanfaatannya sebagai bahan baku pembuatan lilin aromaterapi.

Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai minyak jelantah, termasuk dampak pembuangan minyak bekas ke lingkungan. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan minyak jelantah secara tepat untuk mengurangi potensi pencemaran air.Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi. Ibu-ibu PKK Desa Pajaran diperkenalkan dengan tahapan persiapan dan pengolahan minyak jelantah, pencampuran bahan, penambahan pewangi, proses pencetakan, hingga menghasilkan lilin aromaterapi yang siap digunakan.

Ketua tim PKM, Dr. Ade Sonya Suryandari, S.T., M.T., M.Sc., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif sederhana bagi masyarakat dalam menangani minyak jelantah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan alternatif pemanfaatan minyak jelantah yang sederhana dan dapat diterapkan oleh masyarakat. Minyak jelantah tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan minyak jelantah tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang kreativitas dan ekonomi masyarakat. Dengan keterampilan yang diperoleh, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan produk lilin aromaterapi secara mandiri.

Kegiatan ini mendapat manfaat langsung bagi Ibu-ibu PKK Desa Pajaran melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola minyak jelantah. Selain membantu mengurangi potensi pencemaran air akibat pembuangan minyak jelantah, pemanfaatannya menjadi lilin aromaterapi membuka peluang pengembangan produk kreatif bernilai ekonomis.

Tim PKM Jurusan Teknik Kimia Polinema berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Pajaran untuk menerapkan pengelolaan minyak jelantah secara berkelanjutan. Tidak berhenti sebagai solusi lingkungan, lilin aromaterapi juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan desa yang mampu mendukung kreativitas serta kegiatan ekonomi masyarakat.

Keterangan: pengisian pre-test sebelum pemberian materi pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah Keterangan: penjelasan materi dan praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah Keterangan: Kelompok PKK Desa Pajaran foto bersama produk lilin aromaterapi pasca pelaksanaan bimtek

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.