Langsung ke konten
Minggu, 27 September 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Penerapan Teknologi Pesawat Tanpa Awak (Drone) untuk Evaluasi Lahan di Kebun Kopi

Pengoperasian drone di Kebun Kopi

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Guna mendukung pertanian yang lebih maju, Dosen
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya melakukan program pengabdian
masyarakat di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Sabtu
(16/9/2023).

Inovasi
pertanian dibidang teknologi merupakan salah satu upaya yang dilakukan dan
dikenal sebagai terobosan baru di era ini. Perkembangan teknologi dan berbagai
macam keterampilan dalam mengembangkan pola pertanian telah mampu meningkatkan
produksi, mengurangi waktu dan tenaga kerja. Pertanian saat ini memberikan
banyak ruang terhadap penggunaan teknologi, salah satunya adalah teknologi
modern berbasis sistem informasi geografis dan penginderaan jauh.
Unmanned Aerial
Vehicle
(UAV)
merupakan teknologi pesawat udara tanpa awak yang
saat
ini banyak digunakan agar dapat memperoleh data-data penginderaan jauh yang
dapat
mendukung
suatu penelitian. Penggunaan UAV mengalami peningkatan karena adanya

ketersediaan
wahana, sensor yang kecil, GPS (
Global Positioning System) serta perangkat
keras
pendukung
lainnya yang semakin meningkat. Penggunaan UAV ini didasarkan pada kebutuhan

akan data yang
cepat serta
real-time.

Pengambilan gambar dengan drone (dok.pri)

“Permasalahan yang ada pada
lokasi pengabdian yaitu banyaknya pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan
semestinya, seperti banyaknya perubahan tutupan lahan yang awalnya pinus, kopi
ataupun alpukat berubah menjadi tanaman semusim (jagung dan cabai)’’, ungkap
Puji Mulyono selaku ketua kelompok tani Desa Bambang.

Iklan

Permasalahan lainnya yaitu terkait
banyaknya penambangan pasir skala kecil yang mengakibatkan banyak lahan kosong
terbengkalai setelah penambangan tersebut selesai dan akan menjadi titik
penambangan lainnya. Maka dari itu untuk mengatasi permasalahan tersebut hal
utama yang perlu dilakukan adalah terkait evaluasi lahan.

Foto bersama dengan peserta pengabdian masyarakat

“Evaluasi lahan dapat dilakukan
dengan pemanfaatan
teknologi pesawat tanpa awak (Drone), dimana pemanfaatan drone
dalam pengabdian disini selain dapat sebagai alat bantu dalam pengambilan
gambar, drone dapat digunakan untuk evaluasi dan pemetaan lahan’’, 
ungkap Prof. Dr. Ir. Mochtar Lutfi Rayes, M.Sc, Guru Besar Fakultas
Pertanian Universitas Brawijaya dalam sambutannya.

Melihat
hasil dan kegunaan UAV dibidang pertanian, Penggunaan teknologi ini perlu
diperkenalkan lebih dalam lagi kepada petani. Kegiatan ini bertujuan agar
tercipta sebuah sistem pertanian presisi yang mampu mengidentifikasi dan
memantau kondisi sumberdaya lahan pertanian dan pertumbuhan tanaman dengan
baik, sehingga mampu meningkatkan produksi dan mengurangi biaya.
(afh)

Komentar Pembaca

Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.