Langsung ke konten
Jumat, 23 Oktober 2026
Pulse Hukum Trading dalam Islam: Membaca Kripto dan XAUUSD lewat Al-Qur’an
Daerah

FTIK UIN Malang Gelar Workshop Parenting di Pasuruan, Tekankan Kolaborasi Orang Tua dan Guru dalam Pendidikan Karakter

Penguatan pendidikan karakter anak membutuhkan keterlibatan bersama antara keluarga dan sekolah.

Dokumentasi bersama

Dokumentasi bersama (Foto: Humas FTIK UIN Malang)

PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Penguatan pendidikan karakter anak membutuhkan keterlibatan bersama antara keluarga dan sekolah. Isu tersebut menjadi fokus Workshop Parenting bertema “Kolaborasi Orang Tua dan Guru dalam Pendidikan Karakter” yang digelar melalui program Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) di Pasuruan, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan dalam Program Peningkatan Mutu Pendidikan Islam tersebut melibatkan mitra Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta menghadirkan dua narasumber, yakni H. Syaiful Nuri, Anggota DPR RI Komisi VIII, dan Dr. Fitratul Uyun, M.Pd.I., Ketua Laboratorium Al-Qur’an dan Sains Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Workshop ini mengangkat pentingnya menyelaraskan pola pendampingan anak di lingkungan keluarga dan sekolah. Keluarga menjadi lingkungan pendidikan pertama yang menanamkan nilai-nilai dasar seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian. Sementara itu, guru berperan memperkuat nilai tersebut melalui pembelajaran, pembiasaan, dan pendampingan di lingkungan pendidikan.

Baca juga: MAN 2 Kota Malang Perkuat Layanan Madrasah melalui Penyesuaian Job Description Tenaga Kependidikan

Baca juga: Cetak Lulusan Profesional, Dekan FITK UIN Malang dampingi Mahasiswa MPI dalam Program “Magang Kependidikan Berdampak 2026” di DPR RI

Keselarasan kedua lingkungan tersebut dinilai penting agar anak memperoleh teladan dan pembiasaan yang konsisten. Komunikasi antara orang tua dan guru juga menjadi kunci untuk memahami perkembangan peserta didik, mengenali persoalan yang dihadapi, serta menentukan pola pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Kehadiran Dr. Fitratul Uyun membawa perspektif akademik mengenai pentingnya pembentukan karakter yang berlandaskan nilai moral dan spiritual. Pendidikan karakter tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kesadaran untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam perilaku sehari-hari.

Iklan

Sementara itu, H. Syaiful Nuri menghadirkan perspektif pemangku kebijakan dalam pembahasan peningkatan mutu pendidikan. Keterlibatan unsur legislatif dan akademisi dalam forum ini memperluas ruang dialog mengenai pentingnya dukungan berbagai pihak dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.

Bagi guru dan tenaga kependidikan, kemitraan dengan orang tua menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan komunikasi yang terbuka, sekolah dan keluarga dapat saling melengkapi dalam mendampingi perkembangan intelektual, sosial, dan karakter anak.

Melalui program Ngopi, FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berupaya menghadirkan diskusi pendidikan Islam yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pendidik dan masyarakat. Penguatan kolaborasi keluarga dan sekolah diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Sumber: ftik.uin-malang.ac.id

Foto profil M. Kholilur Rohman
M. Kholilur Rohman

Pegiat literasi yang berasal dari Kota Sumenep dan Founder Komunitas Maliki Book Party

Lihat semua artikel oleh M. Kholilur Rohman

Komentar Pembaca

Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.

Tinggalkan Komentar

Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.