Langsung ke konten
Senin, 24 Agustus 2026
Headline Relik Dmitry Donskoy Ditemukan Utuh di Kremlin, Putin Tinjau Makam
Daerah

IAIN Curup Hadirkan Guru Besar FITK UIN Malang Dalam Seminar Nasional Bertajuk Arah Baru Pengembangan Pendidikan Bahasa Arab dan Studi Al-Qur’an

 

Foto: Pemberian cinderamata pada pemateri

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Integrasi antara penguasaan bahasa Arab dan studi Al-Qur’an menjadi sorotan utama dalam Seminar Nasional bertema “Arah Baru Pengembangan Pendidikan Bahasa Arab dan Studi Al-Qur’an” yang digelar IAIN Curup pada Rabu (06) kemarin. Guru Besar Ilmu Bahasa Arab FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Uril Bahruddin, MA, diundang sebagai narasumber dalam acara yang dihadiri ratusan dosen, mahasiswa, dan civitas akademika dari berbagai program studi di IAIN Curup.

Acara yang berlangsung di Hall Perpustakaan IAIN Curup ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik IAIN Curup, didampingi Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris serta Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah. Dalam sambutannya, pihak kampus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar yang relevan dengan kebutuhan pengembangan keilmuan Islam di era saat ini.

Foto: Dokumentasi bersama 

Prof. Uril mengapresiasi kolaborasi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam penyelenggaraan seminar. Ia menekankan bahwa sinergi kedua bidang keilmuan ini penting untuk menjawab tantangan pengembangan studi keislaman.

Dalam pemaparannya, Prof. Uril menyoroti kesenjangan yang sering terjadi: banyak orang menguasai bahasa Arab tapi lemah dalam tafsir Al-Qur’an, atau sebaliknya. Oleh sebab itu, diperlukan paradigma baru yang mengintegrasikan keduanya secara seimbang.

“Arah baru yang harus dibangun adalah siapa pun yang belajar bahasa Arab penting untuk melanjutkannya dengan kajian Al-Qur’an dan tafsir. Sebaliknya, mereka yang belajar Al-Qur’an dan tafsir juga semestinya menguasai bahasa Arab dengan baik,” tegasnya.

Prof. Uril juga menekankan pentingnya bahasa Arab sebagai kunci memahami Al-Qur’an secara mendalam.

“Bagaimana mungkin orang bisa menafsirkan Al-Qur’an dengan baik sementara dia tidak menguasai bahasa Arab? Padahal Al-Qur’an itu tertulis dalam bahasa Arab,” tambahnya.

Seminar berlangsung dengan antusias, diikuti mahasiswa S-1 dan S-2 Pendidikan Bahasa Arab, serta S-1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Diskusi interaktif dan tanya jawab menunjukkan tingginya minat peserta. Seminar Nasional ini menjadi momentum penting dalam mendorong integrasi keilmuan antara bahasa Arab dan studi Al-Qur’an di perguruan tinggi Islam.

Prof. Uril Bahruddin mengajak semua pihak untuk membangun paradigma baru yang lebih kolaboratif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Langkah ini diharapkan melahirkan generasi yang mampu menguasai bahasa Arab dan memahami Al-Qur’an secara utuh.
Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.