MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kreativitas anak dan mahasiswa mendapat panggung dalam ajang Cipta Kreatif Anak (CAKRA) 2026 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (13/10/2026). Tidak hanya menjadi ruang unjuk bakat bagi anak-anak se-Jawa Timur, kegiatan ini juga mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam kompetisi literasi, seni, dan kecerdasan.
Mengusung semangat pengembangan potensi dan kreativitas, CAKRA 2026 menghadirkan dua kelompok kompetisi dengan karakter berbeda. Anak-anak mengikuti perlombaan secara langsung melalui cabang menari, mewarnai, dan fashion show. Sementara itu, mahasiswa berkompetisi secara daring melalui lomba esai, mendongeng, dan cerdas cermat. Perpaduan tersebut menjadikan CAKRA bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembelajaran dan aktualisasi potensi lintas usia serta institusi pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FTIK UIN Malang ini dibuka secara resmi oleh Dekan FTIK, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menyediakan ruang bagi anak-anak dan mahasiswa untuk mengembangkan potensi, menampilkan kreativitas, serta membangun kepercayaan diri. Ia berharap CAKRA dapat menumbuhkan semangat berkarya, sportivitas, dan keberanian peserta untuk terus mengembangkan kemampuan.
Antusiasme peserta terlihat dalam berbagai perlombaan anak-anak. Melalui cabang menari, peserta mendapat kesempatan mengekspresikan diri lewat gerak dan irama. Lomba mewarnai mengasah imajinasi serta kreativitas visual, sedangkan fashion show menjadi ruang bagi anak-anak untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri saat tampil di hadapan publik. Dukungan orang tua dan guru pendamping turut menciptakan suasana kompetisi yang edukatif dan menyenangkan.
Di sisi lain, kompetisi mahasiswa menghadirkan persaingan gagasan dan keterampilan yang lebih luas. Salah satu capaian menonjol diraih mahasiswa FTIK UIN Malang dalam lomba esai. Juara kedua diraih melalui karya berjudul “Siapa Aku di Balik Layar? Menjaga Keutuhan Identitas Gen Z di Tengah Fragmentasi Ruang Digital”. Sementara itu, juara ketiga diraih melalui esai “Tumbuh Tanpa Harus Berlomba: Membangun Aktualisasi Diri dan Kesehatan Mental Gen Z di Era Disrupsi untuk Mendukung SDGs 3”.
Kedua karya tersebut mengangkat persoalan aktual yang dihadapi generasi muda, terutama tantangan menjaga identitas diri, kesehatan mental, dan proses aktualisasi diri di tengah perubahan sosial serta perkembangan teknologi digital.
Prestasi mahasiswa UIN Malang juga terlihat pada cabang mendongeng dan cerdas cermat. Dalam lomba mendongeng, perwakilan UIN Malang meraih juara pertama melalui cerita “Boengga Sang Penjaga Nusantara”. Sementara pada kompetisi cerdas cermat daring, mahasiswa UIN Malang berhasil menduduki juara pertama dan kedua.
Kompetisi ini juga diwarnai prestasi peserta dari perguruan tinggi lain. UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan meraih juara pertama lomba esai melalui karya “Jebakan Algoritma dan Suara yang Dibungkam: Dialektika Gen Z Menembus Stigma Stroberi”. Pada cabang mendongeng, juara kedua diraih perwakilan Universitas Negeri Semarang, sedangkan juara ketiga diraih perwakilan UNMU Kebumen. Adapun juara ketiga cerdas cermat diraih tim UIN Sunan Kudus.
Sementara itu, pada kompetisi anak-anak, sejumlah lembaga pendidikan berhasil mengantarkan peserta didiknya meraih penghargaan. Dalam cabang menari, TK El Baith IHS meraih juara pertama kategori TK A, sedangkan TK Surya Buana menjadi juara pertama kategori TK B. Pada lomba mewarnai, juara pertama kategori TK A diraih Axel Barra dari TK Muslimat NU 8 dan kategori TK B diraih Ashila Keiva Salama dari BA Restu. Adapun cabang fashion show kategori A dimenangkan Kanaya Sekar Arumingratri dari TK Al Fadholi, sedangkan kategori B dimenangkan Chayra Felicia Al-Afriss dari TK Islam Terpadu Mutiara Hati.
Para pemenang memperoleh trofi, sertifikat elektronik, uang pembinaan, serta voucher umrah sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian mereka. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan motivasi kepada peserta untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mengikuti berbagai kesempatan kompetisi.
Pelaksanaan CAKRA 2026 juga dimeriahkan penampilan tari, menyanyi, dan drama dari mahasiswa PIAUD angkatan 2024, 2025, dan 2026. Keterlibatan mahasiswa dalam pertunjukan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan ruang kompetisi bagi peserta, tetapi juga menjadi wadah aktualisasi kreativitas bagi mahasiswa penyelenggara.
Melalui CAKRA 2026, HMPS PIAUD FTIK UIN Malang berupaya menghadirkan kegiatan yang menjembatani pengembangan kreativitas anak dengan penguatan kompetensi mahasiswa. Bagi anak-anak, pengalaman berkompetisi menjadi kesempatan awal untuk membangun keberanian dan kepercayaan diri. Bagi mahasiswa, ajang ini menjadi ruang menguji gagasan, mengasah keterampilan, dan memperluas pengalaman di tingkat nasional.
Lebih dari sekadar perlombaan, CAKRA 2026 memperlihatkan pentingnya menghadirkan ruang pendidikan yang memberi kesempatan kepada setiap individu untuk mencoba, berekspresi, dan berkembang. Dari panggung kreativitas tersebut, potensi anak-anak dirawat, sementara kapasitas mahasiswa terus diuji dan ditumbuhkan.
Sumber: ftik.uin-malang.ac.id



Komentar Pembaca
Belum ada komentar pada artikel ini. Jadilah yang pertama.
Minimal 10 karakter, maksimal 1000. Maksimal satu tautan. Semua komentar ditinjau redaksi sebelum tampil.