JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Di balik kesuksesan Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026, ada salah satu fakta menarik.
Yaitu, Prabowo Subianto presiden pertama Republik Indonesia yang menyaksikan Timnas Indonesia juara setelah 35 tahun.
Presiden Prabowo Subianto juga yang menyerahkan trofi FIFA ASEAN Cup edisi perdana kepada kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks pada Senin (5/10) malam di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Baca juga: FIFA ASEAN: Kevin Diks Ulang Tahun ke-30 Dengan Kado Timnas Indonesia Juara
Sorotan
Prabowo Subianto Presiden Pertama Saksikan Timnas Juara
Estafet dari Soeharto

Prabowo Subianto presiden pertama yang menyaksikan Timnas Indonesia juara turnamen sepak bola senior putra setelah 35 tahun.
Terakhir kali presiden Indonesia melihat cabor sepak bola putra senior meraih gelar adalah Soeharto.
Saat masih di masa kepresidenannya, Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991 di Manila, Filipina.
Saat itu, cabang olahraga sepak bola putra masih untuk tim senior dan berlaku hingga 1999 di Brunei Darussalam.
Empat Presiden Gagal Lihat Timnas Juara
Sejak 1991 itulah Indonesia tidak kunjung meraih juara di sepak bola. Padahal, Garuda melenggang ke final Piala AFF enam kali.
Turnamen inilah yang kemudian menjadi pusat sepak bola senior Asia Tenggara setelah pertama kali digelar pada 1996 di Singapura, dan mengalihkan SEA Games kepada tim U-22 atau U-23.
Berdiri dengan nama Piala Tiger karena faktor sponsor utama turnamen, ajang ini menjadi incaran Indonesia untuk meraih gelar baru setelah SEA Games.
Mereka mengawali dua edisi perdana dengan lolos semifinal beruntun dengan finis keempat pada 1996 dan peringkat ketiga pada 1998 di Vietnam.
Progres kemudian terlihat pada tiga edisi berikutnya dengan lolos ke final tiga kali beruntun pada 2000 di Thailand, 2002 di Indonesia-Singapura, dan 2004 di Malaysia-Vietnam.
Namun, pada tiga edisi itu pula Merah Putih gagal membawa pulang trofi.
Artinya, presiden Indonesia saat itu; Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (2000), Megawati Soekarnoputri (2002), dan Susilo Bambang Yudhoyono (2004) tidak dapat menyaksikan Garuda meraih gelar.
Baca juga: Tak Sekadar Tebak Skor, Ning Lia Hadir Langsung di GBK Beri Dukungan untuk Timnas
SBY dan Jokowi Dua Kali Lihat Indonesia ke Final
Setelah gagal pada 2004, harapan SBY untuk melihat Indonesia juara sempat terbuka lagi pada 2010.
Namun tim asuhan Alfred Riedl (alm) secara mengejutkan kalah agregat 2-4 dari Malaysia yang terakhir kali ke final pada 1996.
Ini membuat Indonesia kembali harus menerima pengalungan medali perak untuk yang keempat kali.
Ketika Malaysia sudah pecah telur hanya dalam dua kali kesempatan ke final, Indonesia masih mencari gelar pertamanya.
Ketika Indonesia dipimpin presiden ketujuh, Joko Widodo (Jokowi), selama dua periode pada 2014 hingga 2024, timnasnya dua kali lolos ke final.
Pada 2016, Alfred Riedl sekali lagi membawa Indonesia ke final, namun happy ending masih tidak menghampiri.
Final tersebut juga menjadi pengabdian terakhir pria Austria sebelum menghembuskan napas terakhir pada 8 September 2020.
Kemudian, edisi 2020 yang berlangsung pada 2021 di Singapura, Indonesia yang saat itu dilatih Shin Tae-yong secara mengejutkan lolos ke final.
Disebut mengejutkan karena usia rata-rata tim, 23 tahun. Menjadikan Indonesia salah satu tim termuda di turnamen dan menjadi satu-satunya yang berhasil melaju ke semifinal.
Di final, Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand yang kala itu usia rata-rata timnya sekitar tiga tahun lebih tua (26–27 tahun) alias di usia matang.
Baca juga: Susunan Pemain Timnas Indonesia Saat Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Bakal Jadi Fondasi di Piala Asia?
Menata Ulang Timnas 5 Tahun
Setelah itu, Indonesia harus menunggu lima tahun untuk menata ulang skuatnya.
Setelah gagal dimaksimalkan oleh Patrick Kluivert untuk lolos ke Piala Dunia 2026, sebagian besar pemain yang ada di masa kepelatihan Shin Tae-yong kini dapat diantar John Herdman ke podium tertinggi FIFA ASEAN Cup 2026.
Artinya, Indonesia juga butuh turnamen baru lagi untuk bisa meraih gelar pertama setelah 35 tahun.
Sebelum mengangkat trofi tersebut, Herdman gagal membawa Indonesia ke semifinal Piala AFF 2026 dengan skuat liga domestik.
Kini, ia membayar kegagalan tersebut dengan juara Piala ASEAN FIFA edisi perdana. Sekaligus membuat Prabowo Subianto mengikuti jejak Soeharto.

Khusus di sepak bola Asia Tenggara—dan di luar turnamen undangan, semasa kepemimpinan Soeharto, Indonesia meraih medali emas SEA Games dua kali pada 1987 di Jakarta dan 1991 di Manila.
Tantangan Berikutnya
Piala Asia 2027 Menanti

Selepas FIFA ASEAN Cup 2026, tantangan berikutnya akan segera hadir yaitu Piala Asia 2027.
Pesta sepak bola tertinggi di Asia ini akan bergulir pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 di Arab Saudi.
Indonesia segrup dengan Jepang, Qatar, dan Thailand di Grup F.
Menarik ditunggu, apakah Indonesia akan kembali lolos ke babak 16 besar seperti edisi 2023, dan menaikkan prestasinya dengan finis lebih baik.(YAN)


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.