PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Keberadaan Majelis Pemuda Indonesia Bersholawat (MPIB) Sorban Wali kian mengakar kuat di tengah masyarakat luas. Konsistensi atau sikap istiqomah terus dijaga sebagai garda terdepan dalam membina mental serta akhlak pemuda, sekaligus menjadi benteng kokoh peneguh aqidah umat.
Prinsip dasar tersebut menjadi landasan kuat bagi Jamaah Sorban Wali yang menghimpun basis massa dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda, orang dewasa, hingga para lansia. Mengusung platform religius nasionalis, majelis ini berpijak pada tiga napas utama perjuangan, yakni majelis sholawat, majelis dzikir, serta majelis ilmu (ta’lim).
Ketiga pilar tersebut diwujudkan melalui agenda rutinan Jumat Pahing, berupa kegiatan rihlah atau blusukan langsung ke masjid-masjid serta musholla di daerah-daerah terpencil, pedalaman, maupun perkotaan.
Baca juga: Menembus Lereng Tengger, MPIB Sorban Wali Gaungkan Syiar Islam dan Ukhuwah di Tengah Harmoni Bromo
Baca juga: Pagar Nusa Kabupaten Malang Tunjukkan Konsistensi Prestasi di Bupati Cup 2026
Geliat Aksi Sosial dan Kehangatan Maulid Nabi di Lereng Tengger
Selain memperkuat aspek spiritual, MPIB Sorban Wali juga secara aktif menggalakkan berbagai aksi sosial nyata, seperti bakti sosial serta pemberian santunan bagi anak yatim-piatu dan fakir miskin. Semangat berbagi ini terlihat nyata dalam rangkaian Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi SAW yang dihelat pada Selasa, 25 Agustus 2026 Masehi bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1448 Hijriah, di Dusun Mbodo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, puluhan anak yatim-piatu dan kaum dhuafa tampak hadir dan bersuka cita bersama para jamaah MPIB Sorban Wali. Suasana majelis kian terasa meriah, khidmat, dan khusyuk berkat alunan petuah serta nasihat bijak berbahasa Jawa yang dibawakan oleh Tim Hadrah Al-Banjari Sorban Wali melalui lantunan vokal Ustadz Sudiro, Ustadz Riadi, dan Ustadz Toyo Toblang, yang banyak mengingatkan para hadirin tentang esensi keimanan di akhir zaman.
Jejak Tasalsul Sanad dan Ikhtiar Memperkuat Sinergitas Umat
Sebagai bagian dari ngalap berkah dan penyambung sanad keilmuan, MPIB Sorban Wali rutin melaksanakan kegiatan tour ziarah ke makam para wali nusantara, di antaranya ziarah kepada Mbah Kyai Hamid di Pasuruan serta ziarah Wali Mojopahit. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tasalsul sanad kepada para ulama pendahulu, menyusul kegiatan serupa seperti ziarah maulid dan haul di Solo beberapa waktu lalu, yang juga menjadi sarana mengais keberkahan, kemaslahatan, sekaligus membangun kemandirian ekonomi majelis.
Ketua DPP MPIB Sorban Wali, Ustadz Chojin, menegaskan bahwa kehadiran majelis ini merupakan wujud tanggung jawab agama, moral, dan sosial di tengah kondisi masyarakat yang kian rentan. Ia menyoroti berbagai persoalan pelik, mulai dari dekadensi moral dan akhlak pemuda, keprihatinan sosial, hingga degradasi ekonomi yang semakin mendesak untuk disikapi bersama.
“Majelis MPIB Sorban Wali hadir sebagai bentuk tanggung jawab agama, moral, dan sosial, di tengah-tengah kondisi masyarakat yang labil, dekadensi moral dan akhlak pemuda, keprihatinan sosial, serta degradasi ekonomi masyarakat yang semakin memprihatinkan, maka keimanan menjadi hal penting untuk menjadi perhatian dan evaluasi bersama,” ujar Ustadz Chojin. Ia menambahkan bahwa amalan dzikir, sholawat, dan amal saleh menjadi bekal paling berharga di akhir zaman seperti sekarang ini.
Senada dengan hal tersebut, Khadimul Majelis MPIB Sorban Wali, Ustadz H.M. Ibnu Athoillah Brambara, menyampaikan bahwa berkhidmat kepada Nabi Muhammad SAW dapat diwujudkan melalui pelayanan kepada umat lewat tradisi kebaikan yang membawa kemanfaatan bagi sesama. Pihaknya memandang pentingnya membuka keran sinergi seluas-luasnya dengan berbagai instansi pemerintah maupun seluruh lapisan masyarakat agar dampak positif majelis dapat dirasakan secara nyata.
“Berkhidmat kepada Nabi Muhammad melalui umat-Nya, dengan melakukan tradisi kebaikan dan kebermanfaatan kepada sesama, maka menjadi penting untuk membuka kran sinergi dengan berbagai pihak baik instansi pemerintah maupun berbagai lapisan masyarakat menjadi modal majelis semakin memberikan dampak positif kepada jamaah dan masyarakat dalam berbagai segmen kegiatan,” ungkap Ustadz Ibnu Athoillah.
Ia juga menambahkan bahwa selain memperkuat aspek spiritual, majelis ini turut mengambil peran sebagai jembatan informasi bagi program-program strategis pemerintah, baik yang menyangkut isu sosial, kesehatan, pendidikan, maupun program nasional lainnya demi menghadirkan kemaslahatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat.


Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.