Langsung ke konten
Jumat, 16 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

Wujud Nyata Solidaritas, Kopmen SBW Malang Salurkan Bantuan dan Keringanan Kewajiban untuk Anggota yang Sakit

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Semangat kekeluargaan dan sistem tanggung renteng kembali digaungkan oleh Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (Kopmen SBW) Malang.

Pengurus Kopmen SBW Malang saat mengunjungi dan menyerahkan bantuan langsung kepada Nurida di kediamannya.

Pengurus Kopmen SBW Malang saat mengunjungi dan menyerahkan bantuan langsung kepada Nurida di kediamannya. (Foto: Istimewa)

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Semangat kekeluargaan dan sistem tanggung renteng kembali digaungkan oleh Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (Kopmen SBW) Malang. Melalui program SBW Peduli serta solidaritas antaranggota, lembaga koperasi terkemuka ini menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus kebijakan relaksasi kewajiban bagi Nurida, seorang anggota Kelompok 90/III yang tengah berjuang melawan penyakit kanker payudara.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung di kediaman kontrakan Nurida yang berada di kawasan Perumahan Abah Soleh, Lesanpuro Gang 12, Kota Malang. Jajaran pengurus hadir secara langsung, di antaranya Pengurus Pendamping Benedecta Prihatiningsih, S.Sos., M.AP., bersama Pembina Pendamping Lapangan (PPL) K2D III, Sase Dyah, untuk melihat langsung kondisi sang anggota.

Perjuangan Berat di Tengah Keterbatasan

Kondisi kesehatan Nurida saat ini memang memerlukan perhatian dan pendampingan khusus dari berbagai pihak. Selain harus menjalani serangkaian perawatan medis intensif akibat vonis kanker payudara, sang suami harus mendedikasikan waktunya secara penuh untuk merawat sang istri tercinta di rumah.

Baca juga: Wujud Kepedulian Nyata, Kopmen SBW Malang Salurkan Santunan Duka dan Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Iklan

Baca juga: Kopmen SBW Gali Aspirasi 300 Peserta K2D untuk Susun RKAPB 2027

Suasana hangat saat jajaran pengurus memberikan dukungan moral dan doa untuk kesembuhan Nurida.
Suasana hangat saat jajaran pengurus memberikan dukungan moral dan doa untuk kesembuhan Nurida. (Foto: Istimewa)

Akibat situasi tersebut, sang suami terpaksa harus meninggalkan pekerjaannya dalam mencari nafkah sehari-hari. Pasangan suami istri yang telah mengarungi bahtera rumah tangga selama 27 tahun ini diketahui belum dikaruniai keturunan dan hingga kini masih tinggal di rumah sewaan.

Merespons situasi darurat tersebut, jajaran pengurus Kopmen SBW bergerak cepat mengambil langkah bijak berupa kebijakan keringanan penyelesaian kewajiban anggota. Tidak hanya itu, bantuan material serta santunan juga dihimpun langsung dari kesolidan Tanggung Renteng Kelompok 90, wujud kepedulian Ketua Umum Kopmen SBW Dr. Sri Untari, M.AP., serta alokasi khusus dari program SBW Peduli untuk meringankan beban ekonomi keluarga.

Komitmen Kelembagaan dan Kepekaan Sosial

Pengurus Pendamping Kopmen SBW, Benedecta Prihatiningsih, S.Sos., M.AP., menegaskan bahwa aksi nyata ini merupakan manifestasi murni dari komitmen lembaga dalam memperlakukan setiap anggotanya. Menurutnya, anggota di Kopmen SBW bukan sekadar diposisikan sebagai nasabah, melainkan bagian dari keluarga besar yang wajib saling menopang saat tertimpa musibah.

“Langkah ini wujud kehadiran lembaga dalam memberikan solusi yang bijaksana dengan melihat langsung realitas kondisi anggota. Nilai dasar kebersamaan dan sistem tanggung renteng di Kopmen SBW tidak hanya berbicara perputaran ekonomi, tetapi juga kepekaan sosial dan gotong royong saat ada saudara kita yang membutuhkan uluran tangan,” ujar Benedecta saat ditemui di lokasi.

Senada dengan hal tersebut, kehadiran para pengurus diharapkan mampu membawa angin segar serta suntikan semangat moril bagi kesembuhan Nurida. Melalui sinergi dan solidaritas lintas lini ini, Kopmen SBW Malang kembali membuktikan bahwa nilai tanggung renteng tetap kokoh sebagai pilar utama penjaga kemanusiaan dan fondasi kebersamaan antarsesama anggota di Kota Malang. (Ans)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.