MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Koperasi Konsumen (Kopmen) Setia Budi Wanita (SBW) Malang terus memperkuat tata kelola koperasi berbasis partisipasi anggota. Salah satunya melalui Pertemuan Kelompok-Kelompok Dampingan (K2D) periode Oktober 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (7/10/2026).
Pertemuan yang dipimpin langsung Ketua Kopmen SBW Malang, Dr. Sri Untari Bisowarno, MAP, tersebut berpusat di Aula Lantai 3 Kantor Kopmen SBW, Jalan Raden Intan No. 108, Kota Malang.
Sekitar 300 peserta mengikuti agenda rutin bulanan tersebut. Mereka terdiri atas jajaran pengurus, pengawas, koordinator usaha, Petugas Pendamping Lapangan (PPL), kepala seksi (kasi), serta penanggung jawab (PJ) kelompok.
Baca juga: Kuatkan Tata Kelola Koperasi SBW Malang, Sri Untari Bisowarno Edukasi Anggota Tertib Pajak
Pertemuan K2D menjadi ruang penting bagi Kopmen SBW untuk menyampaikan perkembangan koperasi sekaligus menyerap aspirasi anggota dari tingkat kelompok.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi perumahan bersubsidi oleh Rengganis, anggota Kelompok 430. Selanjutnya, pertemuan dibuka secara resmi dengan doa bersama yang dipimpin Sri Untari.
Doa tersebut secara khusus ditujukan bagi anggota Kopmen SBW maupun suami anggota yang telah berpulang sepanjang September 2026. Pada kesempatan tersebut, pengurus juga mengumumkan penetapan PJ yang terpilih kembali serta PJ baru sebagai pengganti untuk periode Oktober.
Sri Untari Tekankan Pentingnya Aspirasi dari Bawah
Dalam forum tersebut, Sri Untari menegaskan pentingnya penjaringan aspirasi dari bawah atau bottom-up dalam menentukan arah program koperasi.
Menurutnya, K2D menjadi salah satu forum strategis untuk menggali ide, masukan, dan saran konstruktif dari para penanggung jawab kelompok. Aspirasi tersebut nantinya menjadi bahan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RKAPB) Kopmen SBW Tahun Buku 2027.
«“Masukan dan saran dari seluruh penanggung jawab kelompok menjadi fondasi penting agar program kerja dan anggaran tahun 2027 benar-benar menjawab kebutuhan serta potensi anggota,” ujar Sri Untari.»
Ia menekankan, keterlibatan kelompok menjadi bagian penting dalam memastikan program koperasi tidak hanya disusun berdasarkan perspektif pengurus, tetapi juga berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata anggota di lapangan.
Dengan pola tersebut, anggota memiliki ruang untuk ikut memberikan kontribusi terhadap arah pengembangan koperasi, termasuk dalam menentukan prioritas program dan pengalokasian anggaran.
Pengurus Paparkan Evaluasi Koperasi
Selain membahas penyusunan RKAPB 2027, jajaran pengurus bidang kelembagaan, usaha, keuangan, dan pengawas turut menyampaikan evaluasi kinerja koperasi.
Paparan meliputi perkembangan usaha, posisi keuangan, tata kelola keanggotaan, hingga perkembangan unit toko SBWMart.
Informasi tersebut disampaikan agar para PJ kelompok memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai kondisi koperasi sebelum meneruskannya kepada anggota binaan masing-masing.
Dengan mekanisme tersebut, komunikasi antara pengurus dan anggota diharapkan semakin terbuka. Para PJ kelompok juga dapat menjadi penghubung yang efektif dalam menyampaikan kebijakan sekaligus membawa aspirasi anggota kepada pengurus.
Dorong Anggota Manfaatkan Layanan Koperasi
Dalam pertemuan itu, pengurus juga memberikan motivasi kepada anggota agar semakin aktif memanfaatkan layanan koperasi.
Anggota didorong untuk memanfaatkan fasilitas pinjaman produktif sebagai salah satu sarana mendukung aktivitas ekonomi. Selain itu, anggota juga diajak meningkatkan pemanfaatan unit toko SBWMart untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat aktivitas usaha koperasi sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi yang kembali kepada anggota.
Pengurus juga menyampaikan perkembangan pembangunan fisik Klinik Kesehatan dan Kecantikan SBW di kawasan Teluk Etna.
Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Kopmen SBW memperluas layanan sosial dan kesehatan bagi anggota.
Diikuti Sekitar 300 Peserta
Pertemuan K2D Oktober 2026 berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Meski dilaksanakan secara daring, kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif.
Sekitar 300 peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga sesi tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme dalam menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta masukan untuk kemajuan koperasi.
Bagi Kopmen SBW, K2D bukan sekadar agenda rutin bulanan. Forum tersebut menjadi sarana memperkuat komunikasi, transparansi, dan partisipasi anggota dalam menentukan arah perkembangan koperasi.
Melalui penjaringan aspirasi secara bottom-up, Kopmen SBW berharap penyusunan RKAPB Tahun Buku 2027 dapat semakin sesuai dengan kebutuhan dan potensi anggota, sekaligus memperkuat koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan bersama.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.